Bengkel

Sudah Paling Benar Turing Pakai Tyranno

Sudah Paling Benar Turing Pakai Tyranno

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Mengapa judul di atas jadi pembuka utama? Karena jika anda melakukan turing dengan menggunakan motor listrik, pilihan yang pas jatuh ke Tyranno.

Sebelumnya sudah pernah memakai motor listrik berbagai tipe dan merek, kali ini Tyranno dari PT Indomobil Emotor International dijajal. Ini terjadi pada Touring Perdana Kompressor PENA 2026 pada 3–4 Oktober.

Sebenarnya riding bareng Tyranno bukan hal yang pertama, ini kali kedua dari motor listrik tipe adventure ini. Kami start dari Pasar Minggu dengan kondisi baterai 98% menuju tikum pertama di Nissan Yasmin Bogor, tersisa 48%, itu pun menempuh 41 km. Dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam dengan mode eco dan sport untuk menghemat baterai.

Konsumsi baterai Tyranno termasuk irit, biarpun model single baterai 76,8 V 32 Ah bersertifikasi IP67 dari Phylion. Enaknya naik Tyranno ini, kita charging gratis di seluruh dealer Indomobil, no aplikasi, free 100%, tinggal colok.

Apalagi charger yang digunakan tiap dealer Indomobil ini sudah fast charging beroutput 87,6 volt dan 35 ampere. Cukup 30 menit saja sudah full bar, siap go again.

Sebenarnya kita juga dibekali fast charging seharga 6 juta ini dari Indomobil MT Haryono serta charger standar bawaan.Setelah terisi full baterai, Tyranno kita geber ke arah Salada Farmstay Cigombong dengan jarak tempuh 29 km, dengan kontur jalan tanjakan, dan di sini Tyranno diuji.

Jika melewati jalan lurus, Tyranno dilibas enteng, tapi pada tanjakan kita harus tahu satu hal dulu, masalah treatment gas. Motor listrik exoskeleton ini mempunyai cut-off otomatis jika menekan tuas rem dan gas bersamaan. Ini fungsinya agar daya tidak overload dan overheat.

Berangkat Naik Sprinto, Pulang Dianter Tyranno

Jika awal memakai Tyranno terasa jika naik tanjakan tiba-tiba dan refleks menekan rem dan gas bersama, otomatis cut-off berjalan. Triknya, jika tanjakan, mainkan gas secara konstan, sesekali rem, tapi harus lepas total karena sistem tuas rem Tyranno terlalu sensitif.

Sesampai di Salada Farmstay, kita melakukan charging kembali, tapi ada sedikit kendala karena saat memakai fast charging langsung jepret listrik. Asumsinya, daya watt Salada tidak mampu untuk fast charging, akhirnya kita menggunakan charging standarnya yang hanya 5 A. Biarpun durasi charging lebih lambat dari fast charging yang 32 A, tapi cukup mengisi.

Karena sampai Salada Farmstay kondisi baterai tinggal 30% saja dan butuh charging ulang, akhirnya dapat naik 65% dari charging standarnya.

Cukup ke pos terakhir Villa Larasjati Megamendung dengan menempuh jarak 24 km, tapi kondisi jalan lebih menanjak karena akan menemui lebih banyak tikungan dan tanjakan ekstrem daripada sebelumnya.

Karena kondisi tersebut, kita sempat berhenti di SPKLU Cipayung untuk charging ulang karena baterai sudah turun drastis menjadi 12%, khawatir tidak kuat nanjak di pos terakhir.

Kita hanya charging selama 15 menit dengan fast charging, dengan biaya 1.000 rupiah saja mendapatkan 70%. Tyranno percaya diri melibas dan membelah kemacetan Puncak di hari weekend.

Mendarat di Vila Larasjati dengan kondisi baterai 50%, lebih smooth dan tidak boros baterai juga. Tidak ada satu kendala berarti dan semua smooth.

Sudah Paling Benar Turing Pakai Tyranno

Hampir 125 km dilalui Tyranno ini dan waktunya istirahat, tapi tantangan belum berakhir. Setelah acara happy bareng PENA, hal paling bikin bete perjalanan pulang karena kondisi capek dan ngantuk masih terasa.

Tapi ada kejadian unik sewaktu charging di Villa Larasjati, fast charging maupun standar tidak mau charging. Ini kemungkinan voltase Villa naik turun karena banyak dipakai instalasi lampu dan lainnya.

Akhirnya, kita putuskan charging di tengah malam, di mana kondisi Villa tidak banyak aktivitas, dan berhasil. Jam 2 pagi sampai 4 pagi kita berhasil charging, dan itu pun hanya 80% karena kondisi voltase naik turun tersebut.

Siangnya, perjalanan pulang dari Villa, kita memutuskan charging kembali di SPKLU Cipayung untuk mendapatkan 100% agar selamat sampai Jakarta serta menempuh 125 km kembali.

Dari semua di atas, kami menyimpulkan bahwa turing memakai motor listrik macam Tyranno ini harus memperhatikan 2 hal, yaitu manajemen waktu dan treatment riding. Dua hal itu penting agar motor listrik terhindar dari problem yang ditakuti bikers, kehabisan baterai.

Menempuh 250 km PP Jakarta–Puncak dengan biaya hanya 2.000 rupiah saja, kami bisa merasakan turing dengan safety, no worry. Memang paling benar turing pakai Tyranno.fey