Ducati Kuasai Kejurnas Motocross Klaten, MX1 Nasional Disapu Bersih

JADWALBALAP.COM, KLATEN – Â Pasukan merah Ducati tampil dominan pada Kejuaraan Nasional Motocross 2026 Round 6 di Sirkuit Bokong Semar, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (23/8).
Empat pembalap yang menggeber Ducati Desmo450 MX bukan hanya mampu bersaing di barisan depan kelas MX1 Internasional, tetapi juga mengunci seluruh podium MX1 Nasional. Hasil ini menjadi bukti kuat kompetitifnya Desmo450 MX dalam persaingan motocross nasional maupun internasional.
Diva Ismayana dan Hilman Maksum dari Ducati MX Team Indonesia, M Zidane bersama No Limit Racing Team, serta pembalap Thailand Witsarut Salangam dari Montana MX Team, berhasil menempatkan empat Ducati Desmo450 MX di enam besar klasemen akhir MX1 Internasional. Witsarut finis kedua dengan 40 poin, Diva ketiga dengan 40 poin, Zidane keempat dengan 36 poin, sedangkan Hilman berada di posisi keenam dengan 28 poin.
Dominasi Ducati sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (22/8). Diva menjadi pembalap tercepat dalam sesi time practice atau kualifikasi, sementara Zidane tampil sebagai pemenang qualifying race. Kecepatan tersebut kemudian berlanjut ke dua race utama pada Minggu, meski persaingan di lintasan berlangsung jauh lebih ketat dan diwarnai sejumlah drama.
Pada Race 1, Zidane langsung menunjukkan kecepatannya dengan merebut posisi terdepan dan memimpin balapan. Lewis Stewart dari Australia menjadi pengejar terdekat, sementara Diva dan Witsarut terlibat duel sengit untuk posisi ketiga.
Hilman yang mengawali lomba dari posisi kesembilan juga terus berusaha memperbaiki posisinya di tengah ketatnya persaingan MX1 Internasional.
Zidane sempat mampu menjaga ritme dan perlahan menjauh dari Stewart. Namun, ketika balapan memasuki menit-menit akhir, kesalahan saat memimpin membuatnya terjatuh dan kehilangan posisi pertama.
Stewart mengambil alih pimpinan, sementara Zidane mampu segera bangkit dan melanjutkan balapan hingga finis kedua. Diva mengamankan posisi ketiga, Witsarut keempat, dan Hilman menyelesaikan Race 1 di posisi kedelapan.
Drama berlanjut pada Race 2. Zidane kembali mengawali lomba dengan impresif setelah merebut holeshot dan masuk tikungan pertama sebagai pemimpin, diikuti Diva, Stewart, dan Witsarut. Hilman justru harus keluar lintasan setelah terjebak insiden di tikungan pertama akibat penumpukan sejumlah pembalap yang masuk secara bersamaan.

