Menanti 3 Tahun, Diva Ismayana Juara Nasional Motocross 2026 Bersama Ducati

JADWALBALAP.COM, MAGELANG – Perjuangan panjang, cedera, hingga berbagai kendala teknis menjadi bagian dari perjalanan Diva Ismayana menuju gelar Juara Nasional Motocross 2026 kelas MX1.
Setelah melewati musim yang penuh tantangan, pembalap Ducati MX Team Indonesia itu akhirnya memastikan gelar juara di seri Grand Final yang berlangsung di Sirkuit Panca Arga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, pada 10–11 Oktober 2026.
Diva menutup musim dengan koleksi 396 poin, unggul 46 poin dari pesaing terdekatnya, Delvintor Alfarizi. Gelar tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Diva, yang terakhir kali meraih juara nasional pada 2023 di kelas MX2.
Setelah penantian sekitar tiga tahun, ia kembali berdiri di puncak motocross nasional, kali ini bersama Ducati MX Team Indonesia.
Namun, perjalanan menuju gelar juara musim ini jauh dari kata mudah. Pembalap bernomor start 26 itu bahkan harus menghadapi cedera bahu sebelum putaran awal kejuaraan berlangsung.
Proses pemulihan yang panjang, termasuk beberapa kali menjalani operasi, membuatnya harus berjuang untuk kembali mendapatkan kondisi terbaik sebelum menghadapi persaingan di lintasan.
Ketika kembali balapan, Diva perlahan membangun performanya. Hasil yang tidak selalu sesuai harapan dan sejumlah kendala teknis pada motor menjadi ujian tambahan sepanjang musim.
Meski demikian, ia mampu menjaga perolehan poin dan tetap berada dalam persaingan gelar hingga kejuaraan berakhir.
Konsistensi tersebut menjadi kunci keberhasilan Diva. Di tengah ketatnya persaingan, ia terus mengumpulkan poin penting sampai akhirnya memastikan diri sebagai juara nasional MX1 2026.
Gelar ini bukan sekadar hasil dari kecepatan di lintasan, melainkan juga buah dari ketekunan menghadapi masa sulit dan kemampuan untuk bangkit setelah terjatuh.

“Saya bersyukur akhirnya bisa meraih gelar ini bersama Ducati MX Team Indonesia. Perjalanan musim ini benar-benar tidak mudah. Bisa dibilang ini penantian yang sangat panjang, sekitar tiga tahun. Terakhir juara nasional pada 2023 di kelas MX2,” ujar Diva.
Ada pula keistimewaan tersendiri bagi Diva dalam pencapaian kali ini. Ia menjadi juara nasional pada usia 26 tahun, dengan nomor start 26 yang selama ini melekat padanya. Sebuah kebetulan yang membuat gelar musim 2026 terasa semakin spesial.
Keberhasilan Diva juga menjadi catatan penting bagi Ducati MX Team Indonesia. Musim ini merupakan tahun pertama tim tersebut berkompetisi secara resmi di kejuaraan motocross nasional dengan mengandalkan Ducati Desmo450 MX Factory, motor motocross yang membawa teknologi serta DNA balap Ducati dari Borgo Panigale.
Pada musim debutnya, Ducati MX Team Indonesia langsung menempatkan dua pembalap di tiga besar klasemen akhir. Selain gelar juara yang diraih Diva, Hilman Maksum berhasil mengamankan posisi ketiga dengan koleksi 333 poin.
Hasil tersebut melengkapi pencapaian tim sekaligus memperlihatkan daya saing mereka di tengah persaingan motocross nasional. Bagi Team Principal sekaligus Owner Ducati MX Team Indonesia, Jimmy Budhijanto, gelar juara pada musim pertama menjadi pencapaian yang membanggakan, sekaligus bahan evaluasi untuk membangun tim lebih baik ke depannya.
“Meraih gelar Juara Nasional Motocross pada tahun pertama kami berkompetisi merupakan pencapaian yang luar biasa. Kami sangat bangga dengan pencapaian Diva, Hilman, dan seluruh anggota tim. Sebagai tim yang baru pertama kali turun di kejuaraan motocross nasional, kami belajar banyak hal sepanjang musim ini,” kata Jimmy.
Ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan, terutama dalam operasional dan pengelolaan tim. Pengalaman sepanjang musim 2026 akan menjadi bekal untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kesiapan tim menghadapi kompetisi berikutnya.
Senada dengan Jimmy, Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, menilai hasil musim ini memiliki arti besar karena diraih oleh tim yang masih membangun sistem kerja dan beradaptasi dengan motor baru.
“Kami tahu sejak awal bahwa musim pertama tidak akan mudah. Kami datang sebagai tim baru, dengan motor baru dan sistem kerja yang juga terus kami bangun. Momen ini terasa sangat berarti karena kami tahu berapa banyak perjuangan yang ada di baliknya,” ujar Johny.
Sementara itu, Hilman Maksum mengaku bersyukur dapat mengakhiri musim di posisi ketiga di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menurutnya, keberhasilan Diva menjadi juara nasional dan dirinya finis di tiga besar merupakan hasil kerja keras seluruh tim.
Bagi Ducati MX Team Indonesia, musim 2026 menjadi awal yang menjanjikan. Satu gelar juara nasional dan satu posisi ketiga klasemen akhir menjadi bukti bahwa tim mampu bersaing sejak tahun pertamanya.
Namun, bagi Diva Ismayana, pencapaian ini memiliki makna yang lebih personal: sebuah jawaban atas penantian panjang, perjuangan melawan cedera, dan tekad untuk kembali menjadi yang terbaik.
Gelar juara nasional 2026 pun menjadi penanda penting perjalanan Diva bersama Ducati. Setelah melewati berbagai rintangan, ia kembali ke puncak motocross Indonesia dan menutup musim dengan pencapaian yang sekaligus membuka babak baru bagi dirinya maupun Ducati MX Team Indonesia.fey

