Balap

Yamaha Racing Indonesia Pamer 7 Pembalap-nya Go International 2026

Yamaha Pamer 7 Pembalap-nya Go International 2026
Yamaha Racing Indonesia Pamer 7 Pembalap-nya Go International 2026

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Musim 2026 menjadi babak penting bagi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Tujuh pembalap terbaik Yamaha Racing Indonesia resmi dilepas ke empat kejuaraan internasional dengan satu semangat yang sama: Bangun Mimpi Bersama, Wujudkan Kemenangan.

Langkah mereka bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian bahwa sistem pembinaan Yamaha telah melahirkan talenta berstandar dunia.

Aldi Satya Mahendra: Podium Bersejarah di World Supersport

Nama Aldi Satya Mahendra langsung mencuri perhatian di seri pembuka World Supersport Championship di Phillip Island Grand Prix Circuit.

Bersama AS Racing Team, Aldi sukses meraih podium race 2 dan menorehkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang tersebut.

Menggeber Yamaha YZF-R9, Aldi tampil penuh percaya diri. “Musim World Supersport 2026 baru berlangsung, dan hasil podium 2 di seri pertama Australia memberikan spirit luar biasa buat menjalani kompetisi. Saya sangat termotivasi untuk mengulang kembali podium bahkan jadi juara race. Kepercayaan diri saya bertambah karena mampu unggul dalam pertarungan dengan pembalap-pembalap yang lebih berpengalaman,” ujar Aldi.

Hasil ini menjadi validasi bahwa pembinaan Yamaha Racing Indonesia telah sejajar dengan standar Eropa.

Arai Agaska: Debut Dunia dengan Target 5 Besar

Setelah menjadi runner-up Yamaha R3 BLU CRU World Cup 2025, Arai Agaska naik kelas ke World Sportbike Championship bersama ProGP Niti Racing menggunakan Yamaha YZF-R7.

Debut ini menjadi lompatan besar dalam kariernya. “Ini tahun perdana saya di World Sportbike, saya berharap dapat mencapai result optimal. Race battle akan lebih menantang, saya harus berlatih lebih keras dan menggunakan pengalaman pernah balapan di sirkuit-sirkuit Eropa saat di R3 BLU CRU World Cup. Saya ingin merealisasikan target dan berprestasi mendunia di World Sportbike,” ungkap Arai.

Wahyu Nugroho & Muhammad Faerozi: Misi Juara Asia

Di ajang Asia Road Racing Championship kelas SS600, Yamaha menurunkan dua pembalap andalan: Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi dengan Yamaha YZF-R6.

Wahyu datang dengan ambisi besar setelah finis keempat musim lalu. “Tahun ini saatnya saya bertekad merebut gelar juara di Asia Road Racing Championship. Saya makin optimis dapat melakukannya, dengan memperbaiki performa tahun lalu,” kata Wahyu.

Sementara Faerozi membawa motivasi dari podium Mandalika 2025. “Musim lalu berkesan bagi saya dengan mendapatkan podium di Mandalika. Tahun ini saya harapkan mendapatkan podium lagi dan memperbaiki peringkat di klasemen,” ujarnya.

Candra Hermawan & Muhammad Fadhil Musyavi: Lapar Gelar di AP250

Di kelas AP250, Yamaha mempercayakan Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi dengan tunggangan Yamaha YZF-R3. Candra tampil impresif sebagai rookie musim lalu dan kini membidik gelar juara.

“Juara di musim ini ingin saya wujudkan, karena tahun lalu saya mampu meraih beberapa podium jadi harus ada peningkatan. Saya optimis bisa melakukannya dengan dukungan tim dan motor unggulan Yamaha,” tegas Candra.

Fadhil pun tak kalah termotivasi. “Kesempatan datang lagi dan akan saya manfaatkan semaksimal mungkin di kejuaraan Asia ini. Tentunya dengan mendapatkan podium lagi, jadi saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik,” katanya.

Sabian Fathul Ilmi: Regenerasi Usia 13 Tahun

Pembinaan berjenjang Yamaha juga terlihat lewat keikutsertaan Sabian Fathul Ilmi di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Di usia 13 tahun, Sabian menjalani musim penuh setelah sebelumnya tampil sebagai wild card di Buriram 2025.

“Terimakasih Yamaha untuk satu musim balapan di kejuaraan R3 BLU CRU Asia-Pacific ini. Semoga saya dapat menjalani race sebaik mungkin sehingga hasilnya positif. Saya sangat senang diberikan peluang ini,” ujar Sabian.

Assistant General Manager CS Division YIMM, Johannes B.M. Siahaan, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil sistem yang terstruktur.

“Keberhasilan kami di World Supersport dan ajang internasional lainnya menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan Yamaha Racing Indonesia berjalan efektif dan terarah. Prestasi ini bukan hasil kerja satu individu, melainkan kolaborasi kuat antara pembalap, tim, engineer, manajemen, sponsor, pemerintah dan dukungan para pecinta motorsport Indonesia.”

Ia juga menambahkan bahwa roadmap jangka panjang menjadi kunci menjaga Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam struktur balap global Yamaha.

Musim 2026 bukan hanya tentang balapan. Ini tentang konsistensi, pembuktian, dan mimpi yang terus dibangun. Tujuh pembalap, empat kejuaraan, satu semangat: membawa Indonesia berdiri sejajar di panggung balap internasional.fey