Di Balik Debut T2 i-DM, Jetour Perkuat Layanan Aftersales

JADWALBALAP.COM, TANGERANG – Di tengah persaingan pasar otomotif yang semakin ketat, PT Jetour Sales Indonesia meyakini bahwa keberhasilan sebuah merek tidak hanya ditentukan oleh desain maupun teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kualitas layanan purnajual.
Pesan itu menjadi benang merah yang disampaikan Aftersales Deputy Director PT Jetour Sales Indonesia, Wildan Suyuthi, saat berbicara dalam sesi talkshow di Media Room Jetour pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (31/7).
Di GIIAS 2026, Jetour tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperlihatkan keseriusannya membangun ekosistem kepemilikan kendaraan.
Perhatian pengunjung tertuju pada peluncuran Jetour T2 i-DM, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik serta jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer.
Bersama T2 i-DM, Jetour juga menampilkan lini SUV yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia, yakni Dashing dan X70 Plus, sehingga pengunjung dapat melihat arah pengembangan produk sekaligus layanan purnajual yang disiapkan perusahaan.
Bagi Wildan, hadirnya model baru, khususnya kendaraan elektrifikasi, harus diikuti dengan kesiapan layanan purnajual yang mampu memberikan rasa aman kepada konsumen.
“Kami tidak hanya menghadirkan produk yang kompetitif, tetapi juga ingin memastikan customer mendapatkan rasa nyaman selama menggunakan kendaraan Jetour. Setelah kendaraan diterima pelanggan, di situlah layanan aftersales kami mulai bekerja untuk mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan jaringan dealer yang terus bertambah. Hingga akhir Juli 2026, Jetour telah memiliki 40 jaringan dealer di Indonesia, dengan 24 dealer yang telah beroperasi.
Jaringan ini tidak hanya melayani penjualan kendaraan, tetapi juga menjadi ujung tombak layanan servis, penyediaan suku cadang, serta konsultasi teknis bagi pelanggan. Perluasan dealer menjadi salah satu fokus Jetour seiring meningkatnya populasi kendaraan yang beredar di Indonesia.
Menurut Wildan, rasa percaya diri konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi juga harus dibangun melalui perlindungan yang jelas. Karena itu, Jetour memberikan garansi kendaraan selama enam tahun, sementara khusus komponen utama sistem elektrifikasi pada T2 i-DM, seperti baterai, drive motor, motor controller, dan control system, memperoleh garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Skema tersebut menjadi salah satu bentuk jaminan bagi konsumen yang mulai beralih ke kendaraan berteknologi plug-in hybrid. Tak hanya garansi, Jetour juga menyiapkan program gratis servis berkala selama tiga tahun atau hingga 30.000 kilometer.
Program ini mencakup biaya jasa maupun penggantian komponen perawatan rutin seperti oli mesin spesifikasi 0W-20, filter oli, oil plug, filter udara, dan sejumlah fluida yang diperlukan untuk menjaga performa kendaraan.
“Kami ingin customer menikmati kendaraannya secara menyeluruh. Selama tiga tahun pertama mereka tidak perlu memikirkan biaya servis berkala karena baik jasa maupun beberapa komponen perawatan sudah kami siapkan,” kata Wildan.
Di balik layanan tersebut, Jetour juga memperkuat kesiapan logistik. Perusahaan telah memiliki pusat distribusi suku cadang di Cikarang dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi.
Hingga Juni 2026, gudang tersebut telah menyimpan lebih dari 31.000 item suku cadang untuk mendukung seluruh model yang dipasarkan di Indonesia.
Keberadaan gudang ini diharapkan mampu mempercepat distribusi komponen ke jaringan dealer sehingga proses perbaikan kendaraan dapat dilakukan lebih cepat dan waktu tunggu pelanggan semakin singkat.
Wildan menambahkan bahwa layanan purnajual Jetour tidak berhenti di bengkel. Perusahaan juga menyediakan contact center yang dapat dihubungi pelanggan untuk memperoleh informasi mengenai kendaraan, jaringan dealer, maupun kebutuhan layanan lainnya.
Dalam kondisi darurat, pelanggan dapat memanfaatkan layanan emergency assistance, termasuk bantuan derek (towing), sebagai bagian dari dukungan selama masa kepemilikan kendaraan.
Bagi Jetour, kehadiran T2 i-DM di GIIAS 2026 bukan sekadar memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi. Di balik peluncuran produk tersebut, perusahaan juga ingin menunjukkan bahwa kesiapan layanan purnajual berkembang seiring dengan perkembangan teknologinya.
Dengan jaringan dealer yang terus bertambah, dukungan gudang suku cadang, garansi jangka panjang, hingga program servis berkala gratis, Jetour berharap dapat membangun kepercayaan konsumen sekaligus memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman di pasar Indonesia.fey

