6 Penyebab Matik Gredek atau Berdecit

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Suara “gredek” atau decitan saat motor matik mulai berjalan mungkin terdengar seperti gangguan kecil. Namun, jangan buru-buru menganggapnya sepele.
Bunyi yang muncul ketika motor berakselerasi bisa menjadi tanda bahwa ada komponen pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT) yang mulai kotor, aus, atau tidak bekerja secara optimal.
CVT merupakan bagian penting pada motor matik karena bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang sekaligus mengatur rasio putaran agar akselerasi berlangsung halus. Karena bekerja terus-menerus, komponen di dalam CVT membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala.
Menurut Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, bunyi gredek umumnya berkaitan dengan proses kerja kampas ganda dan mangkok kopling.
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” jelasnya.
Lantas, apa saja penyebabnya? Berikut enam hal yang perlu diperhatikan pemilik motor matik.
1.Debu CVT Menumpuk
Setiap komponen CVT yang bekerja dengan sistem gesekan akan menghasilkan debu. Seiring pemakaian, debu tersebut dapat menumpuk di area kampas ganda dan mangkok kopling.
Tumpukan debu bisa mengganggu daya cengkeram kampas ganda ketika mulai menempel pada mangkok kopling. Akibatnya, proses penyaluran tenaga tidak berlangsung mulus dan muncul getaran maupun suara gredek saat motor mulai melaju.
Tips: Jangan menunggu suara gredek muncul untuk membersihkan CVT. Pemeriksaan dan pembersihan secara berkala dapat membantu mencegah penumpukan debu yang berlebihan.
2.Permukaan Mangkok Kopling Terlalu Licin
Mangkok kopling juga bisa menjadi penyebab suara gredek. Gesekan yang terjadi berulang kali menghasilkan panas. Dalam kondisi tertentu, panas berlebih dapat membuat permukaan mangkok menjadi terlalu licin atau mengilap, yang dikenal sebagai glazing.
Permukaan yang licin membuat kampas ganda tidak mendapatkan gesekan yang optimal. Saat kampas mulai mencengkeram, kondisi tersebut dapat menimbulkan getaran dan suara gredek.
Tips: Jika gejala sudah muncul, sebaiknya lakukan pemeriksaan CVT di bengkel resmi untuk mengetahui kondisi mangkok kopling dan kampas ganda.
3.Kampas Ganda Mulai Aus
Kampas ganda merupakan salah satu komponen yang bekerja cukup berat dalam sistem CVT. Komponen ini terus mengalami gesekan ketika menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.
Pemakaian dalam jangka panjang dapat membuat kampas menipis, aus, atau bahkan mengalami kondisi seperti terbakar akibat panas dan gesekan. Ketika kemampuan mencengkeramnya menurun, akselerasi bisa terasa kurang halus dan suara gredek dapat muncul.
Tips: Jangan hanya mengandalkan suara sebagai patokan. Kondisi kampas ganda perlu diperiksa secara langsung oleh teknisi untuk menentukan apakah masih layak digunakan atau sudah perlu diganti.
4.V-Belt Mulai Kering atau Getas
Jika bunyi yang terdengar lebih menyerupai decitan, jangan lupa periksa kondisi V-belt. Komponen berbahan karet ini berperan penting dalam meneruskan tenaga mesin melalui sistem CVT.
Seiring usia dan pemakaian, V-belt dapat mengalami keausan, menjadi getas, atau kehilangan kondisi optimalnya. Permukaan V-belt yang sudah tidak baik dapat memunculkan bunyi sekaligus memengaruhi efisiensi penyaluran tenaga.
Tips: Periksa V-belt secara berkala dan segera lakukan penggantian apabila kondisinya sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan.
5.Komponen CVT Tidak Dibersihkan Secara Berkala
Bukan hanya satu komponen yang perlu diperhatikan. Area CVT terdiri dari sejumlah komponen yang bekerja secara bersamaan, sehingga kebersihan keseluruhan sistem ikut menentukan kinerjanya.
Debu dan kotoran yang dibiarkan terlalu lama dapat memengaruhi kerja komponen CVT. Karena itu, membersihkan area CVT secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga performanya.
Untuk penggunaan normal, pemeriksaan dan pembersihan area CVT dapat dilakukan setiap sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau disesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan.
6.Komponen Sudah Aus tetapi Tetap Dipakai
Kadang-kadang suara gredek atau decitan sebenarnya sudah menjadi “peringatan” dari motor. Sayangnya, sebagian pengendara memilih tetap menggunakannya selama motor masih bisa berjalan.

Padahal, membiarkan komponen yang sudah aus bekerja terus-menerus berpotensi membuat masalah berkembang ke komponen lain. Selain mengganggu kenyamanan, biaya perbaikan pun berpotensi menjadi lebih besar jika kerusakan tidak segera ditangani.
Karena itu, ketika muncul bunyi yang tidak biasa saat akselerasi, sebaiknya jangan menunggu sampai performa motor benar-benar menurun.
Jangan Tunggu Bunyi Makin Keras
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan pemeriksaan berkala dapat membantu mengetahui kondisi komponen CVT sebelum mengalami kerusakan yang lebih serius.
“Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Untuk memastikan kondisi CVT, pemilik motor Honda dapat melakukan pemeriksaan dan perawatan di jaringan AHASS. PT Wahana Makmur Sejati saat ini didukung 293 jaringan bengkel resmi AHASS di area Jakarta-Tangerang dengan teknisi yang telah tersertifikasi Honda.
Perawatan di bengkel resmi juga memungkinkan pemeriksaan komponen dilakukan sesuai standar pabrikan, termasuk penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) apabila terdapat komponen yang perlu diganti.
Pada akhirnya, suara gredek atau berdecit bukan sekadar gangguan kenyamanan. Bunyi tersebut bisa menjadi sinyal awal bahwa CVT membutuhkan perhatian.
Dengan rutin membersihkan, memeriksa, dan mengganti komponen yang sudah aus, performa motor matik dapat tetap terjaga dan pengalaman berkendara pun menjadi lebih nyaman.fey

