Balap

Cukup 22 menit 34,7 detik, Rifat & Son Tercepat di Pasuruan

Cukup 22 menit 34,7 detik, Rifat & Son Tercepat di Pasuruan

JADWALBALAP.COM, PASURUAN – Gelegar mesin di Sirkuit Bhayangkara, Kejayan, Pasuruan, akhir pekan lalu (29–30 Agustus) bukan sekadar panggung persaingan adu cepat di Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026.

Di balik kibatan bendera finish dan kepulan debu Jawa Timur, ada narasi menarik tentang estafet trah balap keluarga Sungkar yang terus bergulir anggun lewat program The Legend Continues.

Rifat Sungkar, nama besar yang sudah sangat lekat dengan kancah reli nasional, kembali membagi kokpit bersama putranya, El Mayka Rifat Sungkar. Mengusung bendera Team RS-Telkomsel 5G, duet ayah dan anak ini sukses tampil dominan.

Waktu kombinasi 22 menit 34,7 detik yang mereka usahakan sepanjang empat Special Stage (SS) mengantar pasangan ini berdiri di podium tertinggi Kelas R3 sekaligus mentahbiskan diri sebagai yang tercepat di Grup R.

Namun jika ditarik lebih dalam, kemenangan di Pasuruan ini terasa melampaui angka-angka di papan skor. Bagi Rifat, setiap kilometer yang ditempuh di atas lintasan adalah ruang kelas nyata bagi Mayka. Sebagai navigator, sang putra tak lagi sekadar memegang lembar kertas petunjuk, melainkan sedang ditempa untuk menyelami filosofi reli yang sebenarnya.

Peningkatan Mayka dari balik bilah kemudi sang ayah makin terasa matang. Rifat mencermati betul bagaimana daya tangkap sang anak terus berkembang pesat.

“Perkembangannya terus bergulir. Akurasi jaraknya sudah semakin bagus, detailing ketika membuat pace note juga semakin baik. Intonasi saat berkomunikasi selama balapan juga mulai semakin jelas. Ini semua proses yang harus dijalani secara bertahap,” ujar Rifat.

Cukup 22 menit 34,7 detik, Rifat & Son Tercepat di Pasuruan

Pada putaran ketiga ini, materi gemblengan Rifat pun mulai bergeser ke ranah yang lebih krusial, yaitu taktik dan regulasi. Di mata sang senior, reli bukanlah ajang menekan pedal gas semata tanpa perhitungan. Memenangi reli butuh kedewasaan membaca momen, kapan harus menyerang habis-habisan dan kapan saatnya menahan diri demi mengamankan kendaraan hingga garis akhir.

“Di putaran ini saya mulai mengajarkan strategi balapan. Dalam reli tidak selalu harus fastest di setiap SS. Kadang kita harus attack, tetapi kadang juga harus lepas. Yang penting adalah bagaimana kita bisa mengatur balapan secara keseluruhan,” jelas Rifat.

Tak cuma soal porsi penekanan pedal gas, urusan regulasi seperti aturan Time Control (TC) hingga perhitungan waktu juga mulai dijejalkan ke kepala Mayka.

Rifat menegaskan bahwa menjadi bagian dari tim reli tidak cuma urusan membaca petunjuk di dalam mobil, melainkan memahami keseluruhan sistem kompetisi.

Di luar lintasan balap, gemblengan fisik Mayka juga terbilang unik. Rifat tak hanya mengandalkan rutinitas di dalam mobil, tetapi juga memanfaatkan kompetisi Indonesia Junior League.

Olahraga sepak bola diposisikan sebagai wadah penggemblengan fisik untuk melatih stamina, fokus, serta kecepatan mengambil keputusan.

“Sepak bola menjadi ajang latihan fisik untuk Mayka. Aktivitasnya di sana juga membantu membangun stamina dan konsentrasi. Jadi prosesnya tidak hanya dilakukan di dalam mobil reli,” kata Rifat.

Pencapaian di Pasuruan ini pun menjadi bukti awal bahwa proses panjang yang dijalani Mayka mulai membuahkan hasil. Jam terbangnya kian bertambah dan mental kompetisinya kian terasah.

Perjalanan estafet The Legend Continues memang masih panjang, tetapi langkah awal di bumi Pasuruan memperlihatkan bahwa masa depan motorsport Indonesia berada di jalur yang tepat.

Kesuksesan ritme balap Team RS ini tentu tak lepas dari sokongan penuh Telkomsel, BRI, dan Belkote yang terus setia menjadi bahan bakar di setiap putaran roda mereka.fey