News

8 Sumbangsih Hino Jadi “Support System” Ekosistem Transportasi Nasional Selama 43 Tahun

8 Sumbangsih Hino Jadi “Support Sistem” Ekosistem Transportasi Nasional Selama 43 Tahun
Hino juga diekspor ke berbagai negara seperti Filipina dan Fiji dalam bentuk CBU.

JADWALBALAP.COM, JAKARTA –  Dari dulu mesin diesel Hino dikenal bandel di berbagai kondisi kerja, mulai dari medan berat hingga jalur distribusi harian.

Ini dirasakan David Sinaga, pengembang dari CV Karo Jaya Developer di Kabanjahe, Sumatera Utara, mengandalkan Hino 500 Dump Truck untuk menghadapi medan berbukit dan jalan proyek yang menantang. Mesin diesel Hino tetap bekerja stabil meski membawa beban berat dan digunakan secara intensif di lapangan.

“Medannya berat, tapi mesinnya tetap kuat dan jarang bermasalah,” ungkap David. Ia menilai karakter mesin diesel Hino yang bandel membuat operasional proyek lebih tenang, terlebih didukung layanan purna jual yang responsif. Ketahanan mesin menjadi faktor penting agar pekerjaan berjalan sesuai target tanpa terganggu masalah teknis.

Sementara itu, pengalaman serupa dirasakan Budi Santoso, distributor barang konsumsi di Jabodetabek, yang menggunakan Hino 300 Series Cargo.

Di tengah lalu lintas padat dan ritme distribusi tinggi, mesin diesel Hino tetap efisien dan andal. Dari pegunungan hingga perkotaan, Hino menegaskan identitasnya sebagai kendaraan niaga dengan mesin diesel yang tangguh dan siap bekerja di segala medan.

Hanya ada satu ungkapan untuk menggambarkan Hino itu “Bandel Habis !” dan selama ini sudah 43 tahun hadir di Indonesia dan  telah menjadi bagian penting dalam pembangunan industri transportasi nasional.

Tidak hanya menghadirkan kendaraan niaga, Hino juga membangun ekosistem menyeluruh yang mencakup manufaktur, distribusi, pengembangan sumber daya manusia, hingga layanan purna jual. Sinergi antara PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) dan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjadi fondasi kuat perjalanan panjang tersebut

1.Membangun Fondasi Industri Kendaraan Niaga Sejak 1982

Kehadiran Hino di Indonesia dimulai pada Desember 1982 melalui pendirian PT Hino Indonesia Manufacturing (HIM). Sejak awal, Hino tidak hanya menghadirkan produk kendaraan niaga, tetapi juga membangun fondasi industri otomotif nasional melalui transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta dimulainya proses manufaktur di dalam negeri.

Produksi kendaraan Hino di Indonesia diawali pada 1985 dengan diproduksinya mesin H07C-D4 serta truk FF172/173LA, disusul bus pertama AK174LA pada 1986. Pada periode ini, Hino mulai melakukan lokalisasi komponen utama seperti kabin, mesin, dan sasis.

Memasuki dekade 1990-an, berbagai model truk dan bus seperti FL, FM, FF, RK, RG, dan FB diproduksi untuk mendukung distribusi barang dan transportasi penumpang di berbagai wilayah Indonesia.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada awal 2000-an dengan dimulainya produksi mesin W04D dan S05C untuk Toyota Dyna dan Hino Dutro, serta pengembangan lini truk FG, FL, FM, dan SG.

8 Sumbangsih Hino Jadi “Support Sistem” Ekosistem Transportasi Nasional Selama 43 Tahun
Hino telah memproduksi 46 tipe di Indonesia mencakup truk ringan, truk menengah, dan bus.

Pada 2003, Hino meresmikan pabrik terintegrasi di Kawasan Industri Kota Bukit Indah (KBI), Purwakarta, sekaligus melakukan pemisahan peran antara manufaktur dan penjualan melalui HMMI dan HMSI.

Memasuki era modern, Hino terus memperkuat fondasi industrinya dengan menghadirkan kendaraan berstandar emisi Euro 4 untuk pasar domestik sejak 2022.

