Pernah Terbalik di Sirkuit Hidzie, Diva Zahra Extra Hati-Hati

JADWALBALAP.COM, SUKABUMI – Di balik helm dan balutan racing suit-nya yang penuh logo sponsor, Diva Zahra tampak tenang namun bersemangat. Akhir pekan ini, ia bersiap menutup musim balapnya di Putaran Pamungkas Kejurnas Sprint Rally 2025 yang berlangsung di Sirkuit Hidzie, Cikembar, Sukabumi.
Bagi Diva, lintasan ini bukan sekadar tempat balapan, melainkan arena pembuktian dan pembelajaran penting dalam perjalanan kariernya.
Sirkuit Hidzie dikenal memiliki karakter menantang. Terletak sekitar 145 kilometer dari Jakarta, lintasan sepanjang enam kilometer ini berada di kawasan perbukitan dengan kontur naik turun, dipenuhi tikungan bertubi-tubi dan pandangan terbatas di banyak titik crest.
Kondisi itu membuat setiap pereli harus memiliki akurasi tinggi dalam membaca lintasan dan menjaga komunikasi dengan navigator.
“Sirkuit ini menuntut akurasi yang tinggi karena tanjakan-turunan crest dan tikungan yang berurutan. Terlambat sedikit saja dalam membaca pace note bisa berakibat fatal,” ujar Rifat Sungkar, pereli nasional yang juga menjadi mentor Diva selama dua tahun terakhir.
Rifat bahkan menyebut Sirkuit Hidzie sebagai salah satu tempat latihan penting untuk meningkatkan skill teknis muridnya itu. “Kami pernah hampir terguling karena kesalahan kecil di satu tikungan,” kenangnya.
Bagi Diva, pengalaman nyaris terguling di sirkuit yang sama justru menjadi pelajaran berharga. “Di sirkuit ini saya pernah hampir terbalik. Dan itu jadi pelajaran besar buat saya,” ujarnya.
Sejak itu, ia semakin memperhatikan detail setiap pace note dan kondisi lintasan. Bersama navigatornya, Reza alias Eca, Diva kini lebih disiplin dan hati-hati dalam berkomunikasi di dalam mobil.
“Kami membahas setiap tikungan dengan detail. Kalau Kak Eca salah sebut atau saya salah dengar, bisa jadi masalah besar,” tuturnya.
Diva turun di Kejurnas Sprint Rally 2025 dengan dukungan penuh dari Pertamax Turbo, Fastron, dan Telkomsel sebagai sponsor utama, serta Digiroad, Enervon Active, Tekiro, dan Autovision sebagai co-sponsor. Dengan dukungan itu, ia menargetkan hasil maksimal pada putaran terakhir musim ini.
“Saya tahu posisi saya aman untuk jadi runner-up Kelas Wanita, tapi saya tidak ingin sekadar aman. Saya ingin podium,” tegasnya. Ambisi itu bukan hanya soal posisi klasemen, melainkan juga pembuktian diri setelah satu musim penuh perjuangan dan pembelajaran.
Putaran pamungkas di Sirkuit Hidzie menjadi penutup musim yang istimewa bagi Diva Zahra. Di lintasan yang pernah hampir menjatuhkannya, kini ia datang dengan tekad lebih kuat dan fokus yang lebih matang.
Bagi Diva, balapan bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga soal keberanian menjaga kendali dan ketenangan di tengah tekanan.
Di dunia reli yang keras dan penuh risiko, Diva kembali membuktikan bahwa fokus dan determinasi adalah dua hal yang membuat seorang pereli sejati mampu menaklukkan medan seberat apa pun.fey