Pertarungan di depan kembali mempertemukan Zidane dan Stewart. Keduanya terlibat kontak saat melakukan lompatan dan Zidane terjatuh ketika mendarat.
Kerusakan pada Ducati Desmo450 MX miliknya cukup berat sehingga Zidane harus masuk pit lane untuk menjalani perbaikan sebelum kembali ke lintasan dari posisi paling belakang.
“Saya bisa memimpin Race 1 dan Race 2, tetapi sayangnya dua race tersebut berakhir dengan situasi yang berbeda. Di Race 1 saya membuat kesalahan dan di Race 2 terjadi insiden yang membuat motor harus masuk pit,” kata Zidane. Meski kecewa, ia tetap melihat sisi positif dari penampilannya di Klaten karena Ducati Desmo450 MX sudah menunjukkan kecepatan untuk bertarung memperebutkan kemenangan di kelas internasional.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Witsarut untuk mengamankan posisi kedua. Pembalap asal Thailand itu mampu menemukan ritme terbaik dan perlahan menjauh dari Diva yang bertahan di posisi ketiga.
Hilman juga tampil pantang menyerah dengan merangsek dari posisi belakang menuju kelompok tengah, sedangkan Zidane terus mengejar setelah kembali dari pit.
Witsarut akhirnya finis kedua, Diva ketiga, Hilman keenam, dan Zidane ketujuh. Hasil tersebut membuat Witsarut mengumpulkan 40 poin dan menempati posisi kedua klasemen akhir MX1 Internasional, sama dengan koleksi Diva yang berada di posisi ketiga.
Bagi Witsarut, persaingan di Klaten terasa semakin menarik karena ia harus berhadapan langsung dengan tiga pembalap Ducati lainnya di barisan depan.
“Weekend ini berjalan cukup baik buat saya. Persaingan di kelas MX1 Internasional sangat kuat, dan bertarung bersama tiga pembalap Ducati lainnya membuat balapan semakin menarik,” ujar Witsarut. Ia juga mengapresiasi dukungan Montana MX, Ducati Thailand, Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto, Johny, dan seluruh kru yang membantunya sepanjang akhir pekan.
Kekuatan Ducati semakin terlihat di kelas MX1 Nasional. Berdasarkan akumulasi poin Race 1 dan Race 2, Diva Ismayana keluar sebagai juara dengan 47 poin, diikuti M Zidane di posisi kedua dengan 43 poin dan Hilman Maksum di posisi ketiga dengan 36 poin. Dengan hasil tersebut, tiga podium tertinggi MX1 Nasional Round 6 seluruhnya menjadi milik Ducati.
Bagi Diva, hasil tersebut melengkapi akhir pekan positif setelah sebelumnya menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi.
Dua kali finis ketiga di kelas MX1 Internasional juga memperlihatkan konsistensinya sepanjang race utama. Namun, Diva tidak ingin cepat berpuas diri dan mengakui masih ada bagian dari gaya balapnya yang perlu diperbaiki.
“Persaingan di kelas internasional kali ini sangat ketat, jadi bisa finis di posisi ketiga Race 1 dan Race 2 tentu menjadi hasil yang positif. Kami menunjukkan bahwa Ducati Desmo450 MX punya pace untuk bertarung di barisan depan,” kata Diva. Ia menjadikan hasil Klaten sebagai motivasi untuk terus berkembang dan mengejar hasil yang lebih baik pada balapan berikutnya.
Di sisi lain, Hilman harus bekerja lebih keras setelah insiden pada awal Race 2. Dari posisi belakang, pembalap Ducati MX Team Indonesia tersebut perlahan memperbaiki posisi hingga akhirnya finis keenam.
Hasil itu ikut membantunya mengamankan posisi keenam klasemen MX1 Internasional dengan 28 poin sekaligus podium ketiga MX1 Nasional.
“Perjuangan kali ini memang tidak mudah karena banyak pembalap dengan level dan pengalaman yang sangat tinggi,” ujar Hilman. Menurutnya, setelah insiden di awal Race 2, kunci utamanya adalah tetap tenang dan fokus pada balap sendiri sambil mencari cara menjaga pace. Hasil yang belum maksimal itu justru menjadi pengalaman untuk menghadapi seri berikutnya.
Jimmy Budhijanto, Team Principal/Owner Ducati MX Team Indonesia, melihat hasil Klaten dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan empat Ducati Desmo450 MX masuk enam besar MX1 Internasional menjadi semakin penting karena motor tersebut dibawa oleh tiga tim berbeda.

“Ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang kecepatan dan kemampuan para pembalap Ducati untuk menghadapi persaingan internasional,” ujar Jimmy.
Jimmy menilai Diva, Hilman, Zidane, dan Witsarut telah menunjukkan karakter serta fighting spirit sepanjang akhir pekan. Baginya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Ducati Desmo450 MX semakin kompetitif dan memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional, bukan hanya mengandalkan performa satu pembalap atau satu tim.
Klaten akhirnya menjadi panggung penting bagi Ducati Desmo450 MX. Setelah menguasai kualifikasi dan qualifying race, empat pembalap Ducati kembali menunjukkan kecepatan dalam dua race utama hingga seluruhnya masuk enam besar MX1 Internasional.
Di kelas MX1 Nasional, dominasi tersebut bahkan mencapai level sempurna dengan tiga pembalap Ducati mengisi P1, P2, dan P3. Bagi pasukan merah, hasil di Sirkuit Bokong Semar bukan sekadar soal tiga podium nasional atau empat pembalap di enam besar internasional.
Klaten menunjukkan bahwa Ducati Desmo450 MX telah memiliki kombinasi kecepatan, konsistensi, dan daya saing yang mampu membawa beberapa pembalap dari tiga tim berbeda bertarung di barisan depan. Setelah akhir pekan yang begitu kuat, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut hingga seri-seri selanjutnya.fey
Hasil Akhir MX1 Internasional
1.Witsarut Salangam – P2 | 40 poin
2.Diva Ismayana – P3 | 40 poin
3.M Zidane – P4 | 36 poin
4.Hilman Maksum – P6 | 28 poin
Hasil Akhir MX1 Nasional – Round 6
1.Diva Ismayana – P1 | 47 poin
2. M Zidane – P2 | 43 poin
3. Hilman Maksum – P3 | 36 poin

