Terlecut MOLINAS Prabowo, Indomobil eMotor Push TKDN 50 persen

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Gaung Motor Listrik Nasional (MOLINAS) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum baru bagi industri kendaraan listrik nasional.
Di tengah dorongan pemerintah untuk memperdalam kandungan lokal dan membangun kemampuan industri dari hulu hingga hilir, PT Indomobil Emotor Internasional menunjukkan progres dengan mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen.
Capaian tersebut memang belum memenuhi salah satu kriteria MOLINAS yang mensyaratkan TKDN di atas 60 persen. Namun, angka 50 persen menunjukkan Indomobil eMotor telah membangun fondasi produksi lokal sekaligus membuka ruang untuk memperbesar kandungan dalam negeri.
CEO PT Indomobil Emotor Internasional Pius Wirawan mengatakan pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk ke pasar.
Menurutnya, industri juga harus ditopang proses produksi yang melibatkan industri dalam negeri, produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, serta jaringan penjualan dan purna jual yang memberikan kepastian kepada konsumen.
“Bagi kami, membangun ekosistem kendaraan listrik bukan hanya tentang menghadirkan motor listrik. Kami juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan industri dalam negeri, produknya sesuai dengan karakter penggunaan di Indonesia, serta konsumen memiliki akses terhadap jaringan dealer, layanan, dan suku cadang ketika dibutuhkan,” ujar Pius.
Seluruh lini motor listrik Indomobil eMotor saat ini dirakit di fasilitas National Assembler (NA) di Jalan Raya Bekasi KM 18, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Melalui proses perakitan di dalam negeri dan penggunaan komponen lokal, perusahaan mencapai TKDN 50 persen.
Capaian tersebut menjadi penting ketika pemerintah mulai menaikkan standar untuk motor listrik nasional. Selain TKDN di atas 60 persen, pemerintah menetapkan motor yang masuk kategori MOLINAS harus memiliki desain dan engineering yang dikembangkan di Indonesia, menggunakan baterai berbasis nikel, serta memiliki harga yang terjangkau.
Dengan demikian, posisi Indomobil eMotor saat ini belum otomatis masuk MOLINAS. Namun, perusahaan sudah memiliki sejumlah modal penting untuk mengejar standar tersebut, mulai dari fasilitas perakitan domestik, pengalaman panjang Indomobil Group di industri otomotif, hingga jaringan distribusi dan layanan purna jual.
Indomobil eMotor kini memiliki lini produk QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, hingga Tyranno X. Produk-produk tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter penggunaan di Indonesia, mulai dari kondisi jalan, kebutuhan jarak tempuh hingga mobilitas perkotaan.

Di sisi hilir, Indomobil eMotor menyebut telah memiliki 156 jaringan dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dari strategi perusahaan karena adopsi kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan produk, tetapi juga kepastian layanan, perawatan dan ketersediaan suku cadang.
“Tujuan kami adalah menghadirkan kendaraan listrik yang relevan bagi masyarakat Indonesia sekaligus membangun ekosistem yang dapat mendukung konsumennya dalam jangka panjang. Produk, produksi lokal, jaringan dealer, serta layanan purna jual harus berjalan bersama agar kendaraan listrik semakin mudah diterima dan digunakan masyarakat,” kata Pius.
Dalam konteks MOLINAS, capaian TKDN 50 persen dapat menjadi pijakan berikutnya bagi Indomobil eMotor, masih harus memperdalam lokalisasi hingga melewati 60 persen sekaligus memastikan aspek desain, engineering dan teknologi baterai memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.
MOLINAS pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menjual motor listrik paling banyak, tetapi siapa yang mampu membangun industri di belakang produk tersebut.
Bagi Indomobil eMotor, TKDN 50 persen menunjukkan langkah itu sudah dimulai. Tantangan berikutnya adalah seberapa cepat perusahaan mampu mendorongnya melewati angka 60 persen dan menjadikan lokalisasi sebagai kekuatan utama produk motor listrik nasional.fey

