Review Jujur Honda CB150X, Turing Jakarta-Purwakarta

Jadwalbalap.com – Sekilas melihat Honda CB150X ini terkesan adventure turing dengan mesin kecil yang hanya berkapasitas 150 cc, basis mesinya sendiri dari CB150R. Masih berpikir apakah ini mampu diajak turing jauh ?
Rasa penasaran itu akhirnya terbayar, pihak Wahana Honda meminjamkan 1 unit Honda CB150X dengan mileage pada odometer digital 2762 km dan pengambilan di Ciputat.
Tergolong masih rendah dan belum lama pemakaiannya, cocok untuk dilakukan pengetesan jarak jauh. Kebetulan trek yang akan dilalui menempuh 112 km dari Jakarta ke Purwakarta tepatnya di Pondok Evita milik om seorang teman yang ikutan turing kali ini(27-28/8).
Penampakan awal CB150X ini terasa gagah dengan warna merah khas honda, tapi terasa janggal dengan tangki yang dikondom dan sok depan yang begitu tinggi.
Klaim mekanik wahana Honda Ciputat isi tangki 9 liter standar CB150X tapi kita isi hanya 7 liter dengan pemakaian pertalite yang oktan hanya 90 saja.

CB150X tergolong jangkung setinggi 1.309 mm ini untuk dikendarai. Tinggi joknya saja 817 mm dan ground clearance 180 mm. Tinggi saya aja hanya 172 cm, itupun masih jinjit kaki dan tidak menampak dengan mulus.
Mungkin CB150X ini cocok untuk pria dengan tinggi 180 cm jika dirata-rata tinggi pria Indonesia antara 165-170 cm saja. Untuk pria pendek sepertinya tidak cocok, apalagi sok depan dari Showa terasa menjulang untuk handling.
Selain tinggi sok, saya agak kurang insecure dengan mesin sendiri. Tipe sport jaman sekarang yang full wave atau memakai pengapian DC dengan sistem injeksi telah menghilangkan kick stater. Termasuk CB150X ini, pure mengandalkan double stater atau eletrik stater.
Jadi aki 12 volt harus benar-benar waras jika tak mau mogok di tengah jalan atau siap-siap bawa charger aki atapun jump stater sebagai cadangan.
Pengecekan sudah selesai tinggal waktunya go, start dari KFC Kalimalang jam 7 pagi lebih dikit kita bertiga cus ke Purwakarta. CB150X berbarengan dengan Honda ADV dan Bajaj 180 untuk melakukan turing.
Dalam perjalanan CB150X ini tidak ada kendala berarti, double stater smooth dan pemasukan gigi pertama lancar jaya. Perpindahan giginya tidak ada gejala gredek atau slip. Selama perjalanan kecepatan yang ditempuh standar 70-80 km, belum mencapai stop speed.
Awal ragu mengendarai CB150X ini, karena model yang tinggi dan sedikit berat menurut saya. Ternyata motor berbobot 139 kg ini tergolong ringan dan fleksibel saat mencoba bergerak maju-mundur. Bahkan balik kanan di parkiran bertumpu pada standar samping sambil mengangkat miring bodi berputar 90°, itu mudah dilakukan.

Termasuk handling tak seberat kukira, untuk akselerasi menyalip mobil atau truk di depan begitu joss tanpa ragu-ragu ngegass. Dimensi CB150X yang punya panjang 2.031 mm dan lebar 796 mm ini sanggup bermanuver dengan lincah.
Dibekali mesin 4 langkah 149 cc, DOHC, 4 katup, pendingin cairan dan 6-percepatan menghasilkan output 11,5 kW (15,6 ps) /9.000 rpm (beda 1 ps lebih rendah dari CB150R) serta torsi 13,8 Nm/7.000 rpm. Alhasil tenaganya responsif dan agresif. Bermanfaat sekali di kemacetan yang membutuhkan momentum bergerak cepat.
Rasio gigi 1,2 dan 3 terasa ‘kasar’ dan rapat di putaran 3.000-4.000 rpm. Honda meracik ulang ECU CB150R Streetfire yang mengutamakan torsi pada CB150X.
Keraguan-keraguan akan CB150X terjawab semua setelah melibas tanjakan arah Kampung Ciseupan-Desa Ciracas yang hampir 90 derajat.
Sokbreker depan begitu anteng, tipe up-side down Showa SFF-BP 37 mm lebih tinggi 30 mm dari CB150R dengan travel ayunan 15 cm (150 mm).
Monosok belakang disetarakan. Jenis progresif 324 mm sroke 20 mm, meski berbeda kerapatan ulir atas dan bawah mengantisipasi ketika beban motor bertambah.

Mesin begitu responsif melibas tanjakan, mau gigi 3 atau 4 naiknya mudah kali tanpa halangan dan CB150X sepertinya cocok untuk adventure offroad biarpun mesinnya kapasitas kecil.
Kamipun landing dengan selamat di Pondok Evita, sebuah villa tengah sawah dan dibawah kaki gunung Parang.
Kesimpulannya CBX150X emang cocok untuk trek offroad atau long trip dengan tinggi badan 180 cm minimal, biarpun masih bisa dibawah itu dengan catatan jinjit kaki. Cocok diajak manuver atau nyelip-nyelip, handling juga kokoh.
Konsumsi BBM tergolong irit, 1 liter pertalite bisa 42 km dan ini dilihat dari indikator digital awalnya 7 bar berkurang 2 bar saja.
Saran dikit, Jika anda pendek wajib pakai sepatu boot ala biker untuk menambah tinggi badan untuk naik CB150X.fey

