Preman Dilarang Naik Motor Listrik Ini, Cewek Only

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, suara mesin mulai tergantikan oleh dengungan halus motor listrik. Bukan sekadar soal teknologi atau tren ramah lingkungan, transformasi ini juga bicara soal peran perempuan yang semakin sentral dalam mendorong perubahan.
Semangat inilah yang dihidupkan dalam Kartini Ride, kolaborasi antara ALVA dan komunitas jurnalis otomotif perempuan Indonesia, OTOladies.
Kartini Ride bukan sekadar konvoi motor. Ia adalah perayaan atas perempuan modern yang kini tak hanya menjadi pengguna, tapi juga pendobrak batas di dunia otomotif.
Mengendarai deretan motor listrik terbaru ALVA—mulai dari ONE XP, CERVO, CERVO Q, hingga model anyar ALVA N3—para jurnalis perempuan ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan hanya urusan teknologi, tapi juga soal gaya hidup yang inklusif, cerdas, dan penuh makna.
“Perempuan hari ini bukan hanya penumpang dalam perubahan, tapi juga pengendara utamanya,” ujar Jennifer Rusli, Public Relations Manager ALVA.
“Kami percaya, adopsi kendaraan listrik akan jauh lebih cepat jika perempuan terlibat langsung—bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai komunikator dan agen perubahan di komunitasnya.”
Rangkaian acara dimulai dari ALVA Experience Center di SCBD, berlanjut dengan riding menyusuri sudut-sudut Jakarta Selatan. Setiap kilometer yang ditempuh, setiap motor yang dikendarai, menjadi simbol dari sebuah langkah baru—perempuan yang percaya diri, peduli lingkungan, dan berani memilih masa depan yang lebih hijau.
Setelah riding, peserta menikmati sesi self-care di salon—waktu jeda yang dirancang untuk merayakan diri mereka sendiri. Dalam kelelahan dan tawa di antara nail art dan perawatan rambut, semangat Kartini terasa nyata: menjadi perempuan seutuhnya, bebas memilih jalannya sendiri, termasuk di belakang kemudi motor listrik.
Salah satu jurnalis OTOladies, Ratih Paramitha Siregar, mengungkapkan apresiasinya, “Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tapi punya makna.
Kami merasa didengar dan dihargai, tidak hanya sebagai jurnalis otomotif, tapi juga sebagai perempuan yang punya visi untuk masa depan lebih bersih dan setara.”
Semangat pemberdayaan ini bukan sekadar acara tahunan. Di baliknya, ALVA telah menjadikan inklusivitas sebagai bagian dari budaya perusahaan.
Saat ini, 18% posisi kepemimpinan ALVA diisi oleh perempuan, dari level strategis hingga operasional. Angka ini bukan target semata, tapi cerminan nyata bahwa keberagaman bukan slogan—melainkan strategi masa depan.
Melalui Kartini Ride, ALVA dan OTOladies ingin menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani tampil, mengambil peran, dan menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik yang tengah tumbuh. Karena masa depan tak hanya tentang teknologi—ia juga tentang siapa yang mengemudikannya.fey

