EVOS dan Vario 125 Jadi Benang Merah Rolling City AL Azhar

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Deru mesin skutik memecah pagi di kawasan Taman Mataram. Puluhan pengguna Honda Vario bersiap memulai perjalanan mereka. Namun ini bukan sekadar city rolling biasa.
Ada semangat kebersamaan, gaya hidup positif, dan makna yang lebih dalam di balik setiap kilometer yang mereka tempuh.
Melalui kegiatan bertajuk Ramadhan Hopeful Riding, komunitas Vario Jakarta kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komunitas roda dua yang aktif dan berdampak.
Bertempat di Masjid Agung Al Azhar, acara ini menjadi bukti bahwa komunitas motor mampu menghadirkan kegiatan yang bukan hanya seru, tetapi juga inspiratif.
Sebanyak 25 peserta dari berbagai komunitas lintas model turut ambil bagian. Mulai dari Vario160 Community Jakarta Chapter, Honda Vario Club HVC Jakarta, hingga komunitas lain seperti Honda PCX Club Indonesia HPCI dan Honda Supra Jakarta.
Keberagaman ini justru menjadi kekuatan, menghadirkan suasana hangat yang menyatukan para pecinta roda dua tanpa sekat.
Perjalanan dimulai dengan city rolling menuju lokasi acara. Sepanjang rute, peserta mengedepankan kampanye keselamatan berkendara Cari Aman dengan menggunakan perlengkapan lengkap dan menjaga etika di jalan raya. Ini menjadi pesan penting bahwa riding bukan hanya soal gaya, tetapi juga tanggung jawab.
Sesampainya di lokasi, suasana langsung berubah lebih cair. Para peserta tidak hanya beristirahat, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas menarik.
Salah satunya adalah sesi eksplorasi lebih dekat dengan Honda Vario 125, skutik yang dikenal dengan desain modern dan fitur fungsional untuk mobilitas harian.
Namun, yang paling membekas adalah sesi sharing inspiratif bersama Hengky Gunawan dari EVOS Esports. Ia berbagi perjalanan kariernya sebagai atlet esports profesional tentang jatuh bangun, kegagalan, hingga akhirnya menemukan titik sukses.
Cerita tersebut menjadi suntikan motivasi bagi para peserta, terutama generasi muda yang tengah mencari arah dan jati diri.
Komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga tempat berkembang menjadi benang merah dari kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan pandangan PT Wahana Makmur Sejati yang melihat komunitas sebagai ekosistem positif bagi anak muda.
Menjelang senja, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama. Suasana hangat penuh canda dan cerita menjadi penutup sempurna dari rangkaian acara. Tidak ada lagi sekadar status sebagai anggota komunitas, yang ada adalah rasa kekeluargaan.
Di tengah stigma negatif yang kadang melekat pada komunitas motor, Vario Jakarta justru tampil sebagai representasi berbeda.
Mereka menunjukkan bahwa komunitas bisa menjadi ruang aktualisasi diri, berbagi inspirasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar riding, ini adalah perjalanan membangun makna.fey

