Kupprum URB-X Ajak Kamu Offroad atau Nyelip Gang Tanpa Suara

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Di tengah riuh kota Metropolitan yang panas sore itu, sebuah motor listrik berwarna hitam matte meluncur perlahan menuju panggung. Sorot lampu menyoroti bodinya yang ramping, dengan bidang datar di sisi kiri-kanan yang tampak seperti undangan terbuka untuk dicoret, ditempeli stiker, atau dihias sesuka hati.
Inilah URB-X, motor listrik modular karya Kupprum Teknik Dinamika, produsen otomotif asal Surabaya, yang pertama kali diperkenalkan kepada publik di ajang GIIAS 2025 dan kini resmi siap diproduksi massal.
“Ini momen besar buat kami. Tahun lalu kami baru perkenalkan URB-X sebagai konsep. Sekarang, setelah proses homologasi sukses, kami siap memproduksinya dalam skala besar,” kata Ian Laksmana, CEO Kupprum Teknik Dinamika, membuka acara peluncuran.
URB-X dirancang untuk menjadi motor yang fleksibel, efisien, dan penuh gaya. Ada tiga varian yang ditawarkan: standar untuk komuter harian, versi box carrier untuk logistik mikro, dan tail delete untuk mereka yang mengutamakan tampilan minimalis.
Desain modular ini memungkinkan bagian belakang motor diganti sesuai kebutuhan, dari membawa barang dagangan hingga sekadar tampil gaya di kafe.
Performa mesinnya terbilang impresif untuk kelas motor listrik perkotaan. Mengandalkan motor listrik berdaya 2,4 kW dengan torsi puncak 120 Nm, URB-X mampu melaju mulus di jalanan kota yang padat sekalipun.
Kecepatan maksimumnya mencapai 70 km/jam, dengan jarak tempuh hingga 90 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Baterai lithium-ion berkapasitas 2,4 kWh yang digunakan dapat diisi dari kosong hingga penuh hanya dalam tiga jam menggunakan charger standar.
Dimensi motor ini dibuat ringkas: panjang 1.850 mm, lebar 680 mm, dan tinggi jok 760 mm—cukup rendah untuk mayoritas pengendara. Bobotnya hanya 85 kilogram, membuatnya ringan dan mudah dikendalikan, bahkan di gang sempit atau parkiran padat.
Suspensi depan teleskopik dan belakang ganda memastikan kenyamanan di jalan bergelombang, sementara rem cakram di kedua roda memberikan daya henti yang responsif.
Ian menyebut bahwa URB-X bukan sekadar kendaraan, melainkan platform mobilitas. Bodi dengan banyak bidang datar didesain agar mudah dipersonalisasi.

“Kami sengaja bikin supaya pengguna bisa tempel stiker, graffiti, atau desain sendiri. Biar motor lo nggak sama kayak punya orang lain,” ujarnya sambil tersenyum.
Kupprum juga memikirkan pasar korporasi dan UMKM. Varian box carrier, misalnya, dirancang untuk pelaku usaha seperti pedagang keliling, kurir paket, atau layanan antar makanan. Dengan biaya operasional yang rendah dan tanpa emisi, motor ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus hemat.
“Kami melihat potensi besar di sektor usaha kecil, bahkan untuk kendaraan patroli di hotel atau pengiriman internal di kampus dan kawasan industri,” tambah Ian.
Tentu saja, Kupprum sadar bahwa perjalanan ini tak mudah. Dengan harga sekitar Rp 25 juta, URB-X harus bersaing ketat dengan motor BBM 125cc yang harganya lebih terjangkau, serta merek motor listrik lain yang sudah lebih dulu populer.
Tapi justru di situlah Kupprum percaya diri, karena mereka tidak sekadar menjual motor, melainkan gaya hidup dan fleksibilitas.
URB-X lahir di Surabaya, tapi misinya melampaui batas kota. Ia membawa pesan bahwa mobilitas masa depan bukan hanya tentang efisiensi dan teknologi, tetapi juga tentang kebebasan berekspresi di jalanan.
Sebuah motor yang tak sekadar mengantarkan pengendara dari titik A ke titik B, tapi juga membawa cerita dan karakter yang unik bagi setiap pemiliknya.fey

