Bengkel

Mobil Listrik Rentan Konslet, Wajib Sedia APAR dan Ini 3 Cara Pakainya

Mobil Listrik Rentan Konslet, Wajib Sedia APAR dan Ini 3 Cara Pakainya
Mobil Listrik Rentan Konslet, Wajib Sedia APAR dan Ini 3 Cara Pakainya

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan berkendara, NETA Indonesia menyertakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai perlengkapan standar di setiap unit mobil listrik NETA V-II dan NETA X.

Fitur ini bukan hanya memenuhi regulasi pemerintah, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem keselamatan aktif, khususnya untuk mengantisipasi risiko kebakaran ringan akibat korsleting listrik atau kondisi teknis lainnya.

Agar pengguna dapat memanfaatkan APAR dengan tepat, berikut tiga langkah utama dalam penggunaan APAR di mobil listrik NETA:

1.Temukan dan Ambil APAR di Dashboard

Letak APAR di kendaraan NETA berada di laci dashboard sisi penumpang depan (sebelah kiri). Penempatan ini dirancang untuk memudahkan akses saat kondisi darurat, tanpa mengganggu kenyamanan penumpang.

Saat terjadi situasi darurat seperti munculnya percikan api atau panas berlebih, pengemudi atau penumpang dapat langsung membuka laci tersebut dan mengambil APAR untuk penanganan awal.

2.Periksa Kondisi APAR Sebelum Penggunaan

Setelah APAR diambil, pastikan bahwa tabung masih dalam kondisi baik. Periksa segel pengaman untuk memastikan alat belum pernah digunakan.

Selain itu, cek juga tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada badan tabung. Umumnya, masa pakai APAR adalah hingga 8 tahun sejak tanggal produksi.

Jika APAR dalam kondisi layak pakai, lepaskan segel berwarna kuning yang ada di bagian atas tabung untuk mempersiapkan alat sebelum digunakan.

3.Gunakan APAR dengan Aman dan Tepat Sasaran

Setelah segel dilepas, tekan katup merah di bagian atas tabung untuk mulai menyemprotkan media pemadam. Pastikan bubuk atau asap putih keluar, sebagai tanda APAR bekerja dengan baik. Arahkan semprotan langsung ke sumber api ringan, terutama pada bagian dasar api.

Lakukan dengan posisi stabil dan tetap tenang untuk memaksimalkan efektivitas pemadaman. Setelah situasi terkendali, sangat disarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau otoritas setempat untuk penanganan lanjutan yang menyeluruh.

Raditio Hutomo, After Sales Director PT Neta Auto Indonesia, menekankan bahwa penggunaan APAR ditujukan sebagai tindakan awal saat terjadi kondisi darurat di dalam kendaraan, seperti munculnya panas berlebih atau api ringan.

Namun, ia mengingatkan bahwa APAR bukanlah solusi utama, melainkan penanganan pertama yang perlu segera disusul dengan bantuan dari pihak berwenang.

Ia juga mengingatkan agar pemilik kendaraan menghindari modifikasi kelistrikan yang tidak sesuai standar, seperti pemasangan sistem audio, GPS, atau lampu tambahan tanpa rekomendasi resmi dari NETA.

Menurutnya, tindakan seperti ini dapat meningkatkan risiko korsleting listrik serta membatalkan garansi kendaraan.

Dengan memahami dan mempraktikkan tiga langkah penting di atas, konsumen NETA dapat meningkatkan kesiapan menghadapi risiko kebakaran ringan secara lebih sigap dan bertanggung jawab.

APAR bukan hanya pelengkap, tetapi juga bagian dari standar keselamatan tinggi yang diusung oleh NETA Indonesia dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.fey