Kesan Smooth Pertama Cobain Rocky Hybrid, Daihatsu Sematkan E-Smart Bikin No Getar

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Kesempatan kali ini saya mencoba Daihatsu Rocky E-Smart di GIIAS 2025 dan penasaran mobil sejuta umat jika dikasih teknologi Hybrid dengan embel-embel e-Smart ini, bagaimana rasanya ?
Begitu saya duduk di balik kemudi Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, kesan pertama yang muncul bukanlah sesuatu yang mencolok,malah justru terasa familiar.
Posisi duduknya sangat mirip dengan Rocky versi CKD yang sudah sering saya coba sebelumnya. Kemudi setir tipe Rack & Pinion dengan electric power steering memang, tapi untungnya postur berkendara tetap terasa pas.
Pandangan ke depan lapang, visibilitas ke sekitar luas, dan semua tombol mudah dijangkau. Tapi yang membuat saya langsung sadar ini bukan Rocky biasa adalah suasana kabin yang terasa jauh lebih rapi, senyap, dan premium.
Sentuhan material di jok, bentuk dashboard, dan presisi tombol-tombol digitalnya menyiratkan kualitas rakitan Jepang.
Ya, mobil ini memang didatangkan langsung secara CBU dari Jepang, bukan rakitan lokal. Bahkan panel instrumen sudah full digital, dan layar infotainment yang terpasang cukup besar, memberi sentuhan modern yang menyenangkan.
Saya menekan pedal gas, dan yang terjadi berikutnya adalah hening. Tak ada suara mesin, tak ada hentakan, tak ada vibrasi. Mobil ini berjalan perlahan seolah tanpa suara. Ini adalah sensasi yang sangat jarang bisa ditemukan di mobil sekelasnya.
Rocky e-Smart (Strong Hybrid-Series system) ini menggunakan sistem series hybrid, di mana motor listrik sepenuhnya menggerakkan roda depan, sementara mesin bensin 1.200 cc 3 silinder hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi daya ke baterai.
Dengan output tenaga sebesar 105 hp dan torsi 170 Nm, dorongan mobil terasa instan dan halus, mirip seperti mobil listrik murni, hanya saja tanpa kebutuhan charging eksternal.
Ketika saya menekan gas lebih dalam, suara mesin mulai terdengar halus di kejauhan. Bukan sebagai tenaga utama, melainkan sebagai pemasok energi untuk motor listrik yang disupport lithium-ion battery 0,74 kwh.
Transisi dari mode EV ke engine-generator ini sangat mulus, bahkan nyaris tidak saya sadari jika tidak memperhatikan suara di balik dashboard.
Akselerasi dari kecepatan rendah ke menengah terasa cepat dan responsif, sangat cocok untuk stop & go di lalu lintas padat. Suspensinya juga memberikan kesan yang berbeda dibandingkan Rocky lokal. Lebih mantap, sedikit lebih kaku, tapi tetap nyaman.
Saat saya bermanuver di area test drive yang tidak terlalu luas, body roll terasa minim, dan mobil tetap stabil. Bahkan saat melewati permukaan jalan yang kasar, kekedapan kabin terasa lebih solid,hampir tidak ada suara berisik dari luar yang masuk. Ada rasa bahwa mobil ini benar-benar dirancang dengan perhatian pada detail.

Fitur menarik lain yang saya coba adalah S-PDL, semacam sistem regenerative braking yang bisa diatur dalam dua tingkat kekuatan. Saat saya mengangkat kaki dari pedal gas, mobil otomatis mengerem perlahan dan mengubah energi kinetik menjadi listrik.
Rasanya mirip seperti mengemudi mobil listrik dengan one-pedal driving, meskipun tidak seagresif itu. Untuk lalu lintas kota yang padat, fitur ini sangat membantu.
Semua pengalaman itu saya alami dalam mobil berukuran kompak, dengan pelek silver paintend alloy 16 inci berbalut karet 195/65 R16 yang membuat tampilannya makin sporty.
Dari luar, Rocky e-Smart ini memang mirip dengan versi lokal, tapi dengan beberapa detail khas Jepang: gril depan yang unik, lampu full LED yang lebih tajam, dan aura desain yang terasa lebih matang.
Yang membuat mobil ini terasa spesial bukan hanya performa atau fiturnya, tapi juga kenyataan bahwa ini adalah hybrid murni termurah di Indonesia saat ini, dengan harga Rp 293,9 juta.
Jumlahnya terbatas, hanya 100 unit, dan semuanya impor langsung dari Jepang. Bagi saya, ini seperti mencicipi masa depan elektrifikasi dalam paket yang masih sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari di Indonesia.
Saya keluar dari mobil dengan perasaan cukup terkesan. Ini bukan sekadar Rocky yang ditambah baterai.
Ini adalah evolusi kecil yang diam-diam memperlihatkan arah baru dalam dunia otomotif, di mana efisiensi, kenyamanan, dan kehalusan bisa dikemas dalam bentuk yang tidak harus mahal atau mencolok.
Dan ya, meski hanya tersedia terbatas, Rocky e-Smart Hybrid ini sukses meninggalkan kesan: bahwa hybrid bisa terasa istimewa, bahkan dalam bentuk yang paling sederhana.fey

