News

Penjualan JETOUR Makin Menyebar ke Luar Jabodetabek, Karakter Adventure Jadi Daya Tarik

Penjualan JETOUR Makin Menyebar ke Luar Jabodetabek, Karakter Adventure Jadi Daya Tarik

JADWALBALAP.COM, TANGERANG – JETOUR T2 mulai menunjukkan pola penjualan yang menarik di pasar Indonesia. Tidak hanya mengandalkan konsumen di wilayah Jabodetabek, SUV bergaya adventure tersebut juga mulai mendapat perhatian dari konsumen di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan karakter geografis berbukit dan pegunungan.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan karakter T2 menjadi salah satu alasan kendaraan tersebut memiliki daya tarik di luar kota-kota besar.

Menurut Ranggy, kebutuhan konsumen di Indonesia terhadap sebuah SUV semakin beragam. Kendaraan tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian di perkotaan, tetapi juga untuk perjalanan antarkota, membawa keluarga, hingga menjangkau wilayah dengan kondisi jalan dan kontur yang berbeda.

“Karakter T2 memang kami arahkan sebagai kendaraan yang bisa menemani berbagai perjalanan. Jadi bukan hanya untuk penggunaan di perkotaan, tetapi juga untuk konsumen yang memiliki aktivitas dan perjalanan dengan karakter yang lebih beragam,” ujar Ranggy saat ditemui media room Jetour di GIIAS (7/8).

Perkembangan tersebut tercermin dari performa penjualan T2 yang terus menjadi salah satu penopang utama JETOUR di Indonesia. Hingga Mei 2026, T2 mencatat wholesale sebanyak 222 unit dan retail sales sebanyak 223 unit dalam satu bulan. Secara kumulatif, T2 juga tercatat memimpin segmen SUV China bermesin bensin selama lima bulan berturut-turut.

Sebelumnya, pada awal 2026, JETOUR juga mengungkapkan bahwa pemesanan T2 telah mendekati 1.000 unit. Distribusi kendaraan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan unit dan jaringan penjualan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Ranggy, penyebaran permintaan tersebut menjadi indikator bahwa karakter SUV adventure mulai diterima oleh konsumen di luar Jabodetabek.

“Yang menarik adalah karakter konsumennya semakin beragam. Tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya. Kami melihat ada konsumen di daerah yang memang membutuhkan kendaraan dengan karakter seperti T2,” katanya.

Wilayah dengan kontur berbukit dan pegunungan menjadi salah satu area yang dianggap sesuai dengan karakter T2. Konsumen di daerah tersebut memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda dibandingkan pengguna kendaraan di kawasan perkotaan dengan kondisi jalan yang relatif datar.

Namun, Ranggy menilai penggunaan T2 di daerah tidak selalu identik dengan aktivitas off-road. Menurutnya, konsep adventure yang ditawarkan JETOUR memiliki cakupan lebih luas.

“Adventure itu bukan berarti harus selalu off-road. Adventure bisa berarti perjalanan keluarga, perjalanan ke luar kota, menuju daerah pegunungan, atau mengeksplorasi tempat-tempat baru,” ujarnya.

JETOUR T2 sendiri dibangun dengan konsep SUV adventure dan menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque. JETOUR menyebut sekitar 80 persen struktur bodinya menggunakan high-strength steel, yang dirancang untuk memberikan tingkat kekakuan struktur sekaligus mendukung kemampuan kendaraan menghadapi berbagai kondisi perjalanan.

Karakter tersebut kemudian menjadi bagian dari filosofi Travel+, yang diusung JETOUR dalam mengembangkan kendaraan-kendaraannya. Kendaraan tidak hanya diposisikan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.

Menariknya, JETOUR kini mulai membawa teknologi elektrifikasi ke model T2 melalui T2 i-DM. Model plug-in hybrid tersebut resmi diperkenalkan di Indonesia melalui ajang GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang.

