Bengkel

Cukup 10 Menit Test Drive untuk Meminang DFSK E5 Plus

Cukup 10 Menit Test Drive untuk Meminang DFSK E5 Plus

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Mengenal sebuah mobil tidak selalu membutuhkan perjalanan berjam-jam. Terkadang, waktu 10 menit di balik kemudi sudah cukup untuk memberikan gambaran awal mengenai karakter sebuah kendaraan.

Hal itu yang kami rasakan ketika berkesempatan mencoba DFSK E5 Plus di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.

Meski terbilang singkat, kesempatan tersebut cukup menarik untuk mengenal lebih dekat SUV keluarga besutan PT Sokonindo Automobile ini, terutama teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menjadi daya tarik utamanya.

Kami ingin melihat bagaimana kombinasi motor listrik dan mesin bensin bekerja, sekaligus memahami apakah teknologi tersebut relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

DFSK E5 Plus mengusung sistem PHEV yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc. Salah satu hal yang langsung menarik perhatian kami adalah kapasitas baterainya yang mencapai 25 kWh dengan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP).

Berdasarkan klaim pabrikan, baterai tersebut mampu membawa kendaraan melaju hingga 140 kilometer hanya menggunakan tenaga listrik berdasarkan standar pengujian NEDC. Angka ini cukup menarik untuk sebuah SUV keluarga.

Jika melihat kebutuhan mobilitas sehari-hari, seperti perjalanan dari rumah menuju kantor, mengantar anak sekolah, hingga aktivitas dalam kota, jarak tersebut berpotensi mencukupi untuk banyak perjalanan harian tanpa harus menggunakan mesin bensin, selama kondisi baterai memungkinkan.

Namun, daya tarik DFSK E5 Plus tidak hanya terletak pada kemampuan berkendara menggunakan listrik murni. Berbeda dengan Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya mengandalkan baterai, E5 Plus masih memiliki mesin bensin yang menjadi bagian dari sistem penggerak hybrid. Inilah yang membuatnya menawarkan fleksibilitas lebih ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Mesin bensin 1.500 cc yang digunakan menghasilkan tenaga maksimum 68 kW dan torsi 130 Nm. Sementara motor listriknya mampu menghasilkan tenaga puncak 160 kW dengan torsi maksimum 280 Nm. Kedua sumber tenaga tersebut dikelola melalui sistem transmisi e-CVT untuk menyesuaikan kebutuhan berkendara.

Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, menjelaskan mengenai konsep teknologi PHEV yang diterapkan pada DFSK E5 Plus.

Pendekatan ini memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas mesin bensin ketika melakukan perjalanan lebih jauh.

Cukup 10 Menit Test Drive untuk Meminang DFSK E5 Plus

Hal menarik lainnya adalah kemampuan mesin bensin yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga, tetapi juga dapat berperan sebagai pembangkit energi listrik. Ketika kendaraan berjalan dan kapasitas baterai membutuhkan dukungan, sistem hybrid dapat mengaktifkan mesin bensin untuk membantu menghasilkan energi listrik.

Dengan demikian, pengemudi tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal. Mesin bensin dan motor listrik memiliki peran masing-masing untuk menjaga ketersediaan energi sesuai kebutuhan kendaraan.

Untuk mengatur penggunaan kedua sumber tenaga tersebut, DFSK E5 Plus menyediakan empat pilihan Vehicle Mode, yakni Pure Electric, Prefer Electric, Smart, dan Prefer Fuel.

Pure Electric menjadi pilihan ketika pengemudi ingin memaksimalkan penggunaan motor listrik. Mode ini cocok untuk perjalanan dalam kota, terutama ketika kapasitas baterai masih mencukupi.

Berikutnya Prefer Electric, yang tetap mengutamakan tenaga listrik, tetapi memungkinkan mesin bensin bekerja ketika kendaraan membutuhkan tenaga tambahan atau kondisi baterai mengharuskannya.

Sementara itu, Smart menjadi mode yang menarik untuk penggunaan sehari-hari. Pada mode ini, sistem secara otomatis mengatur penggunaan motor listrik dan mesin bensin berdasarkan kondisi berkendara serta kebutuhan energi. Ketika kapasitas baterai menurun, mesin bensin dapat bekerja untuk mendukung sistem hybrid sekaligus membantu menghasilkan energi listrik.

