Bengkel

Turing Pakai Motor Listrik TVS IQube S Jakarta-Ciloto No Worry, Hujan Turunan Licin Smooth Banget

Turing Pakai Motor Listrik TVS IQube S Jakarta-Ciloto No Worry, Hujan Turunan Licin Smooth Banget
Turing pakai TVS IQube S nggak takut baterai boros dan irit charging.

Jadwalbalap.com – India tak mau ketinggalan hinggar bingar motor listrik di Indonesia maka muncullah TVS IQube S yang sebenarnya 2024 kemarin sudah muncul dengan banderol 52,9 juta. Motor impor dari negeri Bollywood ini secara desain tak seperti motor listrik pada umumnya yang ramping tapi ini gambot lebih ke arah skuter ala Piaggio.

Bentuk gambot ini memberikan keuntungan, bagasinya aja bisa 32 liter sendiri buat tas ransel dan helm sekaligus. Kami berkesempatan untuk menjajal IQube ini ke arah Ciloto- Puncak tepatnya Grand Aston Puncak (27/2) dari TVS Dewi Sartika Jakarta.

Jarak yang kita tempuh dari Jakarta ke Grand Aston Puncak 101 km dengan waktu tempuh 2 jam 49 menit, IQube S diklaim mampu menempuh jarak 100 km dengan mode Eco sedangkan Power 75 km.

Terlihat tipis-tipis tapi kita tetap nekat untuk tes motor listrik Shah Rukh Khan ini, dari Jakarta posisi baterai 97 % berangkat pagi jam 8. Kondisi jalanan lancar jaya, kami ambil jalur Margonda Depok menuju Bogor.

Terlihat gambot tapi tidak berat itu, handling ringan dan cocok dengan pengendara seperti kami berat 78 kg dan tinggi 172 cm. Tongkrongannya enak di tangan dan manuver kanan kiri tidak kagok, smooth dan tak bergetar.

IQube ini memiliki 2 mode berkendara yaitu Eco dan Power, pertama kita mencoba mode Eco, mentok speed 50-55 km/jam. Terus beralih ke mode Power, ini bisa dibejek 70-78 km/jam tapi konsumsi baterai agak sedikit boros.

Mengenai baterai sendiri IQube ini memakai double battery pack dari LG cells berkapasitas masing-masing 58v, 29,3 Ah dan jika ditotal 116 V.

Turing Pakai Motor Listrik TVS IQube S Jakarta-Ciloto No Worry, Hujan Turunan Licin Smooth Banget
Baterai awet berkat fitur regen pengisian otomatis sewaktu rem di tanjakan dan turunan Ciloto.

Seperti sebelum-sebelumnya kita pernah tes, bahwa motor listrik dengan double baterai lebih mumpuni dan tahan lama. Bahkan pihak TVS memberikan garasi selama 3 tahun jika baterai buatan mereka drop. Klaim lagi bisa di pakai 6,4 tahun alias 117.000 km.

Karena ingin mencoba top speed, mode Power digunakan mulai berangkat sampai ke Bogor. Baterai menyusut 60  %, kami menghabiskan daya  40 % saja. Maka kita lakukan charging pertama di SPKLU Padjajaran kota Bogor dengan charger bawaan dari TVS yang output bisa 11,5 A, termasuk gede ukuran portable charging.

Kita tunggu 1,5 jam baterai naik menjadi 87 % cukup untuk naik ke Ciloto yang jarak tempuh 20 km sisa 1 jam lagi kesana. Kecepatan sesuai dengan brosurnya 0-80  % hanya 4 jam 30 menit, termasuk standar tapi cepat melihat dari double baterai tersebut.

Selain 2 mode tersebut yaitu Eco dan Power, ada satu mode khusus namanya regenerative braking / regen. Fitur ini mengubah energi kinetik menjadi arus daya pengisian dan ini terlihat pada indikator jika kita menurunkan gas maka fitur regen berfungsi untuk mengisi baterai dan ini membuat baterai lebih tahan lama.

Terbukti sampai Grand Aston Puncak hanya berkurang 20 % saja, itupun masih memakai mode Power. Maka kita rubah posisi mode saat kita pulang (28/2), charging dulu di SPKLU Cipayung dengan baterai tidak terlalu full hanya 87 % saja.

Kami asumsikan bahwa kondisi tersebut mampu sampai di Jakarta tanpa charge lagi karena sekarang kami memakai mode Eco yang speed mentok 55 km/jam saja.

Kebetulan kami disambut hujan dan turunan licin, cocok untuk mengetahui seberapa tangguh baterai double milik TVS ini dengan fitur regennya.

Turing Pakai Motor Listrik TVS IQube S Jakarta-Ciloto No Worry, Hujan Turunan Licin Smooth Banget
Charging cepat karena output charger 11,5 A dan 1 jam aja bisa dapat 25 persen.

IQube masih memakai sistem rear hub yang dinamo terhubung langsung dengan roda, uniknya rem belakang masih memakai drum brake bukan cakram.

Hujan deres menerpa kami dalam perjalanan, IQube ini tidak mengalami trouble sama sekali dan sampai Jakarta sisa baterai 28 % saja. Ini termasuk irit menempuh 52 km (start dari SPKLU Cipayung) tanpa charging sama sekali tidak seperti sewaktu berangkat.

Kesimpulan kami, TVS IQube S termasuk tangguh dipakai turing mulai tanjakan, turunan sampai jalanan licin hujan. Performa nggak kaleng-kaleng, worth it dengan harga 53 juta sendiri. Sebenarnya banyak fitur koneksi memakai fitur SmartXconnect tanpa sayang terkendala harus memasukkan nomer mesin yang tak tersedia.

Panduan double baterai dan fitur regen ini bikin kami jatuh cinta, biarpun speed mentok 78 km/jam tapi ini membuat aman nyaman dan tidak kuatir baterai drop atau harus cepat-cepat charging. Nyari motor listrik diajak turing, cobalah TVS IQube S nggak akan nyesal dah. fey