BalapIdola

Diva Ismayana Jajal Ducati Panigale V4 S di Mandalika

Diva Ismayana Jajal Ducati Panigale V4 S di Mandalika

JADWALBALAP.COM, MANDALIKA – Selama ini, Diva Ismayana lebih akrab dengan debu, tanah, pasir, lompatan, dan kerasnya pertarungan di lintasan motocross. Namun, akhir pekan 5-6 September 2026, pembalap Ducati MX Team Indonesia itu mendapat tantangan berbeda dengan menjajal aspal Pertamina Mandalika International Circuit melalui program Ducati Riding Experience (DRE) 2026.

Untuk pertama kalinya, Diva meninggalkan Ducati Desmo450 MX dan mengendarai Ducati Panigale V4 S, superbike yang memiliki karakter jauh berbeda dari motor motocross.

Perpindahan dari tanah ke aspal tentu bukan perkara sederhana. Di motocross, Diva terbiasa menghadapi ruts, bumps, perubahan grip hingga permukaan lintasan yang terus berubah.

Sementara di sirkuit aspal, presisi menjadi kunci, mulai dari titik pengereman, racing line, apex, posisi tubuh hingga kontrol throttle saat keluar tikungan.

Namun, justru perbedaan tersebut menjadi kesempatan bagi Diva untuk memperluas wawasan. Melalui DRE 2026, ia mempelajari berbagai aspek fundamental balap aspal, termasuk posisi tubuh, teknik pengereman, racing line, manajemen kecepatan, kontrol throttle, hingga bagaimana membangun konsistensi dari lap ke lap.

Meski motocross dan balap on-road memiliki karakter berbeda, sejumlah prinsip dasarnya tetap memiliki benang merah. Kemampuan membaca racing line, mengatur pengereman, memindahkan beban motor, menjaga keseimbangan serta mengelola grip merupakan bagian dari kemampuan seorang pembalap yang dapat terus dikembangkan di berbagai disiplin.

Pengalaman tersebut juga menjadi salah satu keuntungan Diva sebagai bagian dari Ducati MX Team Indonesia.  Berada dalam ekosistem Ducati memberinya kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan instruktur maupun pembalap dari disiplin berbeda dan melihat dunia racing dari perspektif yang lebih luas.

Menariknya, performa Diva selama mengikuti DRE bahkan membuka peluang baru. Emilio Zamora, instruktur Diva di DRE 2026, memberikan nilai 9 dari 10 untuk gaya dan teknik menikungnya di kelas EVO.

Kemampuan beradaptasi tersebut mendapat perhatian Carlos Serrano, Head of DRE Asia. Diva berpeluang dipertimbangkan menjadi salah satu instruktur DRE di masa depan.

Diva Ismayana Jajal Ducati Panigale V4 S di Mandalika

Tentu jalan menuju posisi tersebut masih panjang. Diva membutuhkan persiapan dan pelatihan khusus, termasuk pendalaman teknik berkendara di aspal, pemahaman standar keselamatan, kemampuan komunikasi serta pembekalan sebagai instruktur.

Bagi Diva, pengalaman di Mandalika bukan sekadar kesempatan mencoba Panigale V4 S. “Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Sebagai pembalap motocross, saya tidak hanya fokus untuk berkembang di satu lingkungan saja, tetapi juga bisa mendapatkan pengalaman dari dunia balap yang berbeda. Ini menjadi salah satu keuntungan menjadi bagian dari Ducati. Kami bisa belajar, bertukar pengalaman, dan melihat dunia racing dari perspektif yang lebih luas,” ujar Diva.

Ia juga menyadari tidak semua teknik balap aspal bisa langsung diterapkan di motocross. Namun, pengalaman tersebut tetap memberikan banyak pelajaran baru.

“Buat saya, pengalaman mengikuti DRE ini sesuatu yang sangat berbeda dari motocross, tetapi justru di situ saya bisa belajar banyak. Di atas motor dan lintasan yang berbeda, saya jadi bisa melihat banyak prinsip dalam balapan dari sudut pandang lain. Mulai dari posisi badan, pengereman, racing line, sampai bagaimana mengontrol throttle dan menjaga konsistensi,” katanya.

Dari debu motocross ke aspal Mandalika, perjalanan Diva Ismayana menunjukkan bahwa proses menjadi pembalap tidak selalu berhenti pada satu jenis lintasan. Setiap motor, setiap sirkuit, dan setiap pengalaman bisa menjadi tambahan ilmu.

Kini, setelah belajar menjadi rider di lintasan aspal, terbuka pula kemungkinan bagi Diva untuk suatu hari berdiri di sisi lain lintasan sebagai instruktur Ducati Riding Experience.fey