Adapun Prefer Fuel memberikan prioritas lebih besar pada penggunaan mesin bensin dalam strategi pengelolaan energi, sementara motor listrik tetap dapat membantu sesuai kebutuhan.

Empat pilihan tersebut memberikan keleluasaan kepada pengemudi untuk menyesuaikan penggunaan energi dengan karakter perjalanan.

Bagi kami, inilah salah satu keunggulan PHEV yang menarik, karena pengemudi tidak hanya mendapatkan dua sumber tenaga, tetapi juga pilihan untuk mengatur bagaimana keduanya dimanfaatkan.

Selain Vehicle Mode, DFSK E5 Plus juga menyediakan empat Driving Mode, yaitu Eco, Comfort, Sport, dan Snow. Masing-masing memiliki karakter berbeda.

Eco mengutamakan efisiensi, Comfort menawarkan respons berkendara yang lebih halus, Sport memberikan respons lebih agresif, sedangkan Snow dirancang untuk membantu pengendalian ketika melintasi permukaan jalan licin.

Perlu dipahami bahwa Vehicle Mode dan Driving Mode memiliki fungsi berbeda. Vehicle Mode mengatur strategi pemanfaatan sumber energi, sedangkan Driving Mode lebih berfokus pada karakter respons kendaraan ketika dikemudikan.

Keunggulan lain yang membuat E5 Plus semakin fleksibel adalah dukungan pengisian daya eksternal. Sebagai kendaraan PHEV, baterainya dapat diisi menggunakan sumber listrik dari luar kendaraan, bukan hanya mengandalkan mesin bensin dan sistem regenerative braking.

Untuk pengisian daya, DFSK menyediakan konektor AC Type 2 dengan estimasi waktu sekitar 3–4 jam untuk pengisian baterai dari 20 hingga 90 persen. Sementara itu, pengisian cepat menggunakan konektor DC CCS2 diklaim membutuhkan waktu sekitar 20–28 menit untuk pengisian dari 30 hingga 80 persen.

Artinya, pemilik bisa mengisi baterai di rumah menggunakan perangkat pengisian AC yang sesuai. Ketika melakukan perjalanan jauh, fasilitas SPKLU yang mendukung konektor CCS2 juga dapat dimanfaatkan.

Kombinasi ini membuat E5 Plus tidak hanya mengandalkan mesin bensin untuk mempertahankan mobilitasnya. Berbicara mengenai jarak tempuh, DFSK E5 Plus memiliki klaim kemampuan perjalanan gabungan hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC. Angka tersebut merupakan kombinasi penggunaan energi listrik dan bahan bakar bensin.

Jika dikaitkan dengan perjalanan antarkota, kemampuan ini tentu menarik. Sebagai gambaran, perjalanan Jakarta menuju Bali melalui jalur darat dan penyeberangan membutuhkan jarak lebih dari 1.000 kilometer, tergantung lokasi tujuan di Bali dan rute yang digunakan.

Dengan klaim jarak tempuh gabungan hingga 1.400 kilometer, secara teoritis DFSK E5 Plus memiliki kemampuan untuk menjangkau perjalanan tersebut dalam kondisi kendaraan dan penggunaan energi yang sesuai.

Meski demikian, angka NEDC tidak bisa langsung disamakan dengan jarak tempuh aktual. Kecepatan, kondisi jalan, penggunaan AC, beban penumpang, serta gaya berkendara tetap memengaruhi konsumsi energi.

Justru di sinilah keunggulan teknologi PHEV terasa relevan. Ketika kapasitas baterai mulai berkurang, pengemudi tidak harus selalu mencari SPKLU untuk melanjutkan perjalanan. Mesin bensin tetap dapat mendukung sistem penggerak dan pengelolaan energi kendaraan.

Cukup 10 Menit Test Drive untuk Meminang DFSK E5 Plus

Dari sisi akomodasi, DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi enam penumpang. Penggunaan captain seat pada baris kedua memberikan ruang personal yang lebih baik bagi penumpang.

