News

Emblem Baru dan E5 Plus, Totalitas DFSK Dalam Dunia EV Masa Depan

Emblem Baru dan E5 Plus, Totalitas DFSK Dalam Dunia EV Masa Depan

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Perubahan industri otomotif menuju era elektrifikasi tidak hanya berbicara tentang teknologi kendaraan, tetapi juga bagaimana sebuah merek membangun identitas dan menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang terlihat dari langkah DFSK dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta(29/10).

Melalui PT Sokonindo Automobile, DFSK memperkenalkan emblem baru khusus lini kendaraan komersial. Pembaruan ini bukan sekadar penyegaran tampilan, melainkan bagian dari upaya perusahaan mempertegas karakter dan diferensiasi produk di tengah perkembangan pasar otomotif Indonesia.

Meski perubahan emblem hanya berlaku untuk kendaraan komersial dan tidak mengubah identitas utama DFSK, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan terus mengembangkan pendekatan merek sesuai karakter masing-masing segmen.

COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, menjelaskan bahwa kendaraan komersial memiliki peran penting dalam menunjang operasional dan keberlangsungan bisnis pelanggan.

“Emblem baru ini menegaskan karakter lini kendaraan komersial DFSK dan membedakannya secara lebih jelas sesuai dengan kebutuhan segmennya. Bagi kami, kendaraan komersial bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian penting dari operasional dan keberlangsungan bisnis pelanggan,” ujar Franz Wang.

Di sisi lain, perkembangan identitas DFSK juga berjalan seiring dengan upaya perusahaan menghadirkan teknologi mobilitas yang semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah DFSK E5 Plus, sebuah SUV elektrifikasi yang merepresentasikan arah pengembangan kendaraan penumpang DFSK di Indonesia.

DFSK E5 Plus mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Teknologi ini memberikan pengalaman berkendara dengan tenaga listrik untuk aktivitas harian, sekaligus mempertahankan fleksibilitas mesin bensin ketika dibutuhkan perjalanan jarak jauh.

Mengandalkan sistem SERES Super Hybrid, DFSK E5 Plus dibekali mesin bensin 1.500 cc empat silinder dengan daya maksimum 68 kW dan torsi 130 Nm.

Sementara motor listriknya mampu menghasilkan tenaga puncak 160 kW dengan torsi maksimum 280 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi e-CVT ke roda depan.

Untuk mendukung kemampuan berkendara listrik, SUV ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas sekitar 25 kWh. Berdasarkan standar pengujian NEDC, E5 Plus diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer menggunakan tenaga listrik murni.

Sementara kombinasi energi bensin dan listrik menghasilkan jarak tempuh gabungan hingga 1.400 kilometer. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama E5 Plus. Pengguna dapat memanfaatkan mode listrik untuk mobilitas sehari-hari, sedangkan sistem hybrid memberikan fleksibilitas ketika melakukan perjalanan antarkota tanpa harus sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik.

Emblem Baru dan E5 Plus, Totalitas DFSK Dalam Dunia EV Masa Depan

Dari sisi dimensi, E5 Plus memiliki panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda 2.785 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang kabin yang lapang dengan konfigurasi enam penumpang.

Menariknya, DFSK menghadirkan captain seat pada baris kedua. Konfigurasi ini memberikan ruang personal lebih luas bagi penumpang, sekaligus meningkatkan kenyamanan ketika melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kenyamanan kabin juga diperkuat dengan ventilated seat pada baris pertama dan kedua, panoramic sunroof, serta pengaturan kursi elektrik.

Untuk kebutuhan hiburan, tersedia layar sentuh utama berukuran 15,6 inci yang menggunakan platform Snapdragon 8155, didukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto serta 13 speaker.

Tidak berhenti pada kenyamanan, DFSK juga membekali E5 Plus dengan berbagai teknologi keselamatan dan bantuan berkendara.

Sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Lane Departure Warning, Forward Collision Warning, Blind Spot Detection, hingga Rear Cross Traffic Alert.

Pengemudi juga mendapatkan dukungan kamera 3D dengan tampilan transparan chassis yang membantu memberikan gambaran kondisi di sekitar kendaraan. Fitur ini berguna ketika bermanuver di area parkir maupun melewati ruang yang relatif sempit.

Untuk kebutuhan pengisian baterai, E5 Plus mendukung pengisian AC melalui konektor Type 2 dengan waktu sekitar 3–4 jam untuk pengisian dari 20 hingga 90 persen. Sementara pengisian DC melalui konektor CCS2 membutuhkan sekitar 20–28 menit untuk pengisian dari 30 hingga 80 persen.

Tersedia pula fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 3,3 kW yang memungkinkan energi dari baterai kendaraan dimanfaatkan untuk memasok perangkat elektronik eksternal. Fitur ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang memiliki aktivitas di luar rumah maupun perjalanan rekreasi.

Pengembangan produk tersebut tidak terlepas dari fondasi industri DFSK di Indonesia. PT Sokonindo Automobile memiliki fasilitas manufaktur di Cikande, Banten, yang mulai beroperasi pada 2017.

Pabrik tersebut mengadopsi teknologi manufaktur modern dengan sekitar 90 persen proses produksi didukung sistem robotik untuk menjaga konsistensi kualitas dan efisiensi.

Keberadaan fasilitas produksi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnis otomotif jangka panjang di Indonesia, sekaligus mendukung kebutuhan pasar yang terus berubah.

Selama PEVS 2026 yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026, DFSK juga menghadirkan program penawaran khusus untuk E5 Plus.

Konsumen berkesempatan mendapatkan gratis perawatan berkala selama lima tahun atau 100.000 kilometer, dengan maksimal 10 kali perawatan dasar termasuk suku cadang dan biaya jasa, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Melalui kehadiran emblem baru dan E5 Plus di PEVS 2026, DFSK memperlihatkan dua sisi pengembangan mereknya. Penguatan identitas menjadi bagian dari strategi membangun karakter produk, sementara inovasi kendaraan elektrifikasi menjadi langkah untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas.

Pada akhirnya, masa depan industri otomotif bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan sebuah merek menghadirkan kendaraan yang relevan, nyaman, efisien, dan memberikan solusi nyata bagi penggunanya.fey