Jajal Gelora E si Mobil Travel Listrik di Tol Jakarta-Bandung, Tembus 110 km/jam Anteng-Ateng Aja

Jadwalbalap.com – Ini mah mobil travel tapi listrik, kok listrik? Sejak awal dikenal DFSK, Gelora E merupakan proyek konversi mobil konvesional dialihkan menjadi listrik atau bahasa kerennya EV(Electic Vehicle).
Jadi Gelora E itu mobil travel listrik, dari bentuknya yang kotak dengan dimensi 4.500 mm x 1.680 mm x 2.000 mm (PxLxT) 7 seat dan itu identik mobil travel.
Dan kebetulan sekali DFSK Pondok Indah mau meminjamkan sebagai Media Official Car untuk di tes, pas momennya karena kita akan menghadiri GIIAS 2024 Bandung. Paduan yang pas untuk menjajal mobil travel listrik yang diklaim bisa menempuh 300 km ini.
Start awal di stasiun Pasar Minggu, sekalian angkut 1 crew from Depok untuk join. Masuk ke ruas tol MBZ, Cikampek terus Cipularang dan dari sini kita charge pertama menggunakan SPKLU PLN.
Gelora E ini memakai tipe charge CCS type 2 yang dimana bisa AC dan DC, maka pemilihan charge ke arah DC agar lebih cepat.
Memakai baterai tipe lithium kapasitas 42 kWh mampu menyalurkan tenaga ke motor yang menempel di poros roda belakang.

Cara charge mudah cukup bayar 50 ribu pakai Gopay dengan perantara Aplikasi PLN Mobile (ini wajib punya dan verifikasi), kita tunggu 45 menit dengan daya pengecasan 28 Kwh. Tinggal kita untuk Ishoma, baterai sudah full 80 persen.
Kesempatan ini saya ganti driver dengan teman, ini merasakan sensasi joki mobil travel listrik di atas aspal Tol. Sewaktu merasakan pertama kali, kompartemen depan begitu lega dengan tingginya saya 172 cm tidak membungkuk dan kaki pas di pedal.
Sewaktu di gas, sangatlah responsif hingga jadi semangat untuk ngegass. Tujuan akhir tol Pasir Koja, saya mencoba gas lebih hingga menyentuh 110 km/jam. Awalnya pesimis bahwa mobil travel jadi-jadian ini bisa ngebut tapi ini bisa.
Asyiknya lagi kestabilan sok dan ban kokoh tidak goyang, 3 ekor penumpang tertidur dan tak terasa di gass 110 km/jam masih anteng-ateng aja.
Tapi ada hal perlu di waspadai yaitu masalah rem, agak terlalu dalam dan tidak dianjurkan untuk rem mendadak dan harus ambil jarak. Wajib di kocok dulu untuk mendapatkan titik pengereman tepat.
Masalah itu bisa diatasi dengan mengubah posisi mode kecepatan D ke E, disini terdapat semacam engine break jika berada turunan. Kombinasi mode E dan rem dikocok, Gelora E aman jaya.

Secara overall, Gelora E ini layak menjadi mobil listrik atau niaga macam Jakarta-Bandung. Selain itu Irit, ini dibuktikan pas kita balik pulang kita charge full hingga 100 persen sampai tujuan tanpa berhenti.
Nah, ada kejadian unik sewaktu kita charge di PLN Dago. Kita memilih SPKLU tipe ultra fast yang bisa menghasilkan daya 300 kwh. Pas kita charge kok nggak naik-naik, eh ternyata eh ternyata baterai 42 kwh Gelora E tidak kompatibel.
Spek Baterai masih konvesional lithium belum smart, akhirnya cari SPKLU lainya di alun-alun Bandung yang fast charging bukan ultra. Baru bisa ngisi, nunggu 45 menit dari awalnya 50 persen tembus 100 persen.fey

