Kenapa Bagong Memilih Hino Sebagai Armada Busnya ? Ini Alasannya

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Di dunia transportasi pariwisata, keandalan bukan sekadar pilihan—ia adalah kebutuhan utama. Bagi PT Bagong Dekaka Makmur, perusahaan otobus asal Malang yang telah melayani ribuan perjalanan di jalur wisata dan AKAP Jawa Timur, memilih kendaraan bukan perkara sepele. Dan di setiap keputusan bisnis penting mereka, nama Hino selalu hadir.
Dalam ajang GIIAS 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Bagong Transport kembali menegaskan komitmennya terhadap Hino dengan pembelian 35 unit bus Hino RM 280 ABS.
Seremoni serah terima yang dilakukan langsung oleh Presiden Direktur HMSI, Takashi Muto, kepada Budi Susilo selaku Direktur Bagong Transport, bukan sekadar penyerahan kunci ini adalah simbol kepercayaan yang telah dibangun dari pengalaman nyata di jalanan.
Budi Susilo menyampaikan alasannya secara lugas. Bagi Bagong, kenyamanan penumpang adalah hal mutlak, dan untuk mewujudkannya, mereka tak bisa asal memilih.
Bus harus tangguh, nyaman, dan bisa diandalkan menempuh perjalanan panjang. Hino telah memenuhi semua kriteria itu selama bertahun-tahun.
Hino RM 280 ABS yang digunakan Bagong telah dilengkapi mesin J08E-WD bertenaga 285 PS dan sudah berstandar emisi Euro 4.
Sistem pengereman ABS, suspensi udara, dan sasis space frame dengan bagasi yang luas menjadi nilai tambah yang sangat krusial untuk operasional pariwisata. Namun lebih dari sekadar spesifikasi, yang membuat Hino unggul di mata Bagong adalah konsistensinya di lapangan.
Menurut Budi, pengalaman membawa banyak pelajaran. Bagong pernah mencoba berbagai merek, namun ketika berbicara soal ketahanan, kemudahan servis, dan dukungan teknis, Hino tetap yang paling siap mendampingi.
Hino tak hanya menjual unit, tetapi hadir penuh dengan Total Support—mulai dari jaringan aftersales nasional, pelatihan sopir dan mekanik, hingga ketersediaan suku cadang yang terjamin.
Dalam perjalanan panjang membangun kepercayaan pelanggan, Bagong tidak ingin mempertaruhkan kualitas layanannya.
Karena itu, mereka memilih Hino bukan karena sekadar nama besar, tetapi karena hubungan yang telah teruji oleh waktu dan jalanan. Kepercayaan itu kini diteruskan lewat tambahan 35 armada baru yang akan memperkuat Divisi Pariwisata Biru.
Sebagaimana yang disampaikan Takashi Muto dalam kesempatan itu, hubungan antara Hino dan Bagong adalah cerminan bagaimana sebuah kemitraan bisa bertumbuh, ketika didasarkan pada kebutuhan nyata dan kepedulian terhadap operasional pelanggan.
Di balik kemudi, di tengah medan menantang dan harapan tinggi dari para penumpang, Bagong tahu mereka tak sendiri—karena ada Hino yang selalu siap mendukung.fey

