Ini PSG Bukan SPG, Cantik Di Dalam Ngebut Di Luar

Sementara itu, Kakak Midhi yang merupakan seorang guru sekolah yang juga menyukai motor sport menyampaikan hal yang tidak kalah penting. Secara garis besar disampaikan jika mengendarai motor harus menggunakan apparel yang menunjang untuk keselamatan.
“Untuk kamu yang suka motoran, khususnya untuk kaum wanita kita sebagai wanita boleh juga naik moge. Tapi harus safe, pake helm, jaket, dan harus benar-benar tahu bagaimana teknik berkendara yang baik dan benar.”
Ketika ditanya alasan menggunakan motor sport, Kakak Midhi berargumen bahwa lebih macho. Dari sisi teknis disampaikan bahwa untuk handling motor genre ini lebih oke untuk city riding atau pun sunmori.
“Dinikmati dalam hal kemampuan bermanuver , khususnya jika digunakan untuk dalam kota dan melibas kemacetan. Alasan menggunakan motor sport karena Aku sendiri lebih suka menikmati belokan dengan catatan permukaan jalannya mulus.” tutup Kakak Midhi.
Satu lagi dari penggagas Power Sport Girls (PGS) adalah Reyfika. Gadis yang sering menggunakan Honda CBR250cc ini secara umum wajib hukumnya memahami dan peduli terhadap keselamatan berkendara sebelum mengendarai motor sport.
baca juga : bawa karet bekas ban dalam ini, berguna saat turing
“Motor sport itu enaknya saat akselerasi dan raungan dari mesinnya keluar. Apalagi aerodinamika motor jenis ini memang dirancang untuk berakselerasi di kecepatan tinggi. Meski demikian jalur yang berbelok pun cukup nyaman dilalui menggunakan motor sport. Yang penting harus safety, khususnya jika di jalan umum dan secara teknis harus memperhatikan ban belakang.” ungkap Reyfika.jbc

