Ketika Menemukan Jiwa Neo-Retro Proper di JAECOO J5 EV

JADWALBALAP.COM, TANGERANG – Sebuah SUV listrik tidak selalu harus terlihat futuristis. JAECOO J5 EV justru menunjukkan kemungkinan lain: tetap modern, tetapi diberi sentuhan retro, fungsional, dan personal.
Karakter itu terlihat pada kolaborasi JAECOO Indonesia, 347 Homebreaks, dan NMAA di GIIAS 2026. Bukan modifikasi yang mengejar tampilan ekstrem, melainkan pendekatan yang memperkuat desain asli J5 EV dan menghubungkannya dengan gaya hidup pemilik.
Jika diterjemahkan dari bahasa desainnya, konsep ini menarik disebut neo-retro proper dengan DNA adventure lifestyle.
Retro dari Detail, Bukan dari Bodi
Kekuatan konsep ini justru terletak pada minimnya perubahan terhadap bodi asli J5 EV. Sentuhan seperti velg bergaya rally berwarna cream, ban dengan sidewall tinggi, lampu tambahan bulat Hella, roof rack, serta perlengkapan aktivitas outdoor memberikan nuansa klasik tanpa membuatnya terlihat seperti mobil lama.
Inilah pendekatan neo-retro: teknologi dan desain dasar tetap modern, sementara elemen visual mengambil inspirasi dari kendaraan rally dan utility era sebelumnya.
Velg dan ban menjadi kuncinya. Dibandingkan velg besar dengan ban tipis yang menghasilkan kesan sporty, setup ini memberikan proporsi yang lebih santai, kokoh, dan utilitarian. Lampu bulat Hella kemudian memperkuat sentuhan rally sekaligus memberi fungsi tambahan.
Dari Surfing ke Jalan Kota
Bagi Dendy Darman, Founder 347 Homebreaks, mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari identitas dan gaya hidup.
“Kita terinspirasi awalnya dari surfing, pada saat mobil ini ada, siluetnya pas banget dengan model dan gaya kita. Dan juga mobil ini sesuai dengan kegiatan kita, modelnya outdoor, tetapi masih sesuai dipakai di perkotaan dan di tempat terpencil,” ujar Dendy.

Pernyataan tersebut menjelaskan mengapa J5 EV tidak diarahkan menjadi SUV off-road ekstrem. Karakternya lebih dekat dengan outdoor lifestyle: kendaraan yang digunakan sehari-hari, tetapi siap menemani weekend getaway, bersepeda, surfing, maupun mengeksplorasi destinasi baru.
Karena itu, roof rack dan perlengkapan aktivitas bukan sekadar aksesori pemanis. Semuanya menjadi bagian dari cerita kendaraan.
Proper Bukan Berarti Berlebihan
Di sinilah pendekatan NMAA menjadi penting. Andre Mulyadi, Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat, menekankan bahwa modifikasi proper harus tetap aman digunakan sehari-hari sekaligus mampu merepresentasikan karakter pemilik.
“Modifikasi yang proper itu modifikasi yang aman untuk digunakan sehari-hari dan juga bisa mempersonalisasikan apa yang kita gunakan sesuai dengan styling kita sendiri dan mobilnya di dandanin sesuai dengan personalisasi pemiliknya,” ujar Andre.
Prinsip tersebut membuat konsep J5 EV ini berbeda dari modifikasi yang hanya mengejar efek visual. Tidak perlu widebody ekstrem. Tidak perlu bumper agresif. Tidak perlu stance berlebihan.
Velg yang tepat, ban yang tepat, fitment yang rapi, dan aksesori yang memiliki fungsi sudah cukup untuk mengubah karakter mobil secara signifikan. Hasil akhirnya lebih dekat dengan sebuah special lifestyle edition daripada mobil kontes.
Berapa Biayanya?
Menariknya, konsep neo-retro proper seperti ini tidak harus membutuhkan biaya modifikasi puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Sebagai gambaran, bodykit JAECOO J5 EV Wild Design yang sudah tersedia di pasar aftermarket berada di kisaran Rp16–20 juta, tergantung penjual dan konfigurasi. Salah satu penjual mencantumkan harga Rp19,95 juta, sementara listing lain berada di sekitar Rp16 juta untuk versi belum dicat.
Namun untuk konsep neo-retro proper, bodykit ekstrem sebenarnya tidak wajib. Dengan asumsi menggunakan velg retro 17–18 inci, ban dengan sidewall lebih tebal, lampu auxiliary, roof rack sederhana, beberapa detail eksterior, serta biaya pemasangan dan finishing, budget realistis sekitar Rp35–60 juta sudah cukup untuk membangun karakter yang serupa secara konsep.

Jika ingin dibuat lebih premium, misalnya menggunakan velg custom berkualitas tinggi, ban premium, roof system bermerek, detailing, coating, hingga interior. Anggarannya bisa bergerak ke Rp60–80 juta atau lebih.
Artinya, dengan basis harga J5 EV yang berada di kisaran Rp279,9 juta untuk Standard dan Rp309,9 juta untuk Premium OTR Jakarta pada daftar harga yang tercantum di situs JAECOO, sebuah J5 EV neo-retro proper secara kasar bisa berada di kisaran Rp315–390 juta sebelum memperhitungkan variasi harga aksesori, pemasangan, dan pajak/biaya lain. Angka tersebut tentu merupakan estimasi, bukan paket resmi modifikasi JAECOO.
J5 EV sebagai Kanvas
Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi co-creation JAECOO. Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing JAECOO Indonesia, mengatakan kolaborasi merupakan bagian dari prinsip JAECOO dalam menciptakan karya bersama.
“Prinsip dari Jaecoo sendiri sebenarnya adalah co-creation, selalu melakukan kolaborasi untuk sebuah karya canvas putihnya ada di JAECOO J5, dan kita ingin memberikan inspirasi baru dan tampilan baru dalam JAECOO J5,” ujar Ilham.
J5 EV pun diposisikan sebagai kanvas yang dapat diterjemahkan sesuai karakter pemiliknya Pada kolaborasi ini, terjemahannya adalah lifestyle yang menggabungkan fashion, desain, mobilitas kota, surfing, bersepeda, dan petualangan outdoor.
Neo-Retro Proper dengan DNA Adventure
Dari sisi visual, J5 EV hasil kolaborasi ini memperlihatkan bahwa gaya retro tidak harus berarti meniru mobil klasik secara utuh. Neo-retro menjadi bahasa desainnya,proper menjadi cara eksekusinya dan adventure lifestyle menjadi karakternya.

Formula tersebut membuat J5 EV tetap relevan di tengah kota, tetapi memiliki alasan untuk dibawa keluar dari rutinitas. Sebuah SUV listrik yang bisa terlihat stylish saat digunakan harian, tetapi tidak terasa salah ketika membawa sepeda menuju destinasi akhir pekan.
Pada akhirnya, kekuatan konsep ini justru ada pada kesederhanaannya. JAECOO J5 EV tidak perlu kehilangan identitas untuk tampil berbeda. Dengan personalisasi yang tepat, desain OEM yang sudah kuat dapat menjadi fondasi untuk membangun karakter baru.
Dan dengan kisaran modifikasi sekitar Rp35–60 juta, konsep tersebut bukan hanya menarik sebagai mobil display. Secara konsep, ia cukup realistis untuk diterjemahkan menjadi J5 EV milik pengguna sehari-hari stylish untuk kota, fungsional untuk outdoor, dan siap menemani petualangan.fey

