Review City Rolling Seres E1: Enteng Banget, Ngebut Jangan

Jadwalbalap.com – Penasaran banget dengan Seres E1 dari dulu, selepas tahun DFSK mengumumkan mobil listrik mungil ini tahun 2023 lalu jadi daya tarik tersendiri.
Keinginan untuk test drive terus membuncah dan akhirnya kesempatan itu datang pihak DFSK Pondok Indah rela meminjam sebiji Seres E1 warna pink.
Bak gayung bersambut, kita gas untuk test drive mulai dari GBK menuju Blok M hingga PIK tujuan akhir. Klaim dari Seres sendiri E1 tipe L ini bisa menempuh 220 km, maka kita uji mampukah melakukan city rolling.
Perjalanan dari Pondok Indah ke GBK, E1 Pinky tidak full charge hanya 180 km tapi cukuplah untuk bisa merasakan sensasi city car imut ini.
E1 ini ada 2 option berkendara yaitu tipe Eco dan Sport, kita mencoba tipe eco terlebih dahulu. Tarikan awal untuk tipe Eco tidak terlalu responsif, dalam arti kita harus menggiring dulu agar bisa akselerasi. Kita bejek pedal gasnya mentok di angka 85 km/jam dan tak lebih.

Penasaran apa segitu aja top speed? Kita ganti ke model sport, sensasi berbeda dirasakan. Lebih responsif dan akselerasi ngebut. Coba digas top speed bisa mencapai 103 km/jam tapi tak berani karena mobil mobil mulai oleng biarpun didalam diisi 4 ekor manusia dengan berat rata 70-80 kg.
Biarpun sistem suspensi depan Macpherson dan buritan Torsion Beam Multilink, kita tak berani geber lebih lanjut karena kestabilan pelek mobil ring 13 mulai mengalami gejala oleng.
Kengerian muncul apalagi double cakram depan belakang tidak terlalu responsif, harus dikocok terlebih dahulu agar mencapai titik pengereman ideal. Jangan coba-coba rem mendadak pakai E1, kepakeman rem butuh jarak.
Ada hal minor yang tak bisa di jelaskan, mengalami 2 kali gejala ngelag, saat awal berangkat pas menyalakan mesin dan mau memindahkan N ke D tidak terjadi apa-apa kayak orang bengong gitu. Kita coba matikan sebentar sekitar 2-3 menit dan dinyalakan kembali baru mau. Ini belum ada penjelasan masuk akal akan hal tersebut, kuatir saja jika itu di jalan raya tapi untung tidak terjadi. Kejadian kedua pas berhenti parkir, masih safety.

E1 ini sendiri tipe penggerak rear wheel dengan motor drive berkekuatan 30 kW dengan penempatan baterai didepan tipe Lithium Iron Phosphate (IP67) dengan kapasitas 16,8 kWh.
Pengetesan yang kita lakukan berikutnya adalah melihat ketangguhan baterai dari E1, tapi selama pengetesan kita sudah bisa menyimpulkan bahwa jika memakai eco maka indikator baterai lebih hemat tapi berkorban speed mentok. Jika memakai model Sport, top speed bisa didapat tapi boros.
Ini kita alami saat sampai di PIK, indikator baterai tinggal 37 %. Kondisi ini cocok untuk melakukan test charge dengan bawaan charge Seres tipe AC.
Sambil kita beristirahat, kita melakukan charge selama 1 jam untuk mengetahui berapa persen kapasitas yang didapat dan pada akhirnya hasil yang didapat 20 persen. Its not bad, quick charge tapi bukan ultra.
Dengan modal 47 % kapasitas baterai, kita percaya diri balik ke DFSK Pondok Indah untuk mengembalikan Seres E1 ini. Perasaan ketar-ketir melanda, apakah mampu sampai tujuan. Apalagi dalam perjalanan berkurang dratis hampir 11 %. Panik nggak?
Nggak dong, tinggal 11 % ini kita mampu selamat sampai tujuan dengan menembus kemacetan Jakarta pas timnas Indonesia vs Australia kick off di GBK.
Kesimpulan Seres E1 ini cocok pekerja 9 to 5, nggak mau ribet cari parkiran dan irit. Tapi ketangguhan Seres Ini belum teruji untuk long distance, sepertinya perlu di test Jakarta-Bandung nih. Tapi dengan catatan, jangan nyalip di tol. Ringan banget nih E1, nggak bahaya tah !. fey

