Balap

Diva Gagal Finish, Patricia dan Larasati Terlempar dari 3 Besar

Diva Gagal Finish, Patricia dan Larasati Terlempar dari 3 Besar

JADWALBALAP.COM, SEMARANG – Menembus dominasi pembalap pria di lintasan reli bukan perkara mudah. Namun, bagi Diva Zahra, Patricia Revalina, dan Larasati, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan untuk membuktikan bahwa perempuan juga mampu bersaing di olahraga motorsport.

Bersama SIMPATI Women Rally Team (SWRT), ketiganya telah melewati lima putaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 dengan membawa semangat yang lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan.

Perjalanan mereka musim ini resmi berakhir setelah menyelesaikan putaran kelima di Sirkuit POJ City, Semarang, pada 31 Oktober–1 November 2026. Seri penutup tersebut menjadi gambaran perjalanan SWRT yang penuh tantangan, perjuangan, sekaligus pembelajaran.

Pada putaran terakhir, Patricia dan Larasati berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dengan menempati posisi keempat dan kelima Kelas Wanita.

Sementara Diva harus mengubur harapannya untuk mencapai garis finis setelah mengalami pecah ban pada special stage (SS) keempat. Padahal, performa Diva sejak tiga SS pertama cukup menjanjikan. Insiden tersebut membuatnya gagal menyelesaikan perlombaan, melanjutkan rangkaian tantangan yang juga dialaminya pada dua putaran terakhir.

Meski demikian, keberhasilannya meraih kemenangan di Putaran 2 dan Putaran 3 menjadi pencapaian penting yang mengantarkannya mempertahankan posisi kedua klasemen akhir Kelas Wanita Kejurnas Sprint Rally 2026.

Patricia dan Larasati pun menunjukkan perkembangan yang tidak kalah menarik. Konsistensi mengumpulkan poin sepanjang musim menjadi bukti proses adaptasi dan peningkatan kemampuan keduanya.

Hasil lima besar pada putaran penutup semakin memperlihatkan bahwa pengalaman yang mereka bangun di setiap seri memberikan perkembangan positif.

Namun, bagi Rifat Sungkar selaku founder sekaligus mentor SWRT, pencapaian di lintasan bukanlah satu-satunya tujuan yang ingin diraih. Sejak awal dibentuk, tim ini memang membawa misi yang lebih besar daripada sekadar mengumpulkan trofi dan gelar juara.

Rifat ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk berani mencoba, berkembang, dan berkompetisi dalam olahraga yang selama ini lebih banyak didominasi kaum pria.

Karena itu, setiap penampilan Diva, Patricia, dan Larasati di lintasan merupakan bagian dari upaya membangun inspirasi bagi generasi perempuan berikutnya.

Diva Gagal Finish, Patricua dan Larasati Terlempar dari 3 Besar

“Pada awal pembentukan tim ini, saya sudah menjelaskan bahwa tim ini dibangun bukan semata untuk menjadi juara, melainkan memberi inspirasi dan motivasi kepada kaum wanita untuk turun di arena motorsport, khususnya reli. Selama ini dunia motorsport didominasi pembalap lelaki. Jika pun SWRT mampu meraih prestasi, itu merupakan bonus,” ujar Rifat.

Kehadiran SWRT di Kejurnas Sprint Rally 2026 pun memberikan warna tersendiri bagi persaingan reli nasional. Keberanian tiga pereli wanita tersebut untuk menghadapi karakter lintasan, tekanan kompetisi, hingga berbagai kendala teknis menjadi pesan bahwa kesempatan untuk berprestasi di dunia motorsport terbuka bagi siapa saja.

Rifat juga memahami bahwa reli bukan olahraga yang selalu berjalan sesuai rencana. Kondisi lintasan, faktor teknis, hingga berbagai kemungkinan selama perlombaan bisa mengubah hasil dalam sekejap. Karena itu, konsistensi dan kesiapan menghadapi situasi tak terduga menjadi bekal penting bagi setiap pereli.

“Setiap putaran memiliki tantangan tersendiri. Pereli dan tim paham bahwa mereka harus tetap konsisten dalam setiap putaran. Karena apa pun bisa terjadi di dunia balap,” tambahnya.

Kini, setelah lima putaran Kejurnas Sprint Rally 2026 terlewati, SWRT memiliki banyak catatan untuk dievaluasi sekaligus menjadi modal menghadapi kompetisi berikutnya.

Hasil yang diraih mungkin belum sepenuhnya sesuai harapan, tetapi perjalanan ketiga pereli ini telah memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih penting: keberanian untuk hadir, kemampuan untuk bersaing, dan semangat untuk terus berkembang.

Dengan dukungan Telkomsel melalui brand SIMPATI, SWRT menutup musim 2026 bukan sekadar dengan catatan hasil perlombaan, melainkan sebuah pesan bahwa perempuan juga punya tempat di dunia reli nasional.

Sebab, bagi tim ini, kemenangan terbesar bukan hanya ketika berhasil berdiri di podium, tetapi ketika kehadiran mereka mampu menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani mengambil tantangan di lintasan motorsport.fey