Debut World Sportbike 2026, Arai Agaska Masih Posisi Buncit

JADWALBALAP.COM, PORTUGAL – Debut selalu menjadi bab paling menantang dalam perjalanan seorang pembalap muda. Hal itulah yang dirasakan Arai Agaska saat menjalani seri perdana World Sportbike 2026 di Sirkuit Portimão Portugal akhir Maret lalu.
Di lintasan yang dikenal teknis dengan kontur naik turun ekstrem tersebut, Arai dihadapkan pada realita keras persaingan level dunia.
Hasil finis posisi 20 pada race pertama dan 23 di race kedua memang belum membuahkan poin, namun lebih dari sekadar angka, akhir pekan itu menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi rider 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat tersebut.
Menggeber Yamaha R7 di ajang internasional bukan perkara sederhana. Adaptasi menjadi kata kunci. Arai masih harus menyatu dengan karakter motor terutama dalam hal pengendalian traksi dan manajemen ban.
Salah satu kendala yang cukup menghambat adalah gejala spin pada ban belakang yang kerap muncul saat akselerasi sehingga membuatnya kehilangan waktu di beberapa sektor krusial.
“Portimão memberi saya banyak pelajaran. Saya jadi lebih memahami karakter Yamaha R7 untuk balapan. Masih butuh banyak latihan agar bisa tampil lebih baik di seri berikutnya,” ungkap Arai.
Tak ingin larut dalam hasil, langkah cepat langsung disiapkan. Arai akan melanjutkan program latihannya di Eropa tepatnya di Sirkuit Misano Italia.
Fokusnya tidak hanya pada peningkatan feeling terhadap motor tetapi juga memperkuat kondisi fisik guna menghadapi intensitas balapan yang tinggi.
Dukungan penuh juga datang dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing YIMM. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan pada seri pembuka sekaligus merancang strategi peningkatan performa di putaran putaran selanjutnya.
“Tahun pertama Arai di World Sportbike sudah dimulai. Kami melihat banyak hal yang bisa diperbaiki. Tambahan latihan di Eropa diharapkan dapat membantu meningkatkan performanya di seri berikutnya,” ujar Wahyu Rusmayadi Manager Motorsport YIMM.
Saat ini Arai menempati posisi ke 26 klasemen sementara tanpa poin. Namun musim masih panjang. Tujuh seri tersisa menjadi kesempatan terbuka untuk bangkit dan membuktikan potensi sebenarnya.
Bagi Arai Agaska Portimão bukan akhir melainkan titik awal dari proses panjang menuju level kompetisi tertinggi. Dengan determinasi adaptasi dan dukungan tim kebangkitan bukan sekadar harapan melainkan target yang sedang dibangun lap demi lap.fey

