Daswar Marpaung : Sportainment Jadi Magnet Optimis Otomotif di IIMS 2026

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – IIMS 2026 kembali hadir di tengah dinamika industri otomotif yang bergerak cepat dan penuh tantangan. Transisi menuju elektrifikasi, perubahan perilaku konsumen, hingga tekanan ekonomi global menjadi latar belakang penyelenggaraan Indonesia International Motor Show tahun ini.
Namun bagi Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, satu hal justru harus terus dijaga, yaitu optimisme.
Optimisme tersebut menjadi benang merah yang selalu diusung Daswar dalam setiap penyelenggaraan IIMS. Ia memandang IIMS bukan sekadar agenda tahunan atau pameran kendaraan, melainkan momentum strategis untuk menjaga denyut industri otomotif nasional agar tetap hidup, relevan, dan memiliki harapan ke depan.
“Memang 2026 menjadi tahun yang menantang, namun justru di saat seperti inilah optimisme harus terus dijaga,” ujar Daswar.
Selama lebih dari satu dekade, IIMS telah berkembang menjadi cermin kondisi industri otomotif Indonesia. Ketika pasar berada dalam fase pertumbuhan, IIMS tampil megah. Saat industri menghadapi tantangan, IIMS justru bertransformasi.
Pada 2026, transformasi tersebut terlihat semakin nyata melalui perluasan area pameran hingga 156.170 meter persegi dan kehadiran lebih dari 180 merek otomotif dan industri pendukung.
Bagi Daswar, langkah ini bukan semata ekspansi fisik, melainkan bentuk kepercayaan terhadap masa depan industri. IIMS dihadirkan sebagai ruang yang mempertemukan seluruh ekosistem otomotif, mulai dari produsen, konsumen, komunitas, institusi negara, hingga generasi muda, dalam satu momentum bersama.
Perubahan cara pandang masyarakat terhadap pameran otomotif juga menjadi perhatian Daswar. Ia melihat pengunjung kini tidak lagi hanya datang untuk melihat mobil dan motor terbaru, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih luas, interaksi yang lebih dekat, serta hiburan yang relevan dengan gaya hidup mereka. Dari pemikiran inilah konsep IIMS Sportainment dikembangkan dan menjadi salah satu daya tarik utama IIMS 2026.
Menurut Daswar, sportainment merupakan representasi bagaimana industri otomotif harus bergerak mengikuti zaman. Unsur olahraga, hiburan, teknologi, dan interaksi sosial dipadukan dalam satu ruang. Kehadiran golf, padel, gym, hingga berbagai aktivitas kebugaran di area pameran menunjukkan bahwa otomotif telah menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan modern.
Pendekatan ini dinilai semakin penting di tengah masa transisi industri, terutama menuju kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan. Daswar melihat fase transisi tersebut bukan sebagai ancaman, melainkan peluang kolaborasi lintas sektor.
Dukungan dari BUMN seperti Pertamina dan PLN, serta keterlibatan perbankan dan multifinance, memperkuat posisi IIMS sebagai simpul strategis ekosistem otomotif nasional.
“Industri otomotif bukan hanya soal produk, tetapi juga soal kepercayaan. Ketika masyarakat datang, berinteraksi, mencoba, dan merasakan langsung, di situlah keyakinan terhadap industri itu tumbuh,” kata Daswar.
Bagi Daswar, menghadirkan lapangan padel dan turnamen olahraga di dalam pameran otomotif bukan sekadar menghadirkan hal yang berbeda. Langkah tersebut merupakan strategi untuk membangun kedekatan emosional antara merek otomotif, komunitas, dan pengunjung.
Ketika masyarakat datang untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati hiburan, hubungan mereka dengan industri otomotif menjadi lebih personal dan bermakna.
Melalui berbagai pendekatan tersebut, IIMS 2026 menargetkan transaksi lebih dari Rp8 triliun dengan jumlah pengunjung mencapai 579 ribu orang. Namun bagi Daswar Marpaung, keberhasilan IIMS tidak semata diukur dari angka.
Ada misi jangka panjang yang ingin ia jaga, yaitu menjadikan IIMS sebagai penjaga asa industri otomotif Indonesia.
Ia ingin setiap penyelenggaraan IIMS menjadi penanda bahwa industri ini masih bergerak, masih mampu beradaptasi, dan masih berani bermimpi, bahkan di tengah ketidakpastian.
Di tengah riuh peluncuran kendaraan baru, dentuman musik di panggung hiburan, dan sorak penonton di arena sportainment, pesan Daswar tetap sederhana namun kuat. Selama optimisme terus dijaga, industri otomotif Indonesia akan selalu menemukan jalannya.fey

