Pamer di IMOS 2025, Apa Benar Ion Mobility Diakusisi TVS ?

JADWALBALAP.COM, TANGERANG – Panggung Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 menjadi saksi kebangkitan kolaborasi antara TVS Motor dan Ion Mobility. Di sisi lain booth TVS, tampak satu sosok motor listrik yang langsung mencuri perhatian pengunjung.
ION Mobility M1 S. Motor listrik bergaya modern ini menjadi bukti nyata keseriusan TVS untuk memperluas lini kendaraan listriknya di Indonesia.
Meski belum resmi dijual, M1 S tampil menawan dengan desain ramping dan futuristik. Dari segi performa, motor ini tak kalah menggoda.
Ditenagai motor listrik berkapasitas 12,5 kW dengan torsi 43 Nm, M1 S mampu melesat dari 0 hingga 50 km/jam dalam waktu sekitar 3,7 detik.
TVS memastikan bahwa M1 S akan segera diproduksi secara lokal, sebuah langkah penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Namun di balik gemerlap panggung IMOS 2025, tersimpan kisah menarik tentang perjalanan Ion Mobility. Perusahaan teknologi asal Singapura itu sempat menghadapi masa-masa sulit akibat krisis keuangan yang berlarut-larut. Puncaknya, CEO Ion Mobility James Chan mengumumkan pembubaran perusahaan melalui blog resmi mereka.
Dalam pengumuman tersebut, Chan memastikan bahwa seluruh aset dan kekayaan intelektual Ion Mobility kini resmi diambil alih oleh TVS Motor Company asal India.
“Dengan kesepakatan ini, TVS Motor akan mengambil alih semua aset dan kekayaan intelektual Ion Mobility. Seluruh tim kami juga akan bergabung dengan TVS Motor efektif 1 April 2025,” tulis James Chan. Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan menjabat sebagai Wakil Presiden Senior, sekaligus Kepala ASEAN dan Kepala platform Ion M1-S di bawah grup TVS Motor.
Langkah akuisisi ini menandai babak baru perjalanan Ion Mobility. Setelah sempat berada di ujung tanduk, kini perusahaan tersebut justru menemukan rumah baru yang lebih kokoh di bawah naungan TVS Motor. Dengan dukungan finansial, jaringan global, dan fasilitas produksi TVS, masa depan M1 S tampak semakin cerah.
Kehadiran M1 S di IMOS 2025 tak sekadar menjadi pajangan, tetapi simbol transformasi industri otomotif di Asia Tenggara. Dari sebuah kisah perjuangan startup yang hampir tumbang, kini M1 S berdiri tegak sebagai ikon kolaborasi lintas negara menuju era elektrifikasi yang lebih kuat.fey

