Takut Baterai Mobil Listrik Habis Waktu Mudik ? 4 Trik Ini Wajib Tahu

JADWALBALAP.COM, JAKARTA – Tren kendaraan listrik terus meningkat di Indonesia, termasuk untuk kebutuhan perjalanan mudik antarkota. Meski begitu, sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah mobil listrik benar-benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer, apalagi dalam kondisi mobil penuh penumpang, macet panjang, dan penggunaan AC serta fitur hiburan selama berjam-jam.
SUV listrik seperti JAECOO J5 EV menawarkan jarak tempuh hingga 461 km (standar NEDC) dalam sekali pengisian daya. Bahkan dari pengujian internal di Indonesia, mobil ini diklaim mampu menempuh hingga 534,1 km dalam kondisi tertentu.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa pemahaman soal jarak tempuh perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Dalam perjalanan mudik, kendaraan biasanya terisi penuh oleh keluarga dan barang bawaan, belum lagi kemacetan yang tidak terprediksi panjangnya, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama. Kondisi tersebut tentu memengaruhi penggunaan daya baterai. Untuk mendukung perjalanan yang bebas khawatir, JAECOO J5 EV kami rancang dengan kapasitas baterai dan sistem manajemen energi yang mendukung perjalanan jarak jauh,” ujar Jim Ma.
Agar mudik dengan mobil listrik tetap lancar dan minim drama, berikut 4 strategi penting yang bisa diterapkan:
1.Hitung Jarak Tempuh Secara Realistis
Angka jarak tempuh resmi seperti NEDC memang bisa jadi acuan awal. Namun saat mudik, kondisi kendaraan biasanya lebih berat dari penggunaan harian.
Jim Ma menekankan bahwa perencanaan menjadi kunci utama perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik. “Angka jarak tempuh perlu dipahami secara realistis dan disesuaikan dengan pola perjalanan aktual di Indonesia, sehingga perencanaan menjadi kunci dalam perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik,” tambahnya.
Tips praktis:
-Sisakan cadangan baterai minimal 20–30%.
-Cek titik SPKLU di sepanjang rute.
-Manfaatkan waktu istirahat untuk sekaligus mengisi daya.
2.Pahami Karakter Rute Perjalanan
Mudik tak selalu lewat jalan tol mulus. Jalur alternatif sering jadi pilihan untuk menghindari kepadatan, namun bisa menghadirkan tantangan seperti jalan bergelombang, genangan air, hingga perubahan cuaca ekstrem.
SUV listrik dengan ground clearance memadai dan perlindungan baterai yang baik akan lebih siap menghadapi kondisi tersebut. Sistem bantuan berkendara seperti ADAS dan kamera 360 derajat juga membantu meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara jarak jauh.
3.Maksimalkan Kenyamanan Kabin
Perjalanan panjang saat arus mudik menuntut kenyamanan ekstra. Pengemudi yang nyaman akan lebih fokus, sementara penumpang pun tidak mudah lelah.
Beberapa hal yang bisa dimaksimalkan:
-Gunakan pengaturan AC dual zone.
-Manfaatkan ventilated seats untuk perjalanan siang hari.
-Atur posisi duduk secara berkala agar tidak pegal.
Kapasitas bagasi lega dan kompartemen penyimpanan yang banyak juga membantu membawa perlengkapan mudik dengan lebih rapi dan praktis.
4.Pastikan Dukungan Layanan Siaga
Selain kesiapan kendaraan, pastikan juga dukungan purnajual tersedia di jalur mudik. Dealer siaga 24 jam dan layanan bantuan darurat menjadi faktor penting untuk perjalanan jarak jauh.
Berdasarkan data wholesales Januari 2026 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi SUV listrik terlaris pada periode tersebut.
Capaian ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kendaraan listrik semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan ekosistemnya.
Mudik dengan mobil listrik kini bukan lagi hal yang perlu diragukan. Kunci utamanya ada pada perencanaan, manajemen energi, serta pemahaman kondisi rute perjalanan.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan infrastruktur yang semakin berkembang, perjalanan ratusan kilometer menggunakan mobil listrik dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan tetap efisien.fey

