Airbag 6 detik AION UT Jadi Teknologi Penyelamatan Tabrakan

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Di sebuah ruang pameran otomotif yang ramai di Tangerang, 28 Juli 2025, satu mobil listrik mencuri perhatian. Bukan hanya karena desainnya yang modern dan warna bodinya yang mencolok, tetapi karena sesuatu yang lebih dalam: rasa aman yang ditawarkan.
Itulah AION UT, mobil listrik terbaru dari GAC AION, yang tak hanya menjanjikan perjalanan tanpa emisi, tapi juga pengalaman berkendara yang tenang—dalam arti yang sesungguhnya.
“Mobil ini dirancang bukan hanya untuk melaju, tapi juga untuk melindungi,” ujar Arif Pramadya, Product Planning Manager GAC AION Indonesia, saat kami berbincang di sela peluncuran.
“Karena kami percaya, teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat orang merasa aman, bahkan tanpa harus memikirkannya.”
Pernyataan Arif bukan sekadar jargon pemasaran. AION UT membawa pendekatan keselamatan yang menyeluruh, dimulai dari jantungnya yaitu baterai LFP berteknologi Magazine Battery.
Teknologi cell-to-pack ini bukan hal baru di dunia otomotif Tiongkok, tapi kini mulai diperkenalkan secara masif di pasar Indonesia.
Lebih dari satu juta kendaraan telah menggunakan jenis baterai ini tanpa satu pun kasus kebakaran. Dalam dunia mobil listrik, itu lebih dari sekadar pencapaian; itu adalah jaminan kepercayaan.
Bahkan proses pengisian daya yang sering dianggap berisiko pun ditangani dengan hati-hati. AION UT mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam waktu hanya 24 menit. Cepat, namun tetap stabil.
“Kami tahu pengguna urban tidak suka menunggu. Tapi cepat bukan berarti sembrono. Sistem pengaman berlapis tetap aktif selama proses pengisian,” Arif menambahkan.
Bagian bodi AION UT pun dibuat seolah-olah dipersiapkan menghadapi hal terburuk. Dengan struktur baja berkekuatan tinggi hingga 71%, mobil ini telah melewati uji tabrak dengan standar internasional dan berhasil meraih 5 bintang C-NCAP.
Bahkan, uji tabrak 720 derajat—yakni dari segala sisi, baik horizontal maupun vertikal. Dilalui dengan hasil memuaskan. Jika sebuah kecelakaan adalah sesuatu yang tak bisa diprediksi, AION UT mencoba meminimalkan dampaknya semaksimal mungkin.
Salah satu fitur yang paling mencolok adalah airbag tirai samping sepanjang 2,1 meter. Airbag ini tak hanya melindungi penumpang depan, tapi juga hingga baris kursi belakang.
Uniknya, kantong udara ini bisa tetap mengembang selama 6 detik—dua kali lebih lama dari standar umumnya. “Enam detik mungkin terdengar sebentar,” kata Arif sambil tersenyum, “tapi di situasi genting, itu bisa jadi waktu paling berharga dalam hidup seseorang.”
Namun keselamatan di AION UT bukan hanya soal menghadapi tabrakan, tapi juga bagaimana menghindarinya. Sistem bantuan berkendara otonom ADAS Level 2 hadir sebagai standar di semua varian.
Fitur seperti pengereman otomatis, bantuan menjaga lajur, hingga adaptive cruise control membantu mobil untuk ‘berpikir’ selangkah lebih maju dari pengemudi.
Bagi pengendara pemula, fitur-fitur ini menjadi asisten pribadi yang bisa diandalkan. Bagi yang berpengalaman, mereka menjadi sistem cadangan yang bisa menyelamatkan di saat kritis.
Pengalaman parkir pun dibuat bebas stres berkat kamera 360 derajat, sensor depan-belakang, dan sistem pengereman One Box dari Bosch yang memberikan respon halus dan presisi.
AUTO HOLD cerdas, rem otomatis saat mundur, serta fitur bantuan parkir menjadikan kalimat legendaris “mundur dikit lagi!” perlahan jadi kenangan.
Duduk di balik kemudi AION UT bukan hanya soal mengemudi sebuah mobil listrik canggih. Ini adalah tentang bagaimana teknologi bisa hadir sebagai pelindung, bukan hanya penggerak.
Tentang bagaimana sebuah kendaraan bisa membuat penggunanya merasa diperhatikan, bahkan saat mereka tak sadar sedang dilindungi.
AION UT mungkin bukan satu-satunya mobil listrik di pasaran saat ini. Tapi ketika berbicara tentang keselamatan sebagai pengalaman, bukan sekadar fitur, mobil ini tampaknya sudah melaju satu langkah lebih maju dari yang lain.fey

