Citroën Comeback Formula E 2026, Gaet Vergne Juara Dunia 2 Kali

JADWALBALAP.COM, PARIS – Di bawah langit Poissy yang cerah pada Oktober 2025, semangat lama kembali menyala. Citroën, merek otomotif legendaris asal Prancis yang pernah menorehkan sejarah di ajang Rally Raid, WRC, hingga WTCC, resmi mengumumkan kembalinya ke dunia balap internasional.
Kali ini, bukan dengan suara gemuruh mesin konvensional, melainkan dengan desiran listrik bertenaga tinggi di panggung ABB FIA Formula E World Championship musim 2025–2026.
Kembalinya Citroën ke arena kompetisi bukan sekadar langkah simbolis. Ini adalah pernyataan bahwa semangat balap, inovasi, dan keberanian yang selama ini menjadi DNA merek tersebut tetap hidup di era baru elektrifikasi.
CEO Citroën, Xavier Chardon, menyebut keputusan ini sebagai tonggak penting untuk membawa nilai-nilai warisan balap Prancis ke masa depan mobilitas berkelanjutan.
“Kami ingin membawa semangat yang sama seperti ketika Citroën menaklukkan dunia reli. Formula E adalah wadah sempurna untuk menunjukkan keberanian dan visi kami terhadap masa depan otomotif,” ujarnya.
Untuk menandai debut di ajang balap listrik ini, Citroën menurunkan mobil GEN3 Evo single-seater yang dikembangkan oleh Stellantis Motorsport.
Mobil ini bukan hanya cepat, tetapi juga cerminan teknologi paling maju dalam dunia kendaraan listrik. Dengan tenaga mencapai 350 kW atau sekitar 470 hp dan akselerasi 0–100 km/jam dalam hanya 1,86 detik, GEN3 Evo menjanjikan performa yang mampu menandingi sensasi mobil balap konvensional.
Bahkan, dengan sistem dua motor dan kemampuan regenerasi energi hingga 50 persen selama balapan, mobil ini menjadi laboratorium hidup untuk teknologi masa depan Citroën.
Namun, teknologi saja tidak cukup untuk menyalakan semangat balap. Citroën membutuhkan jiwa kompetitif di balik kemudi, dan mereka menemukannya dalam dua nama besar: Jean-Éric Vergne dan Nick Cassidy.
Vergne, pembalap asal Prancis yang sudah dua kali menjadi juara dunia Formula E, membawa pengalaman dan ketenangan yang langka di lintasan listrik ini.
Sementara Cassidy, pembalap asal Selandia Baru yang menjadi runner-up musim 2024–2025, dikenal karena gaya membalap agresif dan naluri tajam dalam strategi energi.
“Bisa membalap untuk Citroën adalah kehormatan besar bagi saya,” ujar Vergne. “Mereka memiliki warisan luar biasa, dan kami ingin membawa semangat itu ke generasi baru penggemar balap.” Cassidy menambahkan, “Citroën datang dengan visi kuat dan teknologi yang luar biasa. Kami siap menulis bab baru dalam sejarah mereka.”
Di bawah kepemimpinan Cyril Blais, mantan kepala teknis Maserati Formula E yang kini memimpin Citroën Racing, tim ini tampil dengan ambisi tinggi. Blais dikenal sebagai sosok yang menekankan keseimbangan antara inovasi dan kolaborasi.
Ia menyebut Formula E sebagai tantangan yang menuntut kecerdasan taktis sekaligus kreativitas teknis, dua hal yang sejalan dengan karakter Citroën sebagai merek yang selalu berani berpikir di luar kebiasaan.
Mobil balap Citroën hadir dengan livery trikolor merah, putih, dan biru rancangan Citroën Design Centre sederhana namun elegan, memancarkan kebanggaan nasional Prancis.
Garis-garisnya memvisualisasikan energi, kecepatan, dan keanggunan, seolah mengingatkan kembali pada masa kejayaan DS dan C4 WRC di era keemasan reli dunia.
Namun di balik semua kemegahan itu, Formula E bagi Citroën bukan sekadar kompetisi untuk menang. Ajang ini menjadi wadah riset nyata untuk mengembangkan teknologi elektrifikasi yang akan digunakan di mobil-mobil produksi mereka, seperti ë-C3 dan Citroën Ami.
Setiap lap di lintasan adalah data, setiap tikungan adalah pembelajaran tentang efisiensi, manajemen energi, dan ketahanan sistem baterai.
Citroën juga membawa semangat tanggung jawab lingkungan ke dalam setiap aspek operasionalnya. Mulai dari penggunaan energi terbarukan di garasi hingga ban dengan material daur ulang dan logistik rendah emisi, mereka ingin membuktikan bahwa performa tinggi dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan.
Musim 2026 akan menjadi awal dari babak baru bagi Citroën. Dari gemuruh reli padang pasir hingga keheningan balap listrik di tengah kota-kota besar dunia, Citroën tetap membawa satu hal yang sama: keberanian untuk berinovasi.
Kini, dengan dua pembalap terbaik di grid dan teknologi paling maju di lintasan, Citroën siap menyalakan kembali api semangat balap Prancis di era mobilitas masa depan.fey

