Turing Religi MBI dari Surabaya ke Masjid Attawun Puncak

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Deru motor terdengar lantang dari halaman Asrama Haji Sukolilo pagi itu. Ratusan bikers Muslim Biker Indonesia (MBI) berkumpul, bersiap memulai perjalanan panjang bertajuk Journey to Jannah (J2J) Volume 7.
Touring tahunan ini kembali hadir dengan tema “No Complain”, mengingatkan para peserta untuk menikmati setiap kilometer perjalanan dengan lapang dada, tanpa keluh kesah.
Rute touring kali ini melintasi Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, Solo, Yogyakarta, Magelang, Pekalongan, Kuningan, Bandung, hingga berakhir di Masjid Attawun, Puncak, Bogor, pada 14 September 2025. Lebih dari sekadar touring, J2J adalah ajang memperkuat silaturahmi antar-chapter MBI di berbagai daerah.
Dalam sambutan pembukaannya, Pembina MBI Ustadz Subhan Bawazier hafidzahullah menjelaskan makna di balik J2J.
“Journey to Jannah ini bukan berarti kita sedang on the way menuju surga, tapi perjalanan ini adalah sarana untuk menyiapkan bekal, silaturahmi, dan belajar bersama. Harapannya perjalanan ini isinya ‘daging’, penuh manfaat, bro!” ujarnya, disambut takbir dari peserta.
Tak hanya Ustadz Subhan, Ustadz Abdurrahman Dani hafidzahullah yang turut serta juga menekankan pentingnya menjaga hati selama perjalanan.
“Kalau touring biasanya identik dengan kelelahan, kemacetan, dan cuaca yang tidak menentu. Tapi dengan tema No Complain, kita dilatih untuk sabar, ridha, dan tetap berprasangka baik kepada Allah,” ucapnya.
Kebersihan juga menjadi kampanye penting pada J2J tahun ini. Menurut Koordinator Panitia J2J 2025, Ahmad Fauzi, touring yang identik dengan penampilan cuek ingin diubah menjadi kesempatan untuk tetap menjaga diri.
“Kami ingin membiasakan hal-hal kecil, misalnya tetap menjaga wudhu, wajah segar, dan pakaian rapi. Bahkan beberapa peserta membawa face wash, deodorant, sampai sunscreen. Pesannya sederhana: jadi bikers itu tetap bisa bersih dan wangi,” jelasnya sambil tertawa.
Bagi peserta, pengalaman touring bersama MBI selalu menghadirkan nuansa berbeda. Salah satunya diungkapkan oleh Rudi Hartono, anggota MBI asal Malang.
“Saya sudah sering touring sama teman-teman motor, tapi J2J ini unik. Ada rasa kekeluargaan, ada kajian di tiap kota, dan selalu diingatkan soal shalat tepat waktu. Jadi bukan cuma senang di jalan, tapi pulangnya bawa ilmu juga,” katanya.
Selain perjalanan lintas kota, pembukaan J2J juga diwarnai kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim dan yatim piatu.
Momen ini sekaligus mengingatkan peserta bahwa touring bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga berbagi manfaat bagi sesama. Di akhir acara pembukaan, Ustadz Subhan juga meminta doa restu dari para ibu yang hadir agar melepas suami mereka dengan ikhlas.
“Doakan bapak-bapak ini, agar pulang membawa sejuta keindahan. Bukan hanya cerita perjalanan, tapi juga tambahan iman dan ilmu,” pesannya.
Suasana kian semarak karena pembukaan J2J tahun ini berbarengan dengan gelaran Baik Fest ke-2 yang diinisiasi oleh chapter MBI Jawa Timur. Musik islami, bazar, dan kajian membuat suasana semakin hangat.
Rombongan kemudian berangkat meninggalkan Surabaya, menuju etape pertama perjalanan. Helm terpasang, mesin menyala, dan semangat No Complain menjadi bekal utama.
Di balik deru motor yang meninggalkan jejak panjang di aspal, ada pesan sederhana yang mereka bawa pulang: touring bisa jadi jalan menuju kebaikan, asalkan dijalani dengan hati yang bersih.fey

