Balap

Selepas Operasi, Diva Geber Ducati Desmo450 Tercepat Ke-2 di Bantir

Selepas Operasi, Diva Geber Ducati Desmo450 Tercepat Ke-2 di Bantir
Selepas Operasi, Diva Geber Ducati Desmo450 Tercepat Ke-2 di Bantir

JADWALBALAP.COM, BANDUNGAN – Debu beterbangan di Sirkuit Bantir, Sumowono, Bandungan, Sabtu siang itu. Trek yang dikenal teknis dan menguras tenaga kembali menjadi panggung pembuktian para pembalap terbaik pada putaran pembuka Cleosa Series Championship 2026.

Di tengah kerasnya persaingan, satu nama mencuri perhatian yaitu Diva Ismayana. Bukan tanpa alasan. Pembalap asal Bali ini baru saja melewati fase yang tidak mudah setelah menjalani dua bulan pemulihan pasca operasi bahu.

Waktu yang bagi sebagian pembalap bisa cukup untuk kembali kompetitif, namun bagi Diva, itu baru permulaan. Bahkan sebelum sesi kualifikasi dimulai, ia baru empat kali kembali menunggangi Ducati Desmo450 MX Factory. Jelas bukan kondisi ideal untuk langsung berbicara banyak di lintasan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Diva tampil impresif. Catatan waktu 1 menit 28,199 detik mengantarkannya ke posisi kedua tercepat. Sebuah hasil yang bukan hanya mengejutkan, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa ia belum habis.

“Masih butuh adaptasi, apalagi habis operasi. Tapi saya senang karena feeling cepat kembali,” ujarnya dengan nada tenang.

Padahal di balik itu semua, ada proses panjang membangun kembali kepercayaan diri dan keberanian untuk kembali memacu motor di trek yang tidak memberi ampun.

Sementara itu di sisi lain paddock Ducati MX Team Indonesia, Hilman Maksum menjalani sesi kualifikasi dengan pendekatan berbeda. Lebih tenang dan penuh evaluasi.

Pembalap asal Cilacap ini mencatatkan waktu 1 menit 30,258 detik dan menempati posisi kesembilan. Bukan hasil terbaiknya, namun juga belum mengecewakan.

Bagi Hilman, kualifikasi bukan akhir melainkan bahan pembelajaran. “Ada beberapa bagian trek yang masih bisa saya tingkatkan. Tapi untuk balapan, saya cukup percaya diri,” katanya.

Sirkuit Bantir memang bukan trek yang mudah ditaklukkan. Karakter teknis, ritme cepat, serta tuntutan konsistensi membuat setiap kesalahan kecil bisa berujung mahal. Namun di situlah kualitas seorang pembalap diuji.

Ducati MX Team Indonesia tampaknya memahami hal tersebut. Manajer tim Johny Pranata melihat hasil kualifikasi ini bukan sekadar catatan waktu, melainkan fondasi untuk membangun performa di hari balapan.

“Progresnya positif. Diva sudah menunjukkan kecepatan, sementara Hilman masih punya ruang untuk berkembang. Ini baru awal,” ujarnya.

Dan memang, ini baru permulaan. Balapan yang akan digelar Minggu menjadi panggung sesungguhnya. Tempat di mana strategi, mental, dan konsistensi diuji dalam kondisi sebenarnya.

Bagi Diva, ini adalah kesempatan untuk menuntaskan cerita kebangkitannya. Bagi Hilman, ini momentum untuk memperbaiki posisi. Dan bagi Ducati MX Team Indonesia, Bantir menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa mereka siap bersaing, bukan sekadar hadir.fey