Tampil Gahar, M.Zidane Sapu Bersih Trial Game Dirt 2025 Sidoarjo

JADWALBALAP.COM, SIDOARJO – Di bawah panasnya matahari Sidoarjo yang menyengat, tanah berdebu Lapangan Graha Tirta Waru menjadi saksi bagaimana seorang rider muda menunjukkan taringnya.
Zidane Alnesa, nama yang sudah mulai akrab di telinga para pecinta balap tanah Indonesia, kembali tampil dominan di seri kedua Trial Game Dirt 2025.
Kali ini, bukan hanya soal kemenangan. Ini soal pembuktian — di kandang sendiri, di tengah tekanan ekspektasi, dan di antara deru mesin yang tak kenal ampun.
Zidane datang bukan sekadar berlomba. Ia tampil seperti seseorang yang tahu persis apa yang ingin ia raih. Di kelas FFA Open, dia melibas setiap heat dengan kecepatan dan keteguhan yang tak tergoyahkan. Catatan waktunya di Heat 3 — 2 menit 24.577 detik — berbicara banyak.
Tak ada keraguan, tak ada kompromi. Dengan total 100 poin dari empat heat, Zidane mengunci posisi puncak tanpa memberi ruang kepada lawan-lawannya. Asep Lukman dan Ananda Rigi, dua nama kuat lainnya, harus mengakui keunggulan sang tuan rumah.
Namun Zidane belum selesai. Di Campuran Open, ia kembali menggebrak. Nyaris menyapu bersih poin sempurna, hanya terpaut tiga angka dari angka maksimal.
Meski tubuhnya kecil di antara lintasan yang ganas, aksinya tak bisa dianggap enteng. Dengan torehan 97 poin, dan lagi-lagi waktu tercepat di Heat 3, ia memantapkan diri sebagai jawara sejati Sidoarjo. Lantian Juan dan Asep Lukman hanya bisa membuntuti di posisi dua dan tiga.
“Saya ingin kemenangan ini jadi hadiah untuk semua yang mendukung saya di sini,” kata Zidane, dengan senyum lelah namun penuh kepuasan.
Bagi Zidane, ini lebih dari sekadar podium. Ini tentang rasa memiliki, tentang membela tanah sendiri, tentang menunjukkan bahwa darah juara bisa lahir dari siapa saja — bahkan dari Blitar.
Di luar sorotan utama, pertarungan di kelas Campuran Non-Seeded juga tak kalah sengit. Trafindo Dwi Maherano dan Athaya Sena berbagi angka sama, 42 poin, namun Maherano unggul secara penilaian akhir.
Javier Bhagawanta menyusul dengan selisih satu poin saja. Ketat, cepat, dan mendebarkan — kelas ini memperlihatkan bahwa semangat kompetisi tak mengenal label seeded atau tidak.
Kelas FFA Master juga memberikan suguhan yang solid. Jannal Sung, pembalap tuan rumah lainnya, tampil tenang dan matang.
Ia menyapu dua heat dengan poin penuh, meninggalkan Slamet Bius dan Ervan Adi Kusuma di belakang. Meski tanpa banyak selebrasi, kemenangan Jannal mengukuhkan dominasi rider lokal di seri kali ini.
Di balik layar, Agnes Wuisan dari 76Rider melihat semuanya dengan bangga. “Lintasan Sidoarjo menantang. Tapi para rider justru semakin berani menekan limit mereka di sini,” ujarnya. Ia tahu, kecepatan bukan satu-satunya tantangan — kontrol, nyali, dan keputusan sepersekian detik juga punya peran besar.
Dan karena ini bukan hanya tentang balapan, Trial Game Dirt 2025 juga menebar hiburan di luar arena. Aksi freestyler BMX, kembang api, hingga live performance dari Matheo in Rio membuktikan bahwa ajang ini juga panggung untuk para pencinta adrenaline dan musik bersatu dalam satu atmosfer yang sama: gairah tanpa batas.
Dengan dua seri telah berlalu dan tiga lagi menanti — Bandung, Probolinggo, dan Solo — persaingan menuju gelar juara umum makin mendebarkan.
Zidane memang sedang memimpin dengan poin sempurna, tapi jalan menuju akhir musim masih panjang dan siapa pun yang siap menantang tak akan tinggal diam.
Satu hal yang pasti: musim 2025 ini sedang menyusun kisahnya sendiri, dan sejauh ini, M. Zidane adalah tokoh utamanya.fey

