Mobil Listrik Bisa Off-Road? Ini Rahasia iCAR V23 yang Lagi Jadi Sorotan

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Mobil listrik biasanya identik dengan jalanan kota. Halus, senyap, tapi jarang dianggap tangguh. Tapi anggapan itu mulai berubah sejak hadirnya iCAR V23.
SUV listrik ini mulai jadi perbincangan karena diklaim mampu melibas berbagai medan dari aspal mulus sampai jalur off-road. Rahasianya ada pada satu teknologi: i-SWIFT.
Di balik performanya, iCAR V23 dibangun di atas platform i-SWIFT, sebuah arsitektur kendaraan listrik yang dirancang modular dan adaptif. Semua komponen penting seperti motor listrik, sistem penggerak, hingga sasis dirancang menyatu dalam satu sistem yang bisa menyesuaikan berbagai kondisi jalan. Hasilnya, mobil ini tidak hanya efisien, tapi juga fleksibel digunakan di berbagai situasi.
Salah satu keunggulan yang langsung terasa ada di sektor kaki-kaki. Dengan kombinasi suspensi depan double-wishbone atau MacPherson dan suspensi belakang independent five-link, mobil ini tetap stabil di kecepatan tinggi sekaligus nyaman saat digunakan harian. Menariknya, konfigurasi ini juga mendukung performa saat harus melewati jalur yang lebih ekstrem.
Fitur lain yang mencuri perhatian adalah i-AWD (intelligent All-Wheel Drive). Berbeda dari sistem AWD konvensional, teknologi ini mampu membaca kondisi jalan secara real-time, lalu menyesuaikan distribusi tenaga ke setiap roda secara otomatis.
Sistem ini juga bisa berpindah secara halus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga efisiensi tetap terjaga tanpa mengorbankan performa. Saat jalan licin atau berlumpur, mobil akan langsung beradaptasi tanpa perlu pengaturan manual dari pengemudi.
Dalam penggunaan sehari-hari, iCAR V23 tetap menghadirkan karakter khas mobil listrik yang halus dan senyap. Namun ketika dibutuhkan, performanya bisa berubah menjadi lebih agresif dan responsif.
Hal ini didukung oleh pilihan mode berkendara yang cukup lengkap, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, hingga Off-Road. Selain itu, tersedia juga mode Individual yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter mobil sesuai preferensi. Semua pengaturan dapat diakses dengan mudah melalui layar sentuh, tombol fisik, maupun perintah suara.
Keandalan platform i-SWIFT juga sudah diuji dalam berbagai kondisi ekstrem, seperti jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam. Dari hasil pengujian tersebut, sistem ini mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, dan presisi handling secara konsisten.
Ini menunjukkan bahwa teknologi yang digunakan bukan sekadar konsep, melainkan sudah siap digunakan dalam kondisi nyata.
Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern.
“iCAR V23 merupakan representasi nyata dari kekuatan platform i-SWIFT yang kami kembangkan. Melalui platform ini, kami menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya fleksibel dan berperforma, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih premium, stabil, dan percaya diri di berbagai kondisi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan teknologi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada kemampuan adaptasi kendaraan di berbagai medan.
Menurutnya, kebutuhan mobilitas saat ini semakin dinamis, sehingga kendaraan listrik harus mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan sekaligus andal dalam berbagai situasi.
Dengan konsep “Born to Play”, iCAR V23 menunjukkan arah baru dalam perkembangan mobil listrik. Tidak lagi hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga menawarkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi di berbagai medan.
Bagi banyak orang yang selama ini meragukan kemampuan mobil listrik di luar jalan perkotaan, kehadiran iCAR V23 bisa menjadi titik balik yang mengubah cara pandang tersebut.fey

