Kaligua Diserbu Seribu CBR

JADWALBALAP.COM, BREBES – Deru Honda CBR kali ini membawa cerita berbeda. Bukan sekadar melahap aspal dan menuntaskan perjalanan, puluhan komunitas Honda CBR dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di tengah hamparan kebun teh dan udara sejuk kaki Gunung Slamet.
Agrowisata Kebun Teh Kaligua, Brebes, menjadi panggung Jambore Nasional (Jamnas) AHC ke-14 yang digelar Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026.
Bagi CBR Riders Brebes (CRIBS), momen ini terasa lebih spesial. Selain dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus panitia pelaksana agenda tahunan Asosiasi Honda CBR (AHC), gelaran ini juga menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan CRIBS.
Mengusung tema “Ride To The Roots, Camp To Breath” dengan semangat “Satu Motor Seribu Saudara, Kembali ke Alam”, CRIBS membawa konsep Jamnas lebih dekat dengan alam.
Peserta bermalam dengan konsep camping di kawasan Agrowisata Kebun Teh Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, sebuah kawasan wisata dataran tinggi peninggalan kolonial Belanda yang berada di kaki Gunung Slamet.
Sekitar 30 klub dan komunitas di bawah naungan AHC hadir dalam kegiatan ini, ditambah sekitar 20 klub dan komunitas non-AHC dari Brebes serta berbagai wilayah Jawa Tengah.
Sejumlah pengurus nasional AHC juga turut hadir, di antaranya Fahmi, Thomas, Ayit, Adnan, Ikhsan, Dedyse, dan Goerge. Dua hari di Kaligua pun bukan hanya tentang motor. Rolling city dari Kaligua menuju Telaga Ranjeng menjadi salah satu agenda yang mempertemukan para bikers di jalan.

Di sisi lain, semangat berbagi diwujudkan melalui donasi ke Masjid Baitul Hikmah, Paguyangan, serta santunan anak yatim. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sarasehan dan sharing session sebagai ruang bertukar cerita dan gagasan antarkomunitas.
“Acara ini menjadi wadah pertemuan resmi secara nasional bagi anggota AHC di seluruh Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan (brotherhood), baik sesama anggota AHC maupun lintas klub. Sekaligus untuk memperkuat solidaritas dan persatuan antaranggota AHC,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Jamnas AHC ke-14, Risky Khudori.
Di balik suasana santai khas jambore, terdapat agenda penting yang menentukan arah organisasi. Musyawarah Nasional (Munas) AHC digelar dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum.
Hasilnya, Thomas kembali dipercaya memimpin AHC untuk periode 2026-2028. Ini menjadi periode kedua bagi Thomas sebagai Ketum AHC.
Malam puncak kemudian menjadi momen perayaan. Prosesi potong tumpeng dilakukan Ketua Pelaksana dan Ketua Umum CRIBS, didampingi jajaran Dewan Pengurus AHC serta seluruh anggota CRIBS.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Gambyong dan Tari Cucuk Lampah dari Solo, menghadirkan sentuhan budaya di tengah perhelatan komunitas otomotif.
“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa melaksanakan amanah yang dipercayakan kepada kami, Jamnas AHC ke-14 dengan baik meskipun masih banyak kekurangan. Ini menjadi momen bersejarah dan suatu kehormatan bagi CRIBS bisa menjadi tuan rumah Jamnas AHC,” ujar Gabid, Ketua Umum CRIBS.

Bagi Umam, penasihat sekaligus salah satu founder CRIBS, Jamnas kali ini juga menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan usia CRIBS yang genap 10 tahun.
“Jamnas AHC tahun ini selain menjadi ajang temu kangen antaranggota AHC, juga menjadi momentum bagi anggota CRIBS yang sedang merayakan ulang tahun ke-10,” ungkapnya.
Ketika acara berakhir, para peserta kembali menyalakan mesin dan meninggalkan Kaligua. Tenda dibongkar, perlengkapan dikemas, dan rombongan kembali menuju daerah masing-masing. Namun, yang dibawa pulang bukan sekadar barang bawaan.
Ada cerita perjalanan, pertemanan, pengalaman, dan kenangan baru yang lahir dari dua hari kebersamaan.
Karena pada akhirnya, Jamnas AHC bukan hanya tentang Honda CBR. Ia adalah tentang bagaimana sebuah motor mempertemukan banyak orang, kemudian perjalanan mengubah mereka menjadi saudara.
Dan di Kaligua, CRIBS menuliskan satu bab penting dalam perjalanan AHC sekaligus menandai satu dekade perjalanannya sendiri. Satu motor, seribu saudara. Dari jalan, kembali ke alam.fey

