Bus Listrik Sumber Alam Jakarta-Jogja Hanya 170 Ribu Rupiah Saja

JADWALBALAP.COM, JOGJA – Satu hari yang cerah di Kutoarjo, dan sebuah perayaan ulang tahun berubah menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.
Di tengah kemeriahan HUT ke-50 Sumber Alam pada 25 Mei 2025, ada yang berbeda dari biasanya. Sebuah bus listrik berwarna segar, dengan desain livery hasil sayembara publik, diam-diam menarik perhatian.
Inilah momen ketika PT Kalista Nusa Armada (KALISTA) dan Sumber Alam memulai perjalanan uji coba menuju masa depan transportasi yang lebih bersih.
Bus itu tak meraung. Tak berasap. Tak membuang emisi. Tapi ia punya misi: menaklukkan rute legendaris Jakarta – Yogyakarta sejauh lebih dari 500 kilometer, membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan hanya untuk dalam kota.
Uji coba ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah hasil dari perencanaan yang matang dan teknologi yang siap diuji dalam medan sesungguhnya. KALISTA membawa bus listrik tipe coach sepanjang 12 meter, dengan baterai 303 kWh dan kapasitas 41 penumpang.
Setiap kursi memiliki sabuk pengaman, dan fitur keselamatan berteknologi tinggi seperti kamera 360 derajat, emergency exit, dan palu pemecah kaca menambah rasa aman dalam perjalanan.
Perjalanan pertama bukan sekadar angkutan dari titik A ke B. Ini adalah demonstrasi efisiensi. Bus ini memulai perjalanan dari Yogyakarta dengan baterai penuh, menempuh Kutoarjo – Ajibarang – Cikamurang – hingga ke Pondok Ungu, Jakarta.
Hasilnya mencengangkan: efisiensi energi tercatat 1,5 km per kWh, dan biaya operasionalnya 52% lebih murah dibanding bus diesel. Pelan, senyap, tapi menjanjikan.
Tim KALISTA tak hanya mempersiapkan bus, mereka juga menyiapkan infrastruktur pendukung. Tiga stasiun pengisian daya 200 kW telah disiapkan di titik-titik strategis: garasi Yogyakarta, Ajibarang, dan Cikamurang.
Menariknya, pengisian daya hanya butuh waktu sekitar satu jam—sejalan dengan waktu istirahat penumpang. Tidak ada waktu yang terbuang, tidak ada emisi yang dilepaskan.
Bus akan berangkat dari Yogyakarta pukul 16.00 sore dan dari Jakarta pukul 20.00 malam. Tiket? Hanya Rp 170.000, sudah termasuk satu kali makan. Harga yang terasa sangat terjangkau untuk pengalaman masa depan yang hari ini bisa dinikmati.
Selama masa uji coba, banyak hal akan dicermati. Bukan hanya soal teknis seperti jarak tempuh dan performa baterai, tapi juga bagaimana penumpang merespons kenyamanan kendaraan ini.
Apakah perjalanan senyap ini lebih menyenangkan? Apakah berhenti sejenak untuk pengisian daya terasa lebih manusiawi dibanding mengejar waktu tanpa jeda?
Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama KALISTA, menyebut ini sebagai tonggak penting. Bukan hanya untuk perusahaan, tapi untuk transportasi Indonesia.
Jika uji coba ini sukses, bukan tidak mungkin operator lain akan mengikuti. Dan kelak, bus-bus besar di jalan antarkota tak lagi meninggalkan jejak asap—hanya jejak cerita tentang bagaimana teknologi bisa mengubah cara kita bergerak.
Karena siapa sangka, ulang tahun ke-50 Sumber Alam ternyata jadi panggung diam-diam bagi babak baru yang lebih hijau, lebih senyap, dan lebih cerdas. Masa depan itu datang tanpa suara, tapi pesannya terdengar jelas.fey

