News

Diskusi Gayeng Edukasi Safety EV Berbasis Baterai dan Cara Penanganannya

Diskusi Gayeng Edukasi Safety EV Berbasis Baterai dan Cara Penanganannya
Diskusi Gayeng Edukasi Safety EV bersama Forwot dan PT VKTR 

Jadwalbalap.com – Era elektrifikasi tak dipungkiri telah tiba, dikit demi sedikit mengerus mesin konvensional. Eksistensi baterai EV semakin menjadi-jadi, ini terdeteksi munculnya berbagai merk motor dan mobil.

Merujuk tentang keselamatan dan angkutan umum melalui Kementrian Perhubungan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor PM 74 Tahun 2021.

Apakah EV berbasis baterai ini memberikan kenyamanan dan kelamatan bagi pengguna ?

Ini bahasan menarik di jalam booming EV yang lagi marak, maka diadakan sebuah diskusi Hak-hak Konsumen dan Kelengkapan Keselamatan Kendaraan oleh FORWOT (Forum Wartawan Otomotif) didukung PT VKTR Teknologi Mobilitas di Hotel Santika ICE BSD City (16/8.23).

Diskusi ini dihadiri oleh Joko Kusnantoro, PLt Kasubdit Uji Tipe Bermotor, Kementerian Perhubungan RI,  Ahmad Wildan  – Investigator Senior KNKT dan Ludiatmo – CCO PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

Sebagian besar EV berbasis Baterai litihium yang rawan terjadi shortcut pendek atau overheat yang memicu api hingga menjadi kebakaran. Mobil atau listrik yang beredar di Indonesia sekarang menggunakan baterai dengan sistem kelistrikan yang rentan.

baca juga : matic ini pertama kali disulap menjadi hybrid

Tapi yang sangat khawatirkan adalah ketika terjadi kecelakaan pada kendaraan listrik, kemudian terjadi deformasi. Apakah ada kemungkinan kabel itu menyentuh struktur. Kalau menyentuh struktur kemungkinan dampaknya apa ke orang ketika menyentuh.

Ada pertanyaan besar apakah APAR PMK sudah diedukasi untuk menanggulangi kebakaran yang diakibatkan baterai EV?

Menurut Ahmad Wildan – Investigator Senior KNKT, “ Pada saat kami diskusi bahwa setiap otomotif yang menggunakan EV harus dilatihkan terhadap semua petugas.

Sehingga saat terjadi kecelakaan itu penanganannya jelas. Jangan sampai mobil listrik sudah terlalu banyak kita tidak memiliki emergency response.

EV masuk dalam kategori benda berbahaya nomor 9 berbahaya. Jadi harus ada emergency response nya apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan”.

Tapi semua hal yang dikuatirkan itu bisa diperkecil resikonya karena semua baterai yang di EV telah di uji keamanan.

Tindakan preventif seperti baterai itu sudah mendapat pengujian, baik dari elektrika atauun mekanikalnya. Elektrikalnya seperti direndam dan sebagainya. Sedangkan dari mekanikalnya seperti bagaimana keamanan dia saat melakukan charger.

“Baterai juga punya BMS apabila ada kondisi tertentu dia akan melakukan cut off sendiri jadi stop operasi sendiri semisal kendaraan panas.

Mungkin nantinya akan ada regulasi tambahan untuk kendaraan listrik. Untuk ICE Memang pengujiannya berbeda. Di luar keuntungan yang di dapat dari Kendaraan listrik. Bahaya yang mengintai juga berbeda.” ujar Joko Kusnantoro, PLt Kasubdit Uji Tipe Bermotor, Kementerian Perhubungan RI,  Ahmad Wildan

Penanganan akan hubungan pendek baterai yang mengakibatkan kebakaran ini bisa diperkecil. Menurut Ludiatmo – CCO PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk bahwa kasus di lapangan di Tranjakarta ada tim reaksi cepat ketika terjadi kecelakaan.

baca juga : kabel sekecil ini bisa mendeteksi jalur putus 

“Kami sebagai APM, jika diperlukan emergency ada tim yang standby di area tertentu. Hingga terjadi apa-apapbisa segera secepatnya di atasi.

Ada tim dari transjakarta selama bus beroperasi. Dia dilatih jika terjadi sesuatu dia yang akan membantu mematikan arus. Walaupun di dalam sistem juga sudah ada untuk mematikan arus. Tapi dia yang akan bertugas mematikan secara manual jika terjadi malfunction”. tambah Ludiatmo.jbc

 

jadwalbalapdotcom

admin jadwalbalapcom and gembelgaul.com

Tinggalkan Balasan