BalapModification

Charged Sulap Maleo Jadi Street Racing, Tembus 95 km/jam di Sentul

Charged Sulap Maleo Jadi Street Racing, Tembus 95 kmjam di Sentul
Charged pakai motor-controller CPX berdaya 4.000 watt dan baterai 60V 45Ah.

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Motor listrik mulai menunjukkan taringnya di lintasan. Charged Indonesia lewat proyek SUPER MALEO SM-01 membuktikan bahwa basis Maleo juga bisa diarahkan ke konsep street racing. Bukan sekadar konsep, motor listrik ini sudah diuji langsung di Sentul Karting.

Pengujian dilakukan oleh Tubagus Elang dan Cakra Khrisna, Head of Brand and Product Charged Indonesia. Dari hasil tes tersebut, SUPER MALEO SM-01 menunjukkan karakter yang ringan, agresif, dan cukup stabil untuk dipakai di sirkuit kecil.

Di sektor penggerak, Charged mempercayakan motor dan controller CPX berdaya 4.000 watt dengan suplai tenaga dari baterai tunggal 60V 45Ah.

Menariknya, controller yang digunakan masih controller milik Rimau dan belum mengalami ubahan apa pun. Meski begitu, performa yang dihasilkan sudah cukup menjanjikan.

“Dengan setting saat ini, top speed seharusnya bisa tembus 95 km/jam walaupun controller yang dipakai masih controller standar milik Rimau dan belum kami utak-atik,” ujar Cakra Khrisna, Head of Brand and Product Charged Indonesia.

Untuk menunjang performa tersebut, sektor pengereman dibuat serius. Di bagian depan terpasang kaliper Nissin Samurai 4 piston axial yang dipadukan dengan master rem radial Nissin Samurai 16 mm.

Charged Sulap Maleo Jadi Street Racing, Tembus 95 kmjam di Sentul
Sasis masih mengandalkan frame standar Maleo, namun ditambahkan mid strut bar.

Roda belakang mengandalkan kaliper Nissin Samurai 2 piston dengan master 13 mm. Seluruh sistem pengereman disalurkan lewat selang rem braided TDR carbon steel, dengan cakram Sun Star 290 mm di depan dan cakram standar 220 mm di belakang.

Sasis masih mengandalkan frame standar Maleo, namun ditambahkan mid strut bar untuk meningkatkan rigiditas. Suspensi belakang menggunakan YSS Top Line 300 mm, sementara suspensi depan merupakan komponen standar yang telah dimodifikasi agar lebih sesuai dengan karakter street racing.

Aura balap makin terasa lewat pemilihan setang Ninja SS, footstep VRG matic dengan posisi race, serta jok single yang dimodifikasi.

Untuk roda, Charged memasang velg depan VND Crypto 1.85 x 14 inci dan velg belakang 2.50 x 14 inci, dipadukan dengan ban 90/80 di depan serta 90/80 atau 100/80 di belakang dari Pirelli atau IRC. Kombinasi ini dipilih agar motor tetap lincah dan mudah diajak menikung di lintasan sempit.

Menariknya, SUPER MALEO SM-01 dibuat minim fitur pendukung. Tidak ada lampu, alarm, IoT, reverse mode, maupun on-board charging. Satu-satunya perangkat tambahan hanyalah meter volt, ampere, dan watt untuk kebutuhan pemantauan teknis selama pengujian.

Melalui SUPER MALEO SM-01, Charged Indonesia ingin menunjukkan bahwa motor listrik tidak hanya cocok untuk penggunaan harian, tetapi juga punya potensi besar di dunia performa.

Dengan basis yang masih menyimpan banyak ruang pengembangan, motor listrik Charged ini bisa menjadi sinyal awal keseriusan motor listrik masuk ke ranah street racing dan track day di Indonesia.fey