T2 i-DM menggabungkan mesin bensin 1.5 TGDI dengan sistem elektrifikasi dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Model tersebut memiliki kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 90 kilometer, sementara jarak tempuh kombinasi diklaim dapat mencapai lebih dari 1.200 kilometer.

Di Indonesia, JETOUR memasarkan T2 i-DM dengan harga Rp688 juta on the road Jakarta. Kehadiran T2 i-DM menjadi langkah baru bagi JETOUR untuk menawarkan pilihan kendaraan adventure dengan teknologi plug-in hybrid. Menurut Ranggy, elektrifikasi tidak berarti menghilangkan karakter utama T2 sebagai SUV untuk perjalanan.

“Jadi kami tidak ingin ketika masuk ke elektrifikasi, karakter adventure-nya hilang. Justru kami ingin membawa teknologi baru ini ke kendaraan yang memang punya karakter perjalanan,” kata Ranggy.

GIIAS 2026 juga menjadi momentum penting bagi JETOUR untuk memperkenalkan T2 i-DM secara langsung kepada konsumen Indonesia. Pameran otomotif tersebut berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Selain memperkenalkan produk baru, GIIAS menjadi kesempatan bagi JETOUR untuk mendapatkan respons langsung dari konsumen mengenai teknologi plug-in hybrid yang dibawa T2 i-DM.

Untuk sementara, JETOUR belum mengumumkan angka final pemesanan T2 i-DM selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Dengan pameran yang masih berlangsung hingga 9 Agustus, angka penjualan final selama GIIAS masih perlu menunggu pengumuman resmi perusahaan.

Meski demikian, JETOUR memberikan sejumlah program khusus selama GIIAS. Untuk pembelian T2 i-DM, konsumen mendapatkan pilihan program berupa voucher Paint Protection Film senilai Rp22 juta atau bunga cicilan 0 persen selama satu tahun.

Bagi JETOUR, penjualan selama GIIAS bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pameran juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman konsumen terhadap karakter produk, terutama karena T2 memiliki konsep yang berbeda dari SUV perkotaan pada umumnya.

“Kami ingin konsumen tidak hanya datang, melihat mobil, lalu pulang. Kami ingin mereka memahami produk, mencoba, dan mengetahui bagaimana kendaraan ini bisa sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka,” ujar Ranggy.

Perluasan pasar ke luar Jabodetabek juga membawa tantangan tersendiri bagi JETOUR. Semakin jauh kendaraan dipasarkan ke berbagai daerah, semakin penting pula kesiapan jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan teknisi.

JETOUR saat ini terus memperluas jaringan penjualan dan layanan di Indonesia dengan konsep 4S yang mencakup sales, service, spare parts dan survey.

Bagi konsumen di daerah pegunungan atau wilayah dengan jarak perjalanan antarkota yang cukup jauh, keberadaan layanan purnajual menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli kendaraan.

Ranggy mengatakan JETOUR ingin membangun kehadiran merek secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, bukan hanya berfokus pada kota-kota besar.

“Kami ingin membangun brand ini bukan hanya kuat di kota-kota besar, tetapi juga hadir dan relevan di berbagai wilayah Indonesia,” tuturnya.

Dengan semakin menyebarnya permintaan T2 ke luar Jabodetabek, khususnya dari konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan dengan karakter geografis yang lebih beragam, JETOUR melihat peluang pasar SUV adventure masih cukup besar.

Sementara itu, kehadiran T2 i-DM membuka segmen baru dengan menawarkan teknologi plug-in hybrid tanpa meninggalkan karakter adventure yang selama ini menjadi identitas T2.

Bagi JETOUR, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan momentum penjualan T2, tetapi juga membuktikan bahwa kendaraan dengan karakter adventure dan teknologi elektrifikasi tersebut dapat diterima oleh konsumen Indonesia, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah dengan kontur jalan yang lebih menantang.fey