Hyuma Kato Liberty Walk Bawa Next Gen Culture ke Prambanan

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Yogyakarta kembali bersiap menjadi panggung bagi pertemuan unik antara budaya otomotif modern dan warisan sejarah. Pada 26 April 2026 mendatang, pelataran Candi Prambanan akan menjadi lokasi berkumpulnya para pecinta modifikasi dalam IMX 2026 Series: Prambanan Heritage Meet Up.
Yang membuat momen ini semakin spesial adalah kehadiran Hyuma Kato, sosok penting di balik brand modifikasi global Liberty Walk dari Jepang.
Bagi para penggemar modifikasi mobil, Liberty Walk bukan sekadar nama. Brand ini dikenal dengan desain wide body ekstrem yang telah mengubah tampilan berbagai supercar dunia mulai dari Lamborghini, Ferrari, hingga Nissan GT R menjadi lebih agresif dan berkarakter.
Di balik gaya modifikasi yang radikal tersebut, Hyuma Kato menjadi figur yang berperan penting dalam membawa kultur modifikasi Jepang ke panggung internasional.
Kunjungan Hyuma Kato ke Indonesia kali ini merupakan bagian dari rangkaian menuju gelaran utama Indonesia Modification & Lifestyle Expo atau IMX 2026 bertema Next Gen Culture.
Menariknya, dalam kunjungan tersebut Yogyakarta dipilih sebagai satu satunya kota untuk agenda meet up besar bersama komunitas otomotif.
Menurut Project Director IMX Andre Mulyadi, kedatangan Hyuma Kato kembali ke Indonesia menunjukkan bahwa ekosistem modifikasi Tanah Air kini semakin mendapat perhatian dunia.
“Kedatangan Hyuma Kato ke Indonesia untuk ketiga kalinya menunjukkan bahwa ekosistem modifikasi dan lifestyle kita sudah masuk dalam radar global. Bagi Hyuma, Indonesia selalu menjadi tempat yang spesial karena energi kreatif para builder dan car enthusiast di sini sangat kuat. Tahun ini bahkan ia hanya menyempatkan datang ke dua tempat, yaitu IMX Hub dan acara di Prambanan,” ujar Andre Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa keputusan Kato untuk hadir di Prambanan menjadi bukti bahwa IMX kini mulai diperhitungkan dalam peta modifikasi internasional.
“Ini menjadi bukti bahwa IMX kini sudah menjadi salah satu referensi penting dalam peta modifikasi dunia. Karena itu kami juga ingin mengingatkan pastikan hadir di Prambanan agar tidak melewatkan momen spesial ini untuk bertemu langsung dengan Hyuma,” lanjut Andre.
IMX 2026 Series Prambanan Heritage Meet Up sendiri menjadi konsep baru yang memadukan otomotif, lifestyle, dan heritage.
Untuk pertama kalinya, puluhan mobil modifikasi terbaik karya anak bangsa akan dikurasi dan dipamerkan di kawasan Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia UNESCO yang dibangun pada abad ke 9.
Perpaduan antara mobil modifikasi modern dengan latar belakang kompleks candi bersejarah menghadirkan kontras visual yang menarik.
Body kit agresif, warna warna mencolok, serta detail modifikasi modern akan berdampingan dengan arsitektur batu kuno yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun.
Sebelum hadir di Yogyakarta, Hyuma Kato juga dijadwalkan mengunjungi IMX Hub di Bandung pada 23 April 2026.
Lokasi yang berada di Jalan Naripan tersebut merupakan ruang kolaboratif otomotif pertama di Indonesia yang menggabungkan konsep kafe, komunitas, serta display mobil modifikasi hasil kurasi.
Meski demikian, Yogyakarta tetap menjadi titik utama bagi para car enthusiast yang ingin bertemu langsung dengan sang maestro Liberty Walk.
Kehadiran Kato di tengah komunitas modifikasi Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi baru bagi builder lokal, industri aftermarket, hingga ekosistem lifestyle otomotif yang terus berkembang.
Lebih dari sekadar pameran mobil modifikasi, IMX dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai kultur kreatif. Mulai dari otomotif, streetwear, hingga kolektor diecast, semuanya menjadi bagian dari semangat Next Gen Culture yang diusung tahun ini.
Dengan latar megah Candi Prambanan, IMX 2026 Series Prambanan Heritage Meet Up berpotensi menjadi salah satu momen paling ikonik dalam kalender event otomotif Indonesia.
Di bawah bayang bayang menara candi yang menjulang, mobil mobil modifikasi terbaik karya anak bangsa akan berdiri sebagai simbol kreativitas generasi baru bahwa budaya otomotif modern juga mampu berdialog dengan sejarah panjang Nusantara.fey