Hingga kini, Hino telah memproduksi 46 tipe kendaraan di Indonesia, mencakup truk ringan, truk menengah, dan bus, yang menjadi bukti konsistensi kontribusi Hino dalam membangun industri kendaraan niaga nasional selama lebih dari empat dekade

2.Sinergi Manufaktur dan Distribusi: Peran Strategis HMMI dan HMSI

Restrukturisasi bisnis pada 2003 menandai integrasi peran Hino di Indonesia. PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) berfokus pada produksi kendaraan niaga, sementara PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) berperan sebagai ujung tombak penjualan, layanan purna jual, serta penguatan jaringan nasional.

Sinergi ini memastikan setiap produk Hino tidak hanya berkualitas dari sisi manufaktur, tetapi juga didukung layanan yang menyeluruh bagi pelanggan

3.Investasi Jangka Panjang dan Penguatan Kapasitas Produksi Nasional

Sebagai wujud komitmen jangka panjang di Indonesia, Hino telah menanamkan investasi sebesar USD 112,5 juta. Investasi ini digunakan untuk mengembangkan fasilitas produksi terintegrasi di Purwakarta dengan kapasitas produksi hingga 75.000 unit per tahun, termasuk jalur produksi truk ringan, truk menengah, bus, machining, hingga pabrik mesin yang mulai beroperasi pada 2021

4.Kontribusi Industri Dalam Negeri melalui TKDN

Hino secara konsisten memperkuat kandungan lokal produknya. Hingga kini, HMMI telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk 31 tipe kendaraan dengan persentase kandungan lokal mencapai 44,35 hingga 57,26 persen.

Upaya ini memperkuat industri komponen nasional sekaligus meningkatkan daya saing kendaraan niaga buatan Indonesia

5.Evolusi Teknologi Kendaraan Niaga: dari Euro 2 hingga Euro 4

Dalam perjalanannya, Hino turut berkontribusi dalam peningkatan standar emisi kendaraan niaga di Indonesia. Dari produksi kendaraan Euro 2, Hino kemudian melangkah ke produksi kendaraan berstandar Euro 4 untuk pasar domestik sejak 2022, mencakup truk ringan, truk menengah, dan bus. HMSI berperan penting dalam memastikan kesiapan jaringan layanan terhadap teknologi terbaru ini

6.Ragam Produk untuk Mendukung Transportasi Nasional dan Ekspor

Saat ini, Hino memproduksi 46 tipe kendaraan yang mencakup segmen truk ringan, truk menengah, dan bus. Ragam produk tersebut meliputi varian kargo, dump, mixer, tractor head, hingga bus mikro, medium, dan big bus.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, kendaraan produksi Indonesia juga diekspor ke berbagai negara seperti Filipina dan Fiji dalam bentuk CBU, menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi global Hino

7.Komitmen Sosial: Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat Indonesia

Di luar kontribusi industri, Hino juga secara konsisten menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Sejak 2007 hingga 2025, Hino Indonesia telah melaksanakan 182 aktivitas CSR yang tersebar di 18 provinsi.

Program-program tersebut mencakup bidang pendidikan, keselamatan, lingkungan, serta pengembangan masyarakat, sebagai wujud komitmen Hino untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia

8 Sumbangsih Hino Jadi “Support Sistem” Ekosistem Transportasi Nasional Selama 43 Tahun
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk 31 tipe kendaraan mencapai 44,35 hingga 57,26 persen.
8.Hino Total Support Customer Center: Total Support dari Hulu ke Hilir

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pelanggan, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menghadirkan Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta sejak Januari 2022.

HTSCC menjadi pusat pengembangan layanan, keselamatan, dan kompetensi pengemudi untuk mendukung operasional pelanggan secara berkelanjutan.

Fasilitas HTSCC mencakup area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi, lintasan uji sepanjang 800 meter, ruang kelas, simulator mengemudi, serta modul keselamatan dan teknik berkendara.

Melalui Hino Indonesia Academy, Hino menyelenggarakan pelatihan pengemudi dan teknisi dengan trainer tersertifikasi BNSP, termasuk melalui Hino Driving School Program.

“Selama lebih dari empat dekade, Hino terus berinvestasi dan tumbuh bersama Indonesia. Melalui Hino Total Support Customer Center (HTSCC), kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” ujar Pieter Andre, Training Division Head HMSI.

Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir mulai dari manufaktur, pengembangan SDM, hingga layanan purna jual Hino memastikan setiap kendaraan yang beroperasi di lapangan didukung oleh ekosistem yang kuat.

Memasuki usia 43 tahun di Indonesia, Hino menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri transportasi nasional melalui investasi jangka panjang, penguatan industri dalam negeri, ekspor, serta layanan Total Support yang berkelanjutan.fey