Sementara dimensi bodinya yang mencapai panjang 4.760 mm dengan wheelbase 2.785 mm memberikan proporsi kabin yang mendukung kebutuhan perjalanan keluarga.

DFSK juga membekali E5 Plus dengan teknologi keselamatan dan bantuan berkendara Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Sejumlah fitur yang tersedia antara lain Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Traffic Jam Assist, dan Automatic Parking Assist. Kehadiran fitur tersebut menjadi nilai tambah untuk mendukung pengemudi ketika menghadapi berbagai kondisi perjalanan.

Dari sisi harga, DFSK E5 Plus dipasarkan dengan harga normal Rp499 juta On The Road (OTR) Jakarta. Namun, selama keikutsertaannya di PEVS 2026, DFSK menghadirkan program penjualan khusus berupa diskon pembelian unit, gratis wall charger beserta instalasi hingga panjang kabel 5 meter, serta gratis perawatan berkala selama lima tahun atau 100.000 kilometer.

Penawaran tersebut tentu menjadi nilai tambah bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi dengan teknologi PHEV.

Terlebih, fasilitas wall charger memungkinkan pemilik melakukan pengisian baterai di rumah sehingga pemanfaatan tenaga listrik untuk kebutuhan harian menjadi lebih praktis. Adapun harga transaksi setelah diskon PEVS perlu dikonfirmasi langsung kepada dealer resmi DFSK.

Lantas, apakah teknologi PHEV seperti yang ditawarkan DFSK E5 Plus lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini?

Menurut kami, pendekatan tersebut memiliki potensi yang cukup besar. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia memang terus berkembang, tetapi akses SPKLU belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah.

Di sisi lain, masyarakat masih membutuhkan kendaraan yang dapat diandalkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas perkotaan hingga perjalanan lintas provinsi.

PHEV menawarkan jalan tengah. Pengemudi dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari, tetapi tetap memiliki mesin bensin sebagai pendukung ketika harus menempuh perjalanan lebih jauh. Dengan kata lain, elektrifikasi tidak harus selalu dimulai dengan meninggalkan mesin bensin sepenuhnya.

Meski begitu, efektivitas teknologi ini tetap bergantung pada kebiasaan pemilik. Keunggulan efisiensi akan lebih terasa jika baterai rutin diisi melalui sumber listrik eksternal.

Jika pemilik jarang melakukan pengisian daya, manfaat berkendara menggunakan listrik murni tentu tidak akan maksimal. Biaya pembelian, perawatan dua sistem penggerak, dan ketersediaan fasilitas pengisian di rumah juga perlu menjadi pertimbangan.

Sepuluh menit di balik kemudi memang belum cukup untuk menilai seluruh karakter DFSK E5 Plus secara menyeluruh. Pengujian lebih panjang tetap diperlukan untuk mengetahui performa aktual, kenyamanan suspensi, handling, konsumsi bahan bakar, serta efisiensi penggunaan listrik dalam berbagai kondisi jalan.

Namun, kesempatan singkat di PEVS 2026 setidaknya memberikan gambaran mengenai pendekatan elektrifikasi yang ditawarkan DFSK. E5 Plus tidak sekadar membawa motor listrik dan mesin bensin dalam satu kendaraan, tetapi juga menawarkan fleksibilitas pemanfaatan energi untuk kebutuhan mobilitas yang beragam.

Dengan klaim jarak tempuh listrik hingga 140 kilometer dan jarak gabungan hingga 1.400 kilometer, SUV ini membawa gagasan bahwa kendaraan elektrifikasi dapat menjadi pilihan yang lebih praktis bagi masyarakat yang menginginkan efisiensi perjalanan harian tanpa kehilangan keleluasaan untuk bepergian jauh.

Pada akhirnya, apakah 10 menit cukup untuk meminang DFSK E5 Plus? Waktu tersebut mungkin cukup untuk membuat kami tertarik mengenalnya lebih jauh, tetapi keputusan untuk benar-benar meminangnya tentu membutuhkan pengujian dan pertimbangan yang lebih mendalam.fey