Bengkel

Kupas Tuntas Fast Charging Indomobil E-Motor

Kupas Tuntas Fast Charging Indomobil E-Motor
Sudah smart charging dengan auto cut off.

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Sebenarnya fast charging milik Indomobil E-Motor ini tidak untuk konsumsi khalayak umum karena tidak dijual. Namun, karena banyak permintaan, unit charger berdaya 87,6 volt dan 35 ampere ini akhirnya tersedia secara terbatas.

“Harga sendiri kisaran Rp5,5 sampai Rp6 juta, dikhususkan untuk komunitas atau content creator,” ujar Randy, salah satu staf Marketing & PR PT Indomobil Emotor Internasional.

Fast charging ini terlihat lebih berat dan berbentuk kotak dibandingkan charger standar yang hanya mampu 5 A saja. Pada bodinya tertulis model: 3000A7235L. Untuk input, bisa 200–240 volt. Ini cocok untuk SKPLU PLN yang rata-rata berdaya 250 volt.

Untuk output sendiri 87,6 volt dan 35 ampere, serta dikhususkan untuk charging baterai LP Lithium 87,6 volt 32 A. Spesifikasi ini cocok untuk single baterai Adora, Tyranno, dan Sprinto yang mempunyai kapasitas Phylion berdaya 76,8 volt dan 32 A.

Apa keunggulan fast charging 35 A selain cepat? Menurut Randy, fast charging ini merupakan smart charge. Misalnya, dalam kondisi pengisian daya ketika baterai masih panas atau sudah dalam kondisi low, fast charging bisa menyesuaikan arus yang masuk. Jadi, tidak harus langsung 35 A.

Kupas Tuntas Fast Charging Indomobil E-Motor
Pemasangan Fast Charging langsung ke konektor baterai Phylion-nya.

Sistemnya bekerja secara penyesuaian atau bertahap sehingga baterai lebih awet dan tidak kembung atau mengalami penurunan daya. Apalagi fast charging ini mempunyai fitur cut-off otomatis. Jika daya sudah 100%, maka akan shutdown, yang ditandai dengan kipas pendingin mati dan indikator merah berubah menjadi hijau.

Untuk pemasangannya, treatment-nya berbeda. Tidak colok ke on-board pada bodi. Jika standar harus buka jok dan colok konektor yang ada di dalam, maka untuk fast charging ini harus membuka konektor baterai Phylion-nya. Konektor dari baterai dicolokkan langsung ke konektor charger. Hal ini membuat indikator baterai di LCD tidak bisa dinyalakan atau tidak bisa mengetahui berapa persen daya yang masuk.

Pengisian hanya berpatokan pada fitur auto cut dan indikator di fast charging. Kami pernah mencoba, dan memang benar-benar fast. Dari 52% ke 100% hanya butuh 30 menit saja. Ini 2–3 kali lipat lebih cepat daripada charger aslinya.

Kekurangannya, bobotnya sangat berat, mungkin sekitar 3–4 kilogram. Untuk membawanya sudah cukup memakan ruang bagasi. Tapi apakah ini worth it? Tentu saja. Bayangkan Anda touring atau bepergian ke luar kota, tidak perlu pusing charging lama-lama sampai 2 jam. Dengan alat ini, cukup 30 menit sampai 1 jam sudah full. Touring no worry dengan motor listrik yang sesungguhnya.fey