Bengkel

Pengalaman Jajal Kawasaki KLX 150 SM, Jakarta-Purwakarta PP Hanya 80 ribu Rupiah

Pengalaman Jajal Kawasaki  KLX 150 SM, Jakarta-Purwakarta PP Hanya 80 ribu Rupiah
Konsumsi 1:28, cukup pertalite PP Jakarta-Puwakarta hanya Rp.80.000,-

Jadwalbalap.com – Naik KLX150 SM yang masih tipe karbu bukan injeksi hanya habis 80 ribu PP Jakarta-Purwakarta? Mana mungkin, tapi ini nyata. Ini dibuktikan saat mendapatkan kesempatan untuk menjajal “jatah” dari KMI (Kawasaki Motor Indonesia).

Dengan embel-embel SM yang artinya Supermoto ini untuk mendongkrak daya jual Kawasaki demi menarik konsumen penyuka adventure tapi bisa ngaspal di jalanan. Kebetulan peminjaman unit KLX ini bertepatan touring jalur langit yang diadakan 14-15 Novermber 2024 di Villa Pondok Evita Purwakarta.

Jarak yang akan ditempuh 112 km dari Jakarta dan jika PP total 224 km, total perjalanan lancar 3 jam dan ini cocok untuk ngetest ketangguhan KLX150 SM ini sejauh mana.

Ada sedikit keheranan waktu melihat pertama kali KLX SM ini, tipe sport masih memakai karbu Keihin NCV24 vakum bukan injeksi dan tidak dilengkapi kick stater.

Menurut Imron, staff dari KMI bahwa penggurangan kick stater untuk efisiensi dan dimana sistem kelistrikan DC dapat menjaga kestabilan suplai arus hingga tak membuat aki drop biarpun dibiarkan lama tak dipakai.

Touring Jalur Langit, Rayakan Ultah Plus Sedekah
KLX 150 SM bersama touring jalur langit team, tangguh mengawal jadi sweeper.

Tongkrongan KLX SM ini adventure banget, sangat dinaiki dengan tinggi badanku 172 cm masih terlihat jinjit tapi setelah pantat duduk di sadel otomatis monosok belakang  turun perlahan menyesuaikan berat tubuh hingga telapak kaki menapak sempurna di permukaan aspal.

Perjalanan awal dimulai dari markas KMI di Abdul Muis Jakarta, pengisian bensin pertalite full dengan 50 ribu. Menurut buku manual Kawasaki Ron Bensin yang dianjurkan 91, sedangkan pertalite masih 90. Tapi kita eksperimen, sejauh mana memakai pertalite lebih irit atau tidak.

Start dimulai, meeting point dengan rekan di KFC Kalimalang untuk bareng menuju Purwakarta. Perjalanan mulus biarpun week day, memasuki Cikarang dan Karawang baru saja hujan tidak hambatan.

Mesin 144 cc berpendingan udara ini masih ok digeber tinggi, kecepatan rata-rata masih antara 70-80 km/jam belum mencapai top speednya.

Ujian jalan sebenarnya menuju villa pondok Evita selepas kota Purwakarta, jalanan naik turun dan aspal carut marut.  Sok 35 mm upside down milik Kawasaki ini tidak terjadi bumping malah dibilang smooth, handling juga stabil tak goyah. Melindas jalanan jelek, enteng buat KLX Supermoto ini.

KLX ini memiliki 5 percepatan, kita tak bisa melihat tampilan gear shift di indikator led hanya netral saja. Perpindahan gigi harus dirasakan kaki, khusus tanjakan waktu berpindah gigi 3 terasa agak ngeden berat tapi masih mampu menanjak.

Masih diatasi dengan memainkan gigi 1 atau 2, ini mungkin pengaruh pemakaian pertalite ron 90 dan sejauh ini masih wajar.

Setibanya di pondok evita, indikator bensin turun 4 bar artinya 4 liter pertaliter menempuh 112 km dan jika di bagi hasilnya pemakaian bensin 1: 28. Dilihat konsumsi bahan bakar masih wajar apalagi tidak memakai pertamax.

Pengalaman Jajal Kawasaki  KLX 150 SM, Jakarta-Purwakarta PP Hanya 80 ribu Rupiah
Kombinasi ban tubeless IRC dan pelek Takasago ring 17 anti slip di musim penghujan.

Selanjutnya perjalanan pulang, kita disambut hujan dan ini cocok menguji KLX di kondisi basah apakah ban tubeless IRC kombinasi pelek Takasago ring 17 slip atau tidak.

Kondisi hujan ternyata tak masalah buat KLX, kami tak mengalami slip sewaktu turunan atau tanjakan. Ini juga berkat double cakram yang disematkan depan dan belakang, depan memakai 2 piston sedangkan buritan single piston.

Sejauh ini KLM 150 SM teruji segala kondisi dan tanpa kendala berarti, kesimpulan bahwa Supermoto di bawah 40 juta ini layak dipinang.

Konsumsi bahan bakar tergolong irit, 1:28 ini didapat dari terakhir pulang menghabiskan total 80 ribu dengan pertalite.

Untuk ukuran rata-rata pria Indonesia antara 160-170 masih dijangkau, biarpun awal jinjit tapi setelah diduduki langsung ambles, ini berkat monosok tipe unitrak milik Kawasaki.

Ada catatan sedikit, ada fitur simple tapi berguna yaitu setelan stasioner. Sebelum setelan stationer iini melekat di bodi karbu tapi di Keihin milik KLX ini dihubungkan kabel dan putaran tuas hingga memudahkan menyetel stationer yang diinginkan rider. fey