Inilah Juara Yamaha Sunday Race 2025 Mandalika, Ada Bocah 12 tahun Podium R15

JADWALBALAP.COM, MANDALIKA – Terik matahari Sirkuit Mandalika tak mampu mengalahkan semangat para pembalap muda dan komunitas pecinta balap dalam gelaran Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race 2025.
Ribuan pasang mata menjadi saksi lahirnya para juara baru dalam ajang balap bergengsi yang telah memasuki edisi ke-9 ini, dengan 196 starter yang beradu cepat di 10 kelas berbeda.
Salah satu cerita kemenangan yang mencuri perhatian datang dari Sabian Fathul Ilmi, bocah 12 tahun asal Berau, Kalimantan Timur.
Berkiprah di kelas pembinaan R15 Idemitsu BLU CRU Junior Pro, Sabian tampil konsisten sepanjang akhir pekan. Di race pertama ia finis kedua, namun bangkit dengan performa gemilang di race kedua dan menyabet posisi pertama.
“Saya senang banget bisa menang. Dari latihan sampai balapan saya fokus, karena ingin naik level suatu hari nanti. Yamaha sudah kasih banyak pengalaman buat saya,” ujar Sabian penuh semangat, masih mengenakan racing suit usai turun podium.
Di kelas yang sama, nama Reynaldi Junior dan Afhil Sanjaya juga kembali membuktikan kualitas mereka. Ketiganya pernah bersaing ketat di musim 2024, dan kini bersatu di podium race pertama 2025. Konsistensi mereka menunjukkan bahwa ajang ini benar-benar jadi fondasi pembinaan atlet balap usia dini yang berjenjang dan nyata.
Kemenangan juga diraih oleh nama besar seperti Alfi Husni, yang menguasai kelas R15 Pro di race pertama. Pembalap dari tim Yamaha Yamalube Ziear LFN HP969 MCR RBT34 TheStrokes55 tampil dominan sejak sesi kualifikasi.
Sementara di race kedua, kejutan datang dari pembalap tuan rumah, Aldiaz Aqsal Ismaya dari NTB, yang berhasil membawa pulang kemenangan di depan publik sendiri.
“Saya sudah lama menunggu momen ini. Balapan di Mandalika, menang di kandang sendiri, itu perasaan yang sulit digambarkan,” ujar Aldiaz, tersenyum bangga bersama kru tim Yamaha BAF Yamalube Akai Jaya MBKW2 Racing.
Di kelas baru R3 Pro, pertarungan juga berlangsung seru antara para pembalap muda yang mulai menjajal performa lebih tinggi.
Robby Sakera, yang juga berkompetisi di ajang Asia Road Racing Championship musim ini, keluar sebagai pemenang di race pertama. Sementara race kedua menjadi milik Decksa Almer Alfarezel, pembalap asal Jawa Barat dari tim VMK Racetech Yamaha Kawahara Police Enjoy Ulti-X GS Astra RK.
“Balapan ini jadi ajang yang sangat penting buat kami para rider muda. Belajar banyak tentang atmosfer kompetisi internasional. Yamaha kasih kami panggung yang sangat besar,” kata Decksa.
Tak hanya dari kalangan profesional, panggung juara juga diraih oleh komunitas. Di kelas R25 Comm B, Fernandi Fajar Rahmadi dari YROI Cikarang menorehkan kemenangan luar biasa dalam debutnya. Menghadapi trek licin akibat hujan di race Sabtu, Fernandi tetap fokus dan berhasil meraih podium pertama.
“Pertama kali ikut dan langsung juara. Saya latihan serius untuk ajang ini. Mandalika bukan cuma soal lintasan, tapi soal mimpi,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Yamaha Indonesia tak henti mendorong semangat kompetisi dan pembinaan berjenjang. Johannes B.M.S, Assistant GM CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menekankan pentingnya event ini sebagai wadah tumbuhnya talenta baru dan komunitas balap yang solid.
“Kami bangga melihat para juara baru lahir di sini. Kelas seperti R3 Pro dan R15 Junior Pro dirancang untuk membina sekaligus menyiapkan mereka ke jenjang internasional. Antusiasme komunitas juga luar biasa. Inilah wajah motorsport Yamaha: kompetitif, progresif, dan penuh semangat,” ungkap Johannes.
Keseluruhan event semakin meriah dengan berbagai aktivitas tambahan seperti circuit experience media, Jambore Nasional R Series, sunmori, fun riding competition, hingga hiburan dan kuliner yang menyatu dalam satu perayaan balap. Kemenangan tak hanya dirasakan para rider, tapi juga oleh semua pihak yang datang, baik sebagai peserta maupun penonton.
Ajang Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race 2025 telah usai, namun kisah para juara baru ini akan terus bergema. Mandalika kembali menjadi saksi bahwa mimpi para pembalap muda Indonesia tengah ditenun perlahan, satu putaran, satu podium, satu langkah lebih dekat menuju dunia.fey

