Aprilia Dominasi Buriram, Marco Bezzecchi Pimpin Klasemen

JADWALBALAP.COM, BURIRAM – Panas matahari Thailand menyelimuti Chang International Circuit ketika musim baru MotoGP 2026 resmi dimulai. Namun yang benar-benar membakar atmosfer seri pembuka bukan hanya suhu lintasan, melainkan performa luar biasa Aprilia Racing.
Di tengah ekspektasi tinggi dan persaingan yang diprediksi makin ketat musim ini, tim asal Noale itu langsung mengirim pesan tegas kepada para rival bahwa mereka datang bukan sekadar sebagai penantang, tetapi sebagai kekuatan utama.
Marco Bezzecchi menjadi pusat sorotan. Start dari pole position, pembalap Italia itu tampil nyaris tanpa cela. Ia mempertahankan posisi terdepan sejak tikungan pertama hingga garis finis tanpa memberi ruang bagi pesaing untuk benar-benar menekan.
Kemenangan di Buriram menjadi yang pertama baginya di sirkuit tersebut sekaligus kemenangan ketiga beruntun setelah Portimão dan Valencia musim lalu. Catatan itu mempertegas momentumnya yang terus menanjak bersama Aprilia. Bezzecchi mengakui bahwa kesalahan pada sprint race justru menjadi titik balik pendekatannya di balapan utama.
“Kesalahan di sprint race menyadarkan saya untuk tetap tenang dan bangkit. Kemenangan di Buriram tentu sangat memuaskan. Kami bekerja dengan baik saat tes pramusim, jadi penting untuk membuktikan performa tersebut di balapan, sesuatu yang tahun lalu belum bisa kami wujudkan meski tes di sini berjalan positif. Di balapan, saya berusaha tampil maksimal tanpa melakukan kesalahan. Saya sangat senang dengan kemenangan ini,” ujarnya.
Dominasi Aprilia tidak berhenti pada satu nama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah tim, empat motor mereka menembus lima besar dalam satu balapan MotoGP.
Raúl Fernández bersama Trackhouse MotoGP Team tampil impresif dengan finis di posisi ketiga. Podium tersebut menjadi yang kedua baginya sepanjang akhir pekan setelah sebelumnya juga naik podium di sprint race, menegaskan konsistensinya sejak sesi latihan.
Di belakangnya, Jorge Martín menunjukkan kebangkitan yang sarat makna. Ia sempat bersaing dalam perebutan podium sebelum akhirnya mengakhiri lomba di posisi keempat, menyamai hasil terbaiknya bersama Aprilia Racing di kelas utama.
Hasil itu terasa emosional mengingat perjalanan berat yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir. “Beberapa bulan lalu, saya masih butuh bantuan untuk makan. Tapi, hari ini saya finis di posisi keempat. Saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada semua orang yang membantu dan mendukung saya. Musim dingin ini saya menjalani persiapan mental yang intens agar merasa siap dan percaya pada diri sendiri. Hari ini saya tidak memasang ekspektasi tinggi, tetapi sejak awal saya merasa nyaman dan mampu bersaing dengan Marc dan Pedro,” tuturnya.
Performa solid juga ditunjukkan Ai Ogura yang melakukan comeback impresif dari barisan belakang untuk finis kelima. Ketekunan dan ketenangannya melengkapi dominasi Aprilia di lima besar, sebuah pencapaian kolektif yang menandai kedalaman kekuatan tim musim ini.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai hasil di Buriram sebagai buah kerja keras panjang tim pabrikan. Ia tetap menjaga sikap realistis meski timnya tampil dominan.
“Senang melihat Marco melanjutkan performanya seperti akhir musim lalu. Dominasi di akhir pekan ini tentunya pencapaian yang luar biasa, dan ini adalah hasil kerja keras tim pabrikan di Noale yang selalu saya bisa percaya. Saya yakin para pembalap kami akan terus tampil baik dengan talenta dan determinasi yang mereka miliki. Namun, ini baru balapan pertama. Para rival tentu tidak akan tinggal diam. Walau Marc jadi favorit, Aprilia ada tepat di belakangnya,” katanya.
Seri pembuka sering kali menjadi cerminan awal peta persaingan satu musim penuh. Jika Buriram menjadi indikator, maka Aprilia Racing telah meletakkan fondasi kuat untuk 2026.
Bukan hanya karena kemenangan Bezzecchi, melainkan karena kekuatan kolektif yang membuat empat motor mereka bertengger di lima besar. Sebuah pernyataan yang sulit diabaikan di awal musim panjang yang baru saja dimulai.fey

