Kalo Ini Mah Mesin V8 Chevrolet Rasa Minang

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Â Modifikasi otomotif tidak selalu berbicara tentang performa mesin, ubahan bodi, atau kemewahan komponen aftermarket. Lebih dari itu, sebuah karya modifikasi juga bisa menjadi medium untuk memperkenalkan identitas budaya kepada dunia.
Inilah konsep yang dihadirkan melalui BMW E93 Passato, karya modifikasi asal Indonesia yang tampil di ajang SEMA Show 2026 di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat, pada 3–6 November 2026.
Mengusung perpaduan budaya Nusantara dan teknologi otomotif modern, BMW Passato milik Ilham Zaki Asari tampil dengan karakter yang berbeda.
Sentuhan Batik Minang menjadi elemen visual utama yang memberikan identitas khas Indonesia, sementara sektor mekanisnya mengandalkan mesin Chevrolet LS3 V8 berkapasitas 6,2 liter.
Perpaduan tersebut menghadirkan dua karakter yang sekilas berbeda, tetapi justru saling melengkapi. Motif tradisional Batik Minang memberikan nilai artistik dan filosofi budaya, sedangkan mesin V8 merepresentasikan kekuatan engineering dan performa modern.
Menariknya, BMW Passato dibangun dari basis BMW 320 E93 lansiran 2010. Namun, mobil ini mengalami transformasi besar melalui pendekatan modifikasi menyeluruh.

Bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga membangun ulang karakter kendaraan dengan sentuhan teknologi dan rekayasa otomotif.
Pada bagian eksterior, motif Batik Minang diaplikasikan menggunakan teknik airbrush dengan material Xirallic berkualitas yang dikerjakan Spider ABCA. Pemilihan warna terinspirasi dari palet era 1990-an, menciptakan tampilan yang memiliki karakter retro sekaligus modern.
Identitas budaya tersebut berpadu dengan penggunaan Pandem body kit dan pelek custom Rotiform. Sementara itu, sistem pencahayaan mengandalkan lampu retrofit kustom dari Pro7, yang semakin mempertegas karakter visual BMW Passato.
Masuk ke sektor performa, perubahan yang dilakukan tidak kalah ekstrem. Mesin standar BMW digantikan dengan Chevrolet LS3 V8 berkapasitas 6.200 cc yang dipadukan Haltech Rebel LS Kit. Tenaga dari mesin tersebut disalurkan melalui transmisi Tremec TR-6060 enam percepatan dengan sistem sequential S1.
Untuk menunjang kebutuhan struktur dan performa, mobil ini menggunakan sasis tubular penuh serta roll cage hasil pengerjaan Lamban Garage. Sistem suspensi cantilever dengan komponen billet turut menjadi bagian dari rekayasa teknis yang diterapkan pada BMW Passato.
Berbagai komponen pendukung lainnya juga disematkan, mulai dari resin coating Wetgloss, Paint Protection Film (PPF) GSWF, hingga fire suppression system dari Racing Fire Killer.
Di balik proses pengerjaannya, BMW Passato merupakan hasil kolaborasi antara coach builder Andre Mulyadi bersama Raindy Igas dari Rain Works.
Proyek ini juga melibatkan sejumlah builder dan mitra aftermarket Indonesia, seperti Musartwork, Tomi Airbrush, Lamban Garage, Garasi Drift, 54 Metal Craft, AirBFT, Sekutomotif, Artmotive Performance, dan Max Performance.
Kehadiran BMW Passato di SEMA Show 2026 menjadi lebih dari sekadar kesempatan memamerkan mobil modifikasi. Karya ini membawa pesan bahwa kreativitas modifikator Indonesia mampu menggabungkan teknologi otomotif global dengan kekayaan budaya lokal.
Pencapaian tersebut semakin diperkuat setelah BMW Passato berhasil masuk dalam jajaran Top 180 SEMA Battle of the Builders 2026, dari ribuan mobil yang mendaftar untuk tampil di ajang tersebut.

Pengakuan ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi industri modifikasi Indonesia di hadapan komunitas otomotif internasional. Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat, Andre Mulyadi, mengatakan bahwa BMW Passato dibawa ke Amerika Serikat bukan hanya sebagai kendaraan pameran, melainkan sebagai representasi kreativitas dan kemampuan engineering anak bangsa.
“Melalui kolaborasi para builder terbaik Indonesia, kami menegaskan bahwa NMAA dan IMI membawa BMW Passato bukan sekadar sebagai kendaraan pameran, melainkan sebagai sebuah panggung kreatif anak Bangsa Indonesia. Di atas panggung inilah dunia dapat melihat langsung perpaduan nyata antara kemampuan modifikasi presisi, keandalan engineering, serta identitas budaya Nusantara yang kami tampilkan menjadi bukti kualitas modifikasi Indonesia kepada komunitas otomotif internasional di SEMA Show 2026,” ujar Andre.
Melalui kampanye NMAA From Indonesia to the World, BMW E93 Passato menjadi gambaran bagaimana sebuah mobil dapat menjadi ruang pertemuan antara budaya, seni, dan teknologi.
Batik Minang tidak hanya menjadi ornamen penghias bodi, sementara mesin Chevrolet LS3 V8 bukan sekadar sumber tenaga.Keduanya menjadi bagian dari satu cerita besar tentang kreativitas Indonesia. Sebuah karya yang membuktikan bahwa identitas lokal tidak harus ditinggalkan untuk bisa tampil di panggung otomotif dunia.fey

