Bengkel

Ada 6 Bentuk Ujung Busi Berbeda dari NGK, Ini Fungsinya

Kombinasi Busi Iridium dan Sensor Oksigen Bikin BBM Irit, Ini Penjelasannya dari NGK

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Busi menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pembakaran mesin kendaraan. Meski ukurannya relatif kecil, komponen ini memiliki peran besar dalam menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

Namun, tahukah Anda bahwa busi memiliki berbagai variasi bentuk pada bagian ujung elektrodanya? Salah satu bagian yang memiliki desain berbeda adalah ground electrode atau elektroda massa.

Diko Oktaviano selaku Aftermarket Technical Support Niterra Mobility Indonesia menjelaskan bahwa ground electrode merupakan bagian busi yang berada di ujung dan terhubung langsung dengan metal shell. Komponen ini umumnya memiliki bentuk seperti kait atau bengkok dan menjadi bagian dari jalur perpindahan arus listrik dari inti elektroda.

Menurut Diko, pengembangan bentuk ground electrode menjadi salah satu upaya produsen busi untuk mengoptimalkan karakteristik pengapian. Setiap desain memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari bentuk standar hingga teknologi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan api dan mengurangi efek quenching.

Mengacu pada variasi produk NGK, terdapat enam bentuk ground electrode yang menarik untuk dikenali oleh pemilik kendaraan.

1.Square, Bentuk Standar pada Busi Nickel Alloy

Bentuk pertama adalah Square yang digunakan pada busi Nickel Alloy. Sesuai namanya, ground electrode ini memiliki desain dengan ujung berbentuk persegi.

Desain tersebut menghasilkan karakter pengapian standar yang dibutuhkan kendaraan. Bentuk ini menjadi salah satu variasi elektroda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sistem pengapian mesin.

2.Trapezoid, Membantu Mempercepat Pertumbuhan Api

Selanjutnya ada bentuk Trapezoid yang digunakan pada busi NGK G-Power. Ground electrode ini memiliki desain menyerupai trapesium. Bentuk tersebut berfungsi memperkecil efek quenching, sehingga memungkinkan api hasil pengapian dapat berkembang lebih cepat.

Desain ini menjadi salah satu pengembangan elektroda untuk mendukung proses pembakaran di ruang bakar.

3.Taper Cut, Membuat Pertumbuhan Api Lebih Cepat

Pada busi NGK Iridium IX, terdapat desain ground electrode bernama Taper Cut. Sesuai namanya, bagian ujung elektroda dibuat dengan potongan meruncing. Desain ini memungkinkan pertumbuhan api menjadi lebih cepat dan besar.

Ada 6 Bentuk Ujung Busi Berbeda dari NGK, Ini Fungsinya

Bentuk tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membedakan desain elektroda pada busi Iridium IX dibandingkan bentuk Square maupun Trapezoid.

4.D-Shape, Mengoptimalkan Campuran Udara dan Bahan Bakar

Variasi berikutnya dapat ditemukan pada busi NGK MotoDX, yaitu D-Shape. Desain ground electrode ini dikembangkan untuk membantu menghasilkan campuran udara dan bahan bakar yang lebih sempurna serta mempercepat pertumbuhan titik api.

Karakteristik tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi busi untuk mendukung optimalisasi proses pengapian.

5.PSPE, Menggunakan Tambahan Material Platinum

Berbeda dengan beberapa desain sebelumnya, busi Laser Series dengan teknologi PSPE atau Plug Protected Square Platinum memiliki tambahan tip berbahan platinum pada ground electrode.

Tip platinum tersebut dibuat dengan bentuk memanjang. Desain ini bertujuan meminimalkan kemungkinan misfire akibat efek quenching, sekaligus membantu meningkatkan tenaga pada kendaraan.

Ada 6 Bentuk Ujung Busi Berbeda dari NGK, Ini Fungsinya

Penggunaan material platinum menjadi salah satu karakteristik yang ditonjolkan pada desain ground electrode jenis ini.

6.DFE, Teknologi Double Fine Wire Electrode

Terakhir adalah DFE atau Double Fine Wire Electrode yang juga terdapat pada busi NGK Laser Series. Busi ini menggunakan tip tambahan berbahan platinum yang menempel pada ground electrode. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan tenaga kendaraan dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih baik.

Selain itu, desain DFE juga membantu mengurangi efek quenching dengan kebutuhan voltase yang lebih kecil.

Kenali Bentuk Elektroda, Sesuaikan dengan Kebutuhan Mesin

Dari keenam variasi tersebut, terlihat bahwa pengembangan busi tidak hanya berfokus pada material elektroda, tetapi juga bentuk fisiknya.

Mulai dari Square, Trapezoid, Taper Cut, D-Shape, PSPE, hingga DFE, masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan pengembangan tersendiri dalam mendukung proses pengapian.

Diko Oktaviano dari Niterra Mobility Indonesia menekankan pentingnya memahami karakteristik teknologi busi agar pengguna kendaraan tidak hanya melihat busi dari bentuk fisik atau materialnya, tetapi juga mengetahui fungsi teknologi yang digunakan.

Bagi pemilik kendaraan, mengenali bentuk ujung busi bisa menjadi tambahan pengetahuan saat memilih komponen pengapian. Meski demikian, pemilihan busi tetap harus mengacu pada spesifikasi dan rekomendasi pabrikan kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan mesin.fey