Bengkel

Apa Itu Teknologi Golden REEV iCAR V27 ? Mari Kita Bedah

Apa Itu Teknologi Golden REEV iCAR V27  Mari Kita Bedah
iCar V27 ini layaknya mobil listrik tapi membopong generator charger.

JADWALBALAP.COM, TANGERANG – Di tengah persaingan SUV elektrifikasi pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, satu teknologi baru mulai mencuri perhatian. Bukan sekadar mobil listrik (BEV) atau hybrid (HEV), melainkan Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang diusung iCAR V27.

SUV bergaya boxy tersebut menjadi salah satu debut penting iCAR Indonesia di GIIAS 2026. Kehadirannya bukan hanya menambah pilihan kendaraan elektrifikasi, tetapi juga memperkenalkan pendekatan baru dalam mobilitas yang menggabungkan pengalaman berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas kendaraan bermesin bensin.

Teknologi REEV sendiri masih tergolong baru di pasar Indonesia. Namun di Tiongkok, sistem ini mulai berkembang sebagai solusi bagi pengguna yang menginginkan sensasi mobil listrik tanpa dibayangi kekhawatiran kehabisan daya baterai saat melakukan perjalanan jauh.

Bukan Hybrid, Tapi Mobil Listrik yang Membawa “Pembangkit Listrik”

Sekilas, banyak orang menganggap REEV sama dengan hybrid. Padahal cara kerjanya berbeda. Pada mobil hybrid maupun plug-in hybrid (PHEV), mesin bensin masih dapat menggerakkan roda secara langsung.

Sementara pada Golden REEV milik iCAR V27, roda selalu digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin 1.5 turbo hanya bertugas sebagai generator yang menghasilkan listrik ketika kapasitas baterai mulai berkurang.

Apa Itu Teknologi Golden REEV iCAR V27 Mari Kita Bedah

Dengan konsep tersebut, karakter berkendara tetap identik dengan mobil listrik. Akselerasi terasa instan, distribusi tenaga halus, kabin lebih senyap, namun pengemudi tetap memiliki cadangan energi dari mesin generator ketika harus menempuh perjalanan ratusan kilometer.

“Konsep ini memberikan sensasi berkendara layaknya mobil listrik karena tenaga tetap disalurkan secara instan melalui motor elektrik,” ujar Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCAR Indonesia.

Mengapa REEV Menjadi Solusi?

Salah satu tantangan terbesar kendaraan listrik hingga saat ini adalah range anxiety, yaitu kekhawatiran baterai habis sebelum menemukan stasiun pengisian daya.

Golden REEV mencoba menjawab persoalan tersebut. Saat baterai masih penuh, kendaraan melaju menggunakan tenaga listrik. Ketika daya mulai menipis, mesin bensin otomatis menyala untuk menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan kembali ke baterai.

Artinya, pengemudi tidak perlu menghentikan perjalanan hanya untuk mencari charger.

Menurut iCAR, sistem tersebut memungkinkan V27 menempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam sekali pengisian baterai dan tangki bahan bakar penuh.

Jarak tempuh listrik murninya sendiri mencapai sekitar 200 kilometer, cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian tanpa mengonsumsi bensin.

Performa Tetap Layaknya SUV Premium

Meski menggunakan mesin bensin 1.5 turbo sebagai generator, performa V27 sepenuhnya berasal dari motor listrik. Varian AWD mengusung konfigurasi Three-Motor Electric AWD dengan tenaga sekitar 445–455 PS dan torsi 505 Nm.

Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya sekitar 5,9 detik, sementara sembilan mode berkendara dan sistem i-AWD membuat SUV ini siap menghadapi berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan hingga jalur off-road.

Sudah Dibuktikan Lewat Pengujian Nyata

Sebelum tampil di GIIAS, iCAR lebih dulu memperkenalkan V27 versi setir kanan pada Beijing Auto Show 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi global menuju pasar Asia Tenggara dan Oseania.

Setelah itu, media internasional, termasuk Indonesia, diajak menguji langsung kemampuan V27 melalui perjalanan sekitar 160 kilometer yang mengombinasikan jalan kota, jalan tol, hingga lintasan off-road ekstrem.

Apa Itu Teknologi Golden REEV iCAR V27  Mari Kita Bedah

Pengujian tersebut memperlihatkan bagaimana sistem Golden REEV, i-AWD, serta suspensi mampu menjaga performa dan efisiensi di berbagai kondisi jalan.

Menurut Mark Yang, Country Director iCAR Indonesia, pengujian tersebut memang dirancang untuk menunjukkan bahwa V27 cocok dengan karakter perjalanan masyarakat Indonesia.

“Melalui pengujian langsung bersama media, termasuk dari Indonesia yang memiliki karakter perjalanan jarak jauh seperti mudik, kami ingin menunjukkan bahwa V27 siap secara teknologi dan relevan secara penggunaan. Kombinasi efisiensi, jarak tempuh panjang, dan kapabilitas off-road menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas yang semakin beragam,” ujar Mark Yang.

Berapa Harga iCAR V27?

Di pasar Tiongkok, iCAR V27 dipasarkan mulai 169.800 yuan hingga 196.800 yuan, atau setara sekitar Rp420 juta hingga Rp490 juta (kurs saat peluncuran).

Sementara untuk pasar Indonesia, iCAR belum mengumumkan harga resminya. Tommy Hermansyah mengatakan seluruh spesifikasi dan harga akan diumumkan bertepatan dengan peluncuran resminya di GIIAS 2026.

REEV, Babak Baru Elektrifikasi?

Masuknya iCAR V27 ke GIIAS 2026 menunjukkan bahwa peta elektrifikasi Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya konsumen dihadapkan pada pilihan antara mobil listrik murni atau hybrid, kini hadir teknologi REEV yang berada di tengah-tengah keduanya.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, dengan perjalanan antarkota yang panjang dan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, teknologi ini berpotensi menjadi solusi transisi menuju era kendaraan listrik penuh.

Karena pada akhirnya, Golden REEV bukan sekadar soal menambah jarak tempuh. Teknologi ini menawarkan sesuatu yang selama ini dicari banyak pengguna: pengalaman berkendara layaknya mobil listrik, tanpa harus mengorbankan kebebasan menjelajah hingga ribuan kilometer. fey