Bengkel

Berangkat Naik Sprinto, Pulang Dianter Tyranno

Berangkat Naik Sprinto, Pulang Dianter Tyranno
Merasakan 2 tipe berbeda Sprinto dan Tyranno Jakarta-Sentul City.

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Sudah beberapa kali test ride motor listrik dari Indomobil E-Motor, tapi turing kali ini agak berbeda. Apa yang beda? Kali ini kita dibekali fast charging unit beroutput 87,6 volt dan 35 ampere.

Tepat Sabtu kemarin (22/2), kami berkesempatan test ride sekaligus ngabuburit suasana puasa dengan 2 Sprinto dan 1 Tyranno dari Jakarta ke Sentul. Kami berangkat pada pukul 12.00 dari Pasar Minggu menuju tikum pertama Polres Depok, tapi sebelum berangkat kami melakukan pengecasan awal karena baterai Sprinto yang dipinjam sudah menunjukkan 52%.

Perlu melakukan charge kembali karena jarak yang kami tempuh sekitar 39 km atau 1 jam 2 menit ke Warung Temon yang terletak di Ahpoong Eco Art Sentul City.

Ini sekalian untuk test apakah fast charging seharga 6 juta benar-benar manjur untuk charging cepat. Kami melakukan charging di SPKLU PLN di Duren Tiga. Kebetulan di sini fasilitas charging R2 komplit dan jadi langganan para ojol.

Proses charging sangatlah mudah dengan aplikasi PLN Mobile, tinggal scan barcode dan top up. Kami hanya isi 3 kWh seharga Rp7.000, dan ternyata hanya waktu 30 menit baterai Sprinto sudah full 100% dari 52%, dan itu hanya menghabiskan 1,5 kWh saja serta bayar Rp3.700 saja, murah banget!

Fast charging ini worth it banget, bisa hemat waktu pengisian dari charge standar yang 5 A, yang bisa sampai 2 jam. Tapi treatment pengecasan berbeda dengan bawaannya. Modelnya harus cabut konektor di baterai dan disambungkan konektor charging-nya, bukan on board bodi.

Model fast charging ini bisa dipakai ke semua tipe baterai Indomobil E-Motor, yaitu Adora, Tyranno, dan Sprinto. Ketiganya sama-sama memakai single baterai dari Phylion berdaya 76,8 volt dan 32 A serta mampu menempuh jarak 110 km.

Berangkat Naik Sprinto, Pulang Dianter Tyranno
Fast Charging 35 A ini mampu charge dalam 1 jam full 100 %.

Kembali ke perjalanan turing ngabuburit ini, kami berangkat memakai Sprinto untuk menuju ke Sentul City. Tidak ada kendala yang berarti karena kami sudah pernah mencoba tipe sebelumnya, Adora, yang sama persis speknya, hanya berbeda bodi dan LCD touchscreen saja.

Pada Sprinto, kami hanya memakai 2 mode, yaitu Comfort dan Sport, sedangkan mode 3 tidak sama sekali. Ini disengaja agar menghemat daya baterai.

Setelah ketemu teman di tikum pertama di Polres Depok, kami gas kembali ke tikum kedua di pom bensin dekat sirkuit Sentul. Di sini Sprinto sudah menunjukkan baterai 54%, masih aman, tapi kami memutuskan melakukan charge ke-2.

Awalnya di Perumahan Paradiso Sentul, tapi unit charge terjadi kerusakan, dan akhirnya mendapatkan charge gratis di booth Indomobil di Super Indo Q Square. Di sini tidak charge full, hanya mencapai 88% saja, lalu langsung gas kembali ke Sentul City dengan hujan rintik.

Sampailah kita ke tempat tujuan di Warung Temon, baterai Sprinto masih 75%, dan kami istirahat sejenak menunggu beduk buka sambil menikmati aliran sungai dan tempias hujan.

Badan sudah fresh setelah menyantap hidangan khas Jogja, mendoan dan lodeh. Kami melanjutkan perjalanan jam 8 malam. Kali ini kami ganti unit Tyranno untuk merasakan sensasi skeleton bodi si Tyrex ini. Spek sama dengan Adora dan Sprinto, berbeda hanya bodi safety-nya dan LCD touchscreen dengan GPS built-in.

Baterai Tyranno masih tersisa 78%, cukup untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan lumayan cerah dan tidak ada kendala. Sampai Jakarta, baterai menunjukkan 17%. Di sini kami berdiskusi untuk charge kembali ke SPKLU Duren Tiga.

Hebatnya, hanya top up 2 kWh seharga Rp5.000 sudah terisi 100% dengan durasi 1 jam. Jika kami hitung, kami hanya menghabiskan biaya charging 9 ribu saja untuk PP Jakarta–Sentul City. Wow, ini hemat sekali. Fast charging bisa jadi solusi hemat dan cepat tanpa menguras waktu